Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
30. Wartawan


__ADS_3

"Assalamualaikum, Bu catering banyak wartawan" suara Arin terdengar dari sambungan ponsel Wina.


"Apa! kenapa bisa?,"


"Tidak tahu bu, mereka mencari tau tentang bu Wina," jawab arin seadanya


"Ya sudah, kalian tenang, saya akan segera ke sana," Balas Wina agar arin tidak panik. Bram yang melihat istri nya panik mengerenyitkan dahinya ada apa gerangan.


"Sayang ada apa?," Tanya Bram seraya memakai jasnya.


"CATERING, di sana banyak wartawan mas, dan ini aku mau ke sana," jawab Wina nampak cemas.


"kenapa banyak wartawan? meraka mau mencari berita apa lagi dari mu?,''


"Entahlah, Aku benar benar tidak nyaman," balas Wina yang memegang pelipis nya, Wina memang tidak suka jika pribadinya di usik bahkan ia juga tidak mempunyai media sosial, karena menjaga hal hal yang tidak diinginkan terlebih keselamatan sang anak.


"Tenanglah, biar mas yang membereskan" Bram melihat istrinya benar benar gelisah, laku ia memeluknya.


"Mas bagaimana syasa, Aku tidak mau mereka juga menyorot Syasa" cemas Wina.


"Tenang,Syasa juga anak ku, biar mas menjaganya dengan cara mas sendiri," balasnya seraya melepaskan pelukannya lalu meraih ponselnya yang ada di meja.


"Halo Boy, jaga anak ku kemana pun ia melakukan aktivitasnya, terlebih saat di sekolah. jangan sampai ada kamera yang mengambil gambarnya. paham," ucap bram tegas di sambungan ponselnya.


" baik tuan muda," jawab boy lalu mereka berdua memutuskan sambungan telepon nya


"Mas..apa tidak berlebihan,"


🍁


"Apa sebenarnya yang kalian cari dari kehidupan istri saya, bukan kah kemarin saya sudah menjelaskan semuanya" jelas Bram pada wartawan.

__ADS_1


"Kami hanya ingin mengetahui kenapa istri anda membuka usaha catering, padahal anda sudah bisa mencukupi nya," tanya salah satu wartawan.


"Usaha istri saya dirintis sebelum menikah dengan saya, dan istri ku orang yang mandiri,dan mempunyai seorang putri yang harus ia hidupi," jelas Bram seraya merangkul Wina.


"Saya rasa cukup, ingat, saya tidak suka keluarga ku kalian usik, terlebih masalah pribadi, Terima kasih," ucap Bram lagi dan akhirnya para wartawan tersebut pergi, Arin yang sedari tadi menunggu bosnya datang pun merasa lega.


"Bu, kami di sini semua taku, Takut mereka menanyakan suatu yang kami tidak bisa menjawab, akhirnya kami diam saja,"ucap arin saat menghampiri Wina dan bram


"Sudah tidak apa apa, kalian melakukan hal yang benar," jawab Wina lalu tersenyum ramah. Arin merasa beruntung memiliki bos yang sangat sabar dan tegas serta ramah dengan semua pegawainya.


"Sayang, mas ke kantor" ucap bram tiba-tiba, Karena ia juga sudah sedikit terlambat ke kantor.


"Baiklah, nanti aku menyusul," jawab Wina lalu memeluk Bram di depan Arin, Pelan pelan arin pun mundur,ia merasa berada situasi yang membuatnya tidak enak hati.


"Baiklah, mas tunggu di kantor," Balas bram lalu mengecup kening Wina


"Iya.. nanti aku bawakan sarapan untuk mu " jawab wina lembut lalu tersenyum, setelahnya Bram meninggalkan Wina dan menuju kantor nya.


🍁


"Mas" sapa Wina saat masuk keruangan nya.


"Hai sayang," balas Bram tersenyum bahagia, melihat Wina datang dengan membawa kontak makanan.


"Mas pasti lapar, ini aku bawakan masakan kesukaan mas, rica rica, ucap wina sembari membuka kotak makanan nya. Bram duduk di sofa di samping Wina yang membuka kotak makanannya.


"Aku sangat lapar sayang" ujar Bram, membuat tawa kecil di bibir wina


"ini, habiskan" balas Wina,lalu memberikan kotak makanannya pada Bram


"masakan kamu memang tidak ada duanya sayang, nikmat" puji Bram saat memakan suapan pertamanya, Wina hanya tersenyum bahagia, sang suami sangat menyukai masakannya, seraya mengambilkan minuman untuknya.

__ADS_1


Tak lama suara pintu terbuka, dan membuat keduanya terkejut, siapa lagi kalau bukan Damar si pengganggu sekaligus asisten dan sahabat Bram.


"Bram, nanti ada.."Suaranya terputus saat melihat makanan di atas meja,


"wah.. kebetulan, Aku lapar" ucapnya tanpa fi tawari ia mengambil salah satu kotak makanannya,lalu memakannya, Bram dan Wina hanya tersenyum melihatnya Damar.


"Dasar Asisten tidak mempunyai akhlak, main sambar saja makanan bosnya" celetuk Bram di sela makannya, Namun Damar masa bodo, dan tetap melanjutkan makannya.


"Bodo Bram, Aku lapar, istri ku pulang kampung, katanya rindu dengan mamanya" balas Damar yang juga tidak sarapan pagi, karena sang istri harus pulang ke kampung halamannya.


"Oh, kamu tidak ikut"


"Lalu pekerjaan ku bagaimana," balas Damar melihat Bram, ia tahu jika Bram pasti tidak akan memberkati izin jika ia tiba tiba ikut sang istri pulang kampung.


"Iya juga," jawab Bram lalu tertawa,


"Dasar bos pelit cuti," Gerutu Damar . lagi lagi Bram hanya tertawa melihat ekspresi kesal Damar.


"Ada apa kamu datang ke ruangan ku?" tanya Bram setelah selesai makan.


"Ada meeting nanti jam 2"


"Heum.. lalu"


"Pulang"


"Ok baiklah, siapkan saja semuanya,' balas Bram seraya melihat Wina yang sedang mengupas buah jeruk untuknya.


"Kalau begitu, aku keluar, dan terima kasih sarapannya win, masakan mu emang tidak ada duanya" pamit Damar seraya mengusap bibirnya dengan tisu lalu berdiri dan melangkah keluar, Wina hanya tersenyum masakan mendapatkan pujian dari Damar.


***

__ADS_1


__ADS_2