
Dua bulan kemudian
Pernikahan Bram dan Wina kini memasuki 2 bulan 3 minggu, damar pun kini resmi menjadi seorang duda tanpa anak, sedangkan tiyas kini sudah bekerja di bagian staf kantor cabang milik bram sanjaya dan Wina pun sudah membuka cabang catering nya . Seperti biasa saat pagi hari wina mengurusi syasa lalu mengurusi suaminya
" Sayang.. Bagaimana dengan dasi ku " Ucap bram yang kesulitan mengenakan dasi wina pun tersenyum lalu meletakkan jam tangan nya dan menghampiri bram yang berdiri di depan kaca
" Sebelum menikah, siapa yang memasangkan dasi mu mas? " Tanya wina sambil memasangkan dasi bram
" Aku memasangnya sendiri, tapi mama yang selalu membenarkan nya " Jawab bram lalu melingkarkan kedua tangan nya di pinggang wina
" Sudah .. " Ucap wina lalu merapikan kerah kemeja suaminya. bram pun melepas tangan nya yang melingkar di pinggang wina lalu mengambil parfum yang biasa ia gunakan
" Mas.. Jangan menggunakan parfum itu, beberapa hari ini aku mual jika mencium parfum yang mas gunakan " Ucap wina mengambil parfum dari tangan bram
" kenapa sayang.. bukannya biasanya kamu suka kalau mas memakai parfum itu " Jawab bram heran dan melihat wina
" Tidak mas, aku mual , gunakan parfum ini saja " Ucap wina lalu memberikan parfum nya pada bram
" Bukankah ini parfum syasa sayang " Ucap bram sambil menyemprotkan parfum nya lalu wina menghirup aroma nya
" Aku suka wanginya, wangi bayi " Ucap wina lalu tersenyum , namun bram berfikir jika istrinya akan datang bulan.kemudian mereka turun kebawah dan menuju ruang makan untuk sarapan pagi. bram dan Wina duduk bersebelahan, sedangkan pak bima duduk di ujung meja dan bram duduk berhadapan dengan bu mila , bu mila dan bima pun memulai sarapan. begitu juga dengan bram tapi wina malah tak menyentuh piring nya.. bram yang melihat istrinya pun bersuara
" kenapa sayang.. ayo sarapan " Ucap bram lalu mengusap rambut panjang wina
" iya mas...tapi aku pengen sosis goreng " Jawab wina
" kenapa sayang apa masakan mbok ina tidak enak, atau kamu tidak suka " Ucap bu mila
" Tidak ma.. wina cuma mau sosis goreng "
" Ya sudah.. Biar mas menyuruh mbok Ina untuk membuatkan sosis goreng untuk mu " Ucap bram, pak Bima hanta tersenyum melihat keinginan wina
__ADS_1
" Tidak mau.. Aku mau mas yang membuat nya " Pinta wina sambil menggenggam jemari bram
" Astaga.. Ada apa dengan mu, dari kemarin kamu manja sekali sayang " Tanya bram sedikit kesal
" Bram turuti, sebelum wina kesal " Ucap pak bima tiba tiba seolah mengetahui perubahan wina
" Baiklah tunggu sebentar " Ucap bram dan melihat bu mila seolah meminta bantuan dinas pun tersenyum, kemudian bu mila dan bram menuju dapur.
" ma..akhir akhir ini menantu kesayangan mama sangat manja , sampai bram terkadang kewalahan menuruti keinginan nya, dan meminta makanan yang aneh aneh " Ucap bram sembari menggulung lengan kemejanya. dan memakai apron nya
" Mungkin istri mu sedang hamil bram " Jawab bu mila mengeluarkan sosis nya dari lemari pendingin
" Apa.. Mungkin ma.. Karena bulan ini seperti nya dia telat datang bulan " Jawab bram lalu tersenyum
" cepat buatkan sosisnya ,sebelum mood nya berubah" Ucap bu mila lalu membantu bram menggoreng sosisnya
" iya ma.." Jawab bram antusias. Bram dengan senang hati menggoreng sosis untuk wina, setelah selesai bram membawakan sosis goreng nya ke meja makan
" Terima kasih mas " Jawab wina yang sudah berbinar melihat sosial goreng nya lalu tersenyum kemudian wina mulai memakannya dengan lahap nya dan seperti takut ada yang meminta
" sayang.. pelan pelan makan nya,tidak ada yang meminta " Ucap bram melihat wina begitu lahap
" hem.. enak mas " Jawab wina lalu tersenyum , bu Mila dan pak bima pun hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah menantu nya . setelah selesai sarapan bram dan wina berpamitan pada bu Mila dan pak bima .
" pa... ma.. wina sama mas bram berangkat " Pamit Wina lalu bersalaman dengan pak bima dan bu mila
" hati hati sayang " Jawab bu mila lalu tersenyum
" jaga istri mu bram " Ucap pak bima
" Pasti pa.. " Jawab bram singkat lalu mereka masuk kedalam mobil kemudian pak dedy melajukan mobil nya
__ADS_1
" Sayang, kamu mau langsung ke tempat catering atau main ikut ke kantor mas eum.. " Tanya bram saat berada di mobil
" langsung ke catering saja mas ,aku ada janji Dena pelanggan ku " Jawab Wina sambil memeriksa pesan di ponsel nya
" Baiklah.. " Ucap bram lalu tersenyum
" Sayang..boleh mas bertanya? "
" Boleh..? " Jawab Wina lalu meletakan ponselnya di dalam tasnya
" Apa kamu sudah datang bulan? "
" Astaga... Belum mas seharusnya seminggu yang lalu, jangan jangan aku hamil mas " Ucap Wina lalu tersenyum bahagia
" Semoga sayang, aku sangat berharap kamu segara hamil anak ku " Jawab bram lalu memeluk Wina
" nanti mas belikan tes kehamilan untuk mu " Ucap bram lalu melepaskan pelukan nya wina pun hanya mengangguk.
" mas aku duluan ,sudah sampai ingat jangan tebar pesona " Ucap wina saat mobil nya berhenti di depan tempat catering nya lalu menyalami bram, lalu bram mencium kening wina lalu tersenyum, lalu wina turun dan Bram langsung ke kantor nya
🍁
" tiyas antarkan laporan ini ke kantor pusat,pastikan pak bram atau pak damar yang menerimanya,karena dokumen ini penting " Ucap atasan tiyas lalu menyerah kan beberapa dokumen nya
" baik Pak bondan , kalau begitu saya permisi " Jawab tiyas lslu membawa dokumen nya dan bergegas menuju kantor pusat sanjaya grup.
" Akhirnya aku ke kantor pusat, aku sangat merindukan suasana kantor di sana " Ucap tiyas dalam hati dan melangkah dengan sangat antusias tak lama ia pun menunggu taksi untuk ke kantor pusat. Di sisi lain bram yang sedang sibuk di depan laptop nya pun merasa gelisah dan pikiran nya selalu tertuju pada wina.
🍁🍁🍁🍁
vote like komen
__ADS_1
Terima kasih 😘💕