
" Dam , apa kamu sudah pulang dari luar kota.. " suara bram dari sambungan ponsel nya
" Sudah..
" Apa kamu bisa datang selesai magrib nanti, ada pesta kecil ulang tahun ku sekaligus kemenangan proyek kita kemarin dan juga merayakan kehamilan Wina " Jelas bram lalu tersenyum
" Baiklah nanti aku datang bersama seseorang " Jawab Damar melihat tiyas
" Seseorang ?
" Ya.. Nanti kamu akan mengetahui "
" Baik lah, sampai nanti " Jawab bram yang tidak mau ambil pusing dengan siapa damar akan datang, lalu kedua nya mematikan ponsel nya
" Tiyas.. apa kamu mau menemani ku? " tanya damar melihat tiyas
" kemana..?"
" Datang ke rumah bram " Jawab Damar lalu tersenyum, seketika tidak berbunga bunga lantaran akan bertemu wina sang sahabat
" Baiklah, tapi mas damar izin dengan ibu, jika ingin membawa ku keluar " Pinta tiyas
" Iya.. Dan bersiap lah sekarang, aku akan menunggu mu " Jawab Damar mengusap punggung tangan tiyas
" Baiklah, aku akan bersiap siap " Jawab tiyas lalu menuju kamarnya, sedangkan damar meminta izin pada ibu tuti untuk membawa tiyas ke rumah bram sang bos dan bu tuti mengizinkan nya. Saat tiyas selesai lalu mereka berpamitan dengan bu tuti. Namun sebelumnya damar singgah ke apartemen nya untuk mandi, karena ia belum mandi, damar dan tiyas memasuki apartemen, tiyas melihat apartemen damar yang begitu berantakan,
" Astaga, kenapa begitu kacau " Ucap tiyas melihat baju, sepatu kaos kaki berserakan di mana, damar hanya menyunggingkan senyuman nya karena memang ia belum sempat membereskan nya sendiri, tanpa di perintah tiyas membereskannya sampai rapi sedangkan damar memilih untuk mandi
" huaaa!! " Jerit tiyas saat melihat damar tiba tiba keluar dari kamar mandi dan hanya melilitkan handuk di pinggang nya seketika tiyas menutup wajah nya dengan ke dua telapak tangan nya
" kenapa " tanya damar heran sambil mendekati tiyas
" Kenakan baju mu mas.. " Jawab tiyas yang masih menutup wajah nya , namun damar bukan nya memakai baju tapi malah mengerjai tiyas , damar terus melangkah mendekati tiyas,lalu dorong nya tiyas sampai bersandar di dinding
"Jangan mas.. Maaf aku sudah lancang masuk kedalam kamar mu "? Ucap tiyas gugup dan ketakutan melihat damar
" Aku mau menghukum mu, karena kamu sudah masuk kedalam kamar ku " Jawab damar sembari mendekatkan wajah nya ke wajah tiyas,dan jarak mereka sangat lah dekat hingga hidung mancung mereka pun menyatu
__ADS_1
" jangan mas.. kita belum menikah " Jawab tiyas ketakutan dan memejamkan matanya, namun damar hanya tersenyum melihat ekpresi tiyas dan itu sangat menggemaskan baginya
" Buka mata mu, aku tidak akan melakukan apa pun pada mu " Ucap damar lalu tiyas pun membuka matanya.
" Benarkah... ? " Jawab tiyas melihat damar
" Heum.. " Jawab nya lalu mengusap lembut pipi tiyas lalu mencium bibir tiyas, tiyas terkejut dan sedikit melawan, namun apa daya tenaga damar lebih kuat hingga damar melepaskan ciuman nya dan dengan nafas tidak beraturan tiyas berlari keluar kamar. Dan menunggu di sofa.
