
setelah beberapa jam menempuh perjalanan jakarta - tokyo ( Jepang) , mereka menginap di salah satu hotel di sana , yang sebelumnya sudah damar pesankan untuk mereka.
" apa kamu lelah? " tanya bram yang melihat wina berbaring di tempat tidur lalu menghampiri nya setelah meletakkan kopernya kemudian duduk di tepi tempat tidur
" eum.. aku lelah mas dan juga lapar " jawab wina lalu meletakkan kepala nya di pangkuan bram
" mau makan apa? " tanya bram, sambil mengusap kepala wina
" apa saja yang penting makanan Indonesia , aku tidak suka makanan jepang " jawab wina manja sambil memeluk kaki bram
" baiklah.. katakan mau makan apa ? "
" soto"
" ok " jawab bram lalu mengambil gagang telepon hotel lalu memesan soto permintaan wina.
" sayang apa kamