Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
37. Lanjut


__ADS_3

"Akhirnya sampai juga kita di rumah!" ucap wina saat baru turun dari mobil. Di ikuti Bram, lalu melihat sekeliling rumah. sedangkan syasa masih tertidur di gendongan Dini.


"Dini. Bawa syasa langsung istirahat di kamar,"


"Baik nyonya." Dini membawa Syasa masuk kedalam rumah dan langsung ke kamarnya.


"Kalian sudah pulang" Tanya Bu Mila saat Bram dan Wina masuk ke dalam.


"Iya mah. karena minggu nanti mas bram harus pergi ke Jepang" Wina dan Bu Mila sekilas berpelukan. menantu dan mertua itu memang sudah sangat akrab seperti anak dan ibu sendiri.


"Jepang? apa ada pekerjaan penting Bram?" tanya bu mila melihat bram di samping wina.


"Ada meeting di sana ma..selama satu minggu, dan Bram mau mengajak wina untuk bulan madu lagi," jawab bram lalu tersenyum.


"Ok, ide bagus. Nanti biar mama yang menjaganya.$


"Tapi mas.. apa tidak sebaiknya syasa ikut," tanya wina, khawatir jika harus meninggalkan syasa. pasalnya Syasa tidak pernah ia tinggal sampai berhari hari.


"Sayang kamu tidak perlu khawatir, Syasa aman bersama mama, percaya lah" ucap bu mila.


"Sayang. kali ini kita berdua saja, mas mau kita pergi berdua, tapi mas janji nanti kita berlibur bersama sama sekeluarga," balas Bram meyakinkan Wina sembari merangkulnya. Wina juga paham jika Bram ingin berdua dengannya. tanpa ada yang mengganggu dengan berat hati Wina menyetujuinya, Bagaimana pun ia juga harus memenuhi keinginan suaminya.


"Baiklah." jawab wina singkat lalu tersenyum.

__ADS_1


"Sudah.. kalian istirahat,"


"Iya ma.. kami langsung ke kamar," Bu Mila mengangguk dan melihat pasangan pengantin baru itu menaiki tangga, Bu Mila sangat bersyukur, Wina menjadi menantunya. karena Wina Bram berubah menjadi lebih hangat dan terutama hubunganya bersama papanya.


Mereka sampai di kamar, Wina meletakkan tasnya dan Bram membuka kemejanya serta jam tangannya. mereka meletakkan barang masing masing ke tempatnya masing-masing. kemudian mereka berdua berbaring di tempat tidur, dan Bram bertelanjang dada.


"Mas. mas tau,


"Apa?"


"Waktu di bandara, rasa nya aku ingin melempar gadis gadis yang melihat mas menggunakan sepatu ku" Bram terkekeh. kemudian melihat Wina


"Mereka hanya terpesona dengan ketampanan suami mu ini sayang,"


"Tapi aku tidak suka ada wanita lain yang melihat mu seperti tadi,"


"Eum.. tidak!" jawab wina yang langsung membalikkan badannya. Wina berusaha menutupi rasa cemburunya.lalu Bram memeluknya.


"Bilang saja kalau cemburu."


"Tidak mas..., aku hanya tidak suka ada wanita lain melihat mas seperti tadi"


"Oh ya!" balas Bram. tangannya sudah meraba-raba perut wina hingga wina merasakan geli.

__ADS_1


"Mas..! hentikan! " Wina tertawa dan memberontak sampai mereka terjatuh dari tempat tidur secara bersamaan dan tertawa bersama.


"Cukup mas." ucap wina memegang tangan Bram agar tidak menggelitiknya.


"Mas." Wina melihat Bram yang posisinya berada di atasnya, Bram menciumnya tanpa permisi. Wina hanya pasrah dan mereka terbawa suasana.Bram menciumi leher Wina dan mengunci tangannya. Dan posisi mereka masih di bawah beralaskan karpet.


"CEKLEK " suara pintu kamar terbuka.


"Upas sorry" ucapnya lalu menutup pintu nya kembali. mereka berdua terkejut. Wina pun buru buru menarik bajunya kebawah. Wina mengenali Suara orang yang membuka pintu kamarnya.


"Papa mas!" mereka berdua bangkit, lalu Bram membuka pintunya.


"Ya pa? " tanya bram di ambang pintu.


"Eum.. maaf papa sudah mengganggu kalian, papa hanya ingin memberi tahu jika besok kamu harus ke Jepang," jawab pak Bima santai.


"Iya pa. kemarin Damar sudah mengabari ku, jika ada meeting di Jepang. Dan Bram juga mau mengajak wina untuk bulan madu lagi." jelasnya. lalu sekilas melihat Wina yang sudah berdiri di sampingnya.


"Ide bagus. selamat bersenang-senang, dan maaf papa sudah mengganggu kalian, lanjutkan" pak Bima tertawa lalu pergi. Bram hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, kemudian melihat Wina penuh Arti.


"Apa?" tanya Wina. pura pura tidak tahu maksud tatapan suaminya.


"Lanjut yuk"

__ADS_1


"eum.. " Wina tersenyum kemudian mengangguk. ah dasar dua duanya mesum. tapi mereka sudah suami istri. jadi sah sah saja.


🍁🍁🍁🍁


__ADS_2