
sesampainya di rumah sakit, wina pun langsung mendapat penanganan,begitu juga dengan Bram..dokter pun langsung mengeluarkan peluru yang bersarang di lengan Bram,sementara itu pak bima dan pak Burhan sang petinggi kepolisian berbincang di luar UGD
bima :" Burhan,apa menantu ku akan terkena pasal pembunuhan "
Burhan :" tidak bim.. malah pihak kepolisian mengucapkan Terima kasih kepada menantu mu karena dengan berani nya membunuh seorang Mafia kelas kakap tanpa rasa takut, bahkan aku saja sebagai polisi yang mengintai nya sedari dulu pun tak sanggup memburu bahkan membunuh nya "
bima :" iya Terima kasih ,tapi aku minta jangan sampai kasus ini mencuat ke publik,aku takut ini bisa berdampak psikologis menantu ku "
Burhan :" tenang.. lah.. ,jika publik bertanya,maka kami pihak kepolisian menjawab bahwa Burhan tewas karena ulah nya sendiri "
bima :" Terima kasih.."
Burhan :" simpan Terima kasih mu itu. " tersenyum
Burhan :" tapi bim.. aku melihat menantu mu itu,dia sangat mencintai anak mu,terbukti dia dengan berani menebak Burhan. setelah melihat Bram tertembak , aku melihat sorot mata nya yang begitu tajam, tidak terima miliki nya di ganggu siapa pun "
bima :" ya.. kau benar, wina sangat menyayangi anak ku,karena dulu dia pernah kehilangan seseorang,maka dia tidak mau kehilangannya lagi,dan sebisa mungkin wina menjaga orang yang ia cintai ,aku berutang mempunyai menantu seperti nya,cerdas,pemberani, dan mencintai keluarga , " tersenyum mengingat wina
tak selang lama Bram pun keluar dari UGD bersama wina , dan Wina berada di kursi roda
bima :" sayang.. apa kau baik baik saja.. " berbicara dengan wina
wina :" iya pa.. wina baik baik saja " tersenyum
bima :" Bram.. tetap selalu di samping wina.. seperti nya dia masih sedikit syok "
Bram :" ya pa ...pasti " tersenyum
bima :" kalian pulang lah dulu, biar papa membereskan sisanya.., anak buah boy dua orang terluka dan kamu boy setelah mengantarkan Bram dan wina pulang kamu, pulang lah.. temui istri mu "
boy :" baik tuan.. " menunduk hormat "
boy :" mari tuan, nyonya "
Bram dan wina serta boy pun bergegas pulang kerumahnya.. ,
bu mila, damar ,tiyas,satya,reni, nindy dan doni yang mendengar kabar wina di culik pun berkumpul di rumah keluarga sanjaya, mereka menunggu kedatangan wina dan Bram, tak lama Bram dan wina pun sudah tiba di rumah, dan wina pun masih duduk di kursi roda. wina di sambut semua orang yang menunggu nya. di ruang keluarga"
mila :" sayang... bagaimana keadaan mu.. " memeluk wina
wina :" mama... " menangis sejadi jadi nya..
satya :" Bram.. bagaimana ini terjadi.. "
Bram :" cerita nya panjang om.. "
reni :" mbak.. are you ok.. "
__ADS_1
wina :" yah.. " masih menangis
Bram :" ma.. wina belum makan.. tolong beri dia sesuatu "
wina :" aku gak lapar mas.. "
Bram :" sayang.. pikirkan kandungan mu, anak kita butuh nutrisi " namun Wina malah menangis sejadi jadi , dan Bram pun langsung sigap memeluk nya
wina :" mas aku sudah menjadi pembunuh.. " memeluk erat Bram
Bram :" tidak sayang.. kamu melakukan itu karena melindungi ku.. ,apa kamu mau jika mas yang tertembak hah.. " Bram pun ikut menangis
wina :" tidak.. ?? aku tidak akan membiarkan itu "
Bram :" jadi apa yang kamu lakukan itu sudah benar sayang.. "
Wina :" tapi mas.. "
Bram :" ssssttt.!!! cukup, lupakan kejadian hari ini , mas akan selalu bersama mu.. kita semua mencintai mu ,sekarang makan ya.. "
wina :" suapin.. " dengan manja nya dan semua orang pun tersenyum
Bram :" iya pasti.. " tersenyum dan mengusap lembut pipi wina
mila :" sayang ini.. makan lah.. " memberikan piring kepada Bram
wina :" anak anak... !! mas aku mau ketemu anak anak, " tiba tiba syasa berlari ke arah Wina
syasa :" mama.. !! memeluk wina
wina :" anak mama.. " menciumi pipi syasa
wina :" ma,si kembar mana "
rina :" di sini nyonya "
Wina :" putra anak mama " memangku putra dan menciumi nya
wina :" putri.. anak Mama.. maafin mama nak.. jam segini baru pulang.. kalian pasti rindu sama mama hem.. mana senyum nya.. "
putra :" mama.. " Wina pun langsung memeluk ketiga anak nya,dan menangis... dan semua yang menyaksikan pun menangis.
Bram :" sudah sayang.. makan lagi ya, ada anak kita lagi yang masih butuh perhatian khusus hem.. "
wina :" iya mas.. "
Bram :" tuti.. dini rina, bawa anak anak dulu ke kamar "
__ADS_1
dini :" baik tuan " para baby sister pun mengambil anak anak dan du bawa ke kamar masing-masing
Nindy :" sudah win.. jangan menangis lagi, kamu kalau nangis terus susuk mu nanti luntur " dan mereka semua pun tertawa,
Nindy sengaja mencairkan suasana karena sejujurnya dia paling tidak tahan melihat wina menangis
wina :" kak Nindy bisa saja, biar luntur, nanti pasang lagi haha " Bram pun lega setelah melihat wina sedikit ceria
Nindy :" apa kamu gak mau tau aku dan reni sekarang lagi hamil
wina :" serius.. !!
reni :" iya mbak..
wina :" om sama doni bikin nya janjian ya " menatap satya dan doni
satya :" iya kenapa.. mau juga "
Bram :" hahaha..
satya :" kalian ya suami istri sama saja omongan nya "
wina :" hehe.. om.. masih ok juga ternyata "
satya :" kamu ngeremehin om hah.. "
Wina :" gak om bercanda ha-ha "
Bram :" sini aa lagi sayang.. "
wina :" sini mas biar aku makan sendiri "
Nindy :' dasar bunglon "
wina :" biarin... "
Damar :" Bram bisa bicara sebentar "
Bram :" boleh.. " Bram dan damar pun menjauh dari ruang keluarga
damar :" bagaimana ini semua terjadi,dan apa maksud wina dia menjadi pembunuh "
Bram pun menceritakan semua, dari awal dan bagaimana wina menembak Burhan j
Damar :" istri mu benar benar singa betina Bram, mengerikan !!" Bram pun hanya tersenyum dan melihat wina dari kejauhan, betapa beruntung nya wina menjadi istrinya
****************
__ADS_1
Terima kasih jangan lupa like komen,vote