🍁
Rumah bram
" Assalamu'alaikum " Salam damar dan masih menggenggam jemari tiyas
"Wa'alaikumsalam." jawab tuan rumah serentak,kecuali Wina yang sedang minum , Wina yang sedang minum pun tersedak saat melihat tiyas dan damar bergandengan
" uhuk... uhuk.. uhukk " Suara batuk wina lalu ia menepuk dada nya sendiri
" kenapa sayang.. ? , pelan pelan minum nya "tanya bram mengusap punggung wina
" kalian... " Ucap Wina menunjuk ke arah damar dan tiyas lalu mengelilingi mereka , damar dan tiyas heran dengan sikap wina yang seperti detektif
" jelaskan.. Ada hubungan apa pak damar dengan tiyas dan berapa lama hubungan kalian dan ini apa ? heum " tanya lalu melipat tangan nya ke dada, seperti menginterogasi anak nya yang tertangkap basah berpacaran, tiyas reflek ingin melepas genggaman tangan damar namun damar menahan nya
" Ayo.. " Ucap Wina menatap tajam damar dan tiyas, pasalnya tiyas tidak pernah bercerita jika ia sedang dekat dengan damar
" bram..tolong jinakkan istri mu, tatapan nya membuat ku takut " Celetuk damar melihat Wina dan Bram bergantian , bram, ,pak bima dan bu mila hanya tertawa mendengar ocehan damar.
" Lepaskan genggaman tangan mu dari tangan tiyas dan sayang duduklah, kamu sudah membuat damar dan tiyas ketakutan " Jawab bram dan menyuruh Wina duduk di Samping nya
" Bapak jangan macem macem sama sahabat ku " Ucap wina menatap damar tajam,hingga damar berglidik ngeri melihat nya.lalu Wina duduk di samping bram
" Suasana hening sejenak, tiyas dan Wina saling memandang seolah meminta penjelasan sedangkan tiyas sedikit takut untuk menjelaskan nya namun ia harus jujur dengan sahabat nya
" Wina.. Sebenarnya.. Aku dan mas damar... "
" Tunggu.. Tunggu.. Tunggu.. Mas..? Kamu sudah memanggil pak damar mas? , kamu benar benar tidak menganggap ku tiyas, kamu mempunyai hubungan dengan pak damar tapi kamu tidak memberitahu ku "
__ADS_1
" Astaga Wina!!.. dengarkan penjelasanku " Geram tiyas, Bram dan mertuanya dan juga damar hanya tertawa geli melihat wina dan sahabat nya sedikit salah paham
" Oh.. Kamu sekarang berani memarahi ku "
" Bukan begitu..?, astaga.. Ck..!, dengar mas damar sudah melamar ku tadi sore dan ini buktinya, aku juga tidak tahu jika akan secepatnya ini " Jelas tiyas menyakinkan Wina yang wajahnya masih kesal
" Lalu kamu menerima nya "
" Iya.. mubazir jika tidak, siapa yang menolak lamaran laki-laki tampan seperti nya " Jawab tiyas tanpa sadar seolah hanya ada Wina dan dirinya seketika tawa semunya pecah, sadar akan ucapan nya tiyas menutupi wajahnya dengan bantal sofa
" Ah.. Kan aku malu win.. " Ucap tiyas yang masih menutup wajah nya dengan bantal sofa
" Dulu kamu juga sama, mempunyai hubungan dengan pak bram, kamu diam saja jadi impas
" He.. Iya juga " Jawab Wina lalu tertawa kecil dan melihat bram
" Oh ya.. Selamat atas ke hamilan mu " Ucap tiyas memberikan selamat.
" Iya Terima kasih " Jawab Wina lalu tersenyum
" Om.. Sebenarnya ada yang ingin damar sampaikan pada om.. " Ucap damar tiba tiba
" Apa itu ? "
" Begini om.. Saya udah melamar tiyas, om juga sudah tahu damar tidak mempunyai orang tua, jadi damar meminta tolong pada om dan tante untuk melamar tiyas secara resmi di depan orang tuanya karena orang tua tiyas meminta saya agar orang tua atau wali saya meminta tiyas pada beliau langsung
" yah.. baik lah.. Om sudah menganggap kamu sebagai anak om sendiri jadi ini juga tanggung jawab om menikah kan kalian " Jawab pak bima melihat tiyas dan damar
" Dan kapan, atau mau langsung menikah ? " Goda pak bima lalu tertawa melihat ekpresi terkejutnya tiyas dan damar
" Eum.. damar sebenarnya ingin langsung menikah, tapi tidak semudah itu om, butuh proses dan tahap yang harus di persiapkan "
" Baiklah.. Nanti om dan tante akan ikut mempersiapkan semuanya
" Terima kasih om.. " Jawab Damar, dan semua nya pun tersenyum bahagia.
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1