
lima tahun kemudian,
syasa pandita kusuma \= 11 tahun
putra bram sanjaya \= 6 tahun
putri bram sanjaya \= 6 tahun
Abimanyu sanjaya \= 5 tahun
banyu sanjaya \= 3 tahun
bayu sanjaya \= 3 tahun
bram sanjaya \= 40 tahun
wina Wijaya \= 35 tahun
๐
taman belakang rumah
wina: " mas.. aku mencintaimu.. "
bram: " katakan sekali lagi.."
wina: " aku mencintaimu bram sanjaya"
bram: " wina Wijaya.. my wife, my life, my everything , I love you so much " mengecup kening wina
bram: " Terima kasih kamu telah memberi ku banyak anak "
wina: " Terima kasih mas sudah menjadi ayah dari anak anak kita"
syasa: " ma.. pa.. "
bram: " iya sayang.. "
syasa:"syasa memutuskan untuk bersekolah di jakarta pa.. ma.. "
wina: " alasannya.. "
syasa: " menemani opa Herman dan oma dita
bram: " apa kamu yakin.. bisa jauh dari kami terutama adik adik mu hem.. "
syasa: " yakin pa.. kasian opa sama oma " duduk di tengah tengah bram dan wina dan bersandar di bahu bram
__ADS_1
syasa: " ma.. apa nanti syasa akan di bully sama temen syasa.. "
wina: " alasan apa yang membuat kamu di bully, dan siapa yang berani membully mu, "
syasa: " bukan begitu ma.. syasa baru akan menginjak 12 tahun tapi sudah masuk bangku SMA, "
bram: " tidak ada yang berani membully gadis cerdas seperti mu, kamu sudah membuktikan hanya dalam waktu 4 tahun kamu sudah berhasil menyelesaikan sekolah dasar mu dan dalam waktu 2 tahun kamu berhasil menyelesaikan sekolah menengah pertama, dan jika memungkinkan kamu bisa menyelesaikan sekolah menengah atas mu dalam waktu 2 tahun dan masuk Universitas saat usia mu 14 tahun, dan jika kamu fokus akan cita cita mu papa yakin kamu bisa lulus kuliah saat kamu berusia 18 tahun, dan kamu sudah bisa mempimpin perusahaan opa Herman, sembari kuliah S 2 mu di luar negeri "
syasa: " syasa optimis bisa pa.. tidak ada yang bisa menghalangi seorang syasa pandita kusuma. dan Terima kasih untuk kasih sayang nya pa.. syasa tau papa bukan papa kandung syasa tapi papa lah papa syasa dari kecil, cinta pertama syasa " memeluk bram,
wina: " ternyata anak mama sudah dewasa, ingat selalu berbuat baik, junjung tinggi kejujuran, lawan ketidak adilan, "
syasa: " aku akan selalu mengingat nasihat mama " tersenyum dan memeluk wina
tiba tiba rombongan satya dan damar datang
satya: " Hai bram.. !!
bram: " om...
syasa: " opa Tampan .. " memeluk satya
satya: " cucu opa.. " membalas pelukan syasa
syasa: "mana tante galak ku opa.. tante Nindy, tante Nindy selalu menolak jika syasa panggil oma, huh.. menyebalkan.. "
syasa: " cantik.. ,!! cantikan mama syasa hahaha.. "
Nindy: " kamu.. !! " mencubit pipi syasa
syasa: " sakit tante.. " dan syasa pun melihat rombongan anak anak datang
syasa: " oh.. my god.. aku sudah sangat pusing dengan ke lima adik adik ku, ini sudah datang rombongan lagi, "
bram: " hahaha.. ayo lah sayang kamu sanggup mengatasi adik adik mu "
๐ธanak damar dan tiyas ๐ธ
Damian adinata 5 tahun
Yasmin adinata 2 tahun
๐ธanak doni ๐ธ
Reyhan Ferdinand 4,5 tahun
Reno ferdianand 2 tahun
__ADS_1
๐ธanak satya ๐ธ
nisa brata kusuma 4,5 tahun
satria brata kusuma 2 tahun
syasa: " adik adik, kemari semua.. kakak akan menceritakan kisah seorang bos yang menikahi seorang pegawai nya yang seorang petugas kebersihan, siapa yang mau mendengar nya " semua pun berhamburan mendekati syasa dan damar, tiyas, doni, reni serta Nindy ikut bergabung kecuali putra
satya: " bram kenapa, putra tida ikut bergabung dengan yang lain nya"
bram: " om tanyakan saja langsung dengan putra, pasti om terkejut dengan jawaban nya "
satya: " oh ya.. " memicingkan sebelah alisnya
satya: " putra.. kemari.. " putra pun menghampiri satya
putra: " opa.. " menyalami satya
satya: " opa boleh bertanya, sesuatu dengan mu "
putra: " boleh opa, tapi jika tidak penting, putra tidak akan menjawab , silakan ajukan pertanyaan opa "
satya: " kenapa kamu tidak bergabung dengan adik adik yang lain "
putra: " apa cerita kak syasa begitu penting, putra rasa tidak.. calon pemimpin tidak ada waktu untuk mendengar kan cerita yang membosankan, permisi opa, putra mau melanjutkan membaca buku " menyalami satya
wina: " om lihat sendiri.. itu hasil didikan papa nya , begitu dingin, sorot mata nya, mengerikan jika sedang marah "
satya: " dan lihat lah syasa, di umur nya yang sekarang, dia sudah seperti mu win.. cara bicara nya, cara menyampaikan suatu kalimat, dan terlihat dewasa di usia yang sekarang "
wina: " tapi syasa orang nya ambisius om, dan keras kepala seperti papa nya alfin, beruntung mas bram selalu memberi nya nasehat "
satya: " ya.. om harap, dia tumbuh seperti mu win " Wina hanya tersenyum
satya: " oh.. ya..mana mbak mila dan mas Bima "
bram: " mama sama papa sedang berada di luar negeri, jalan jalan, menikmati masa tua "
satya: " wow.. "
************************************
Terima kasih.. like vote komen ya..
novel ini akan author tamatkan, tapi ada tiga episode lagi, setelah itu author tamatkan ya dan cerita nya author ganti dengan syasa dewasa, untuk bram dan wina di cerita ini tetap masih ada ya,
jangan lupa baca juga novel **bram untuk wina
__ADS_1
๐ค๐ค๐ค๐ค๐ค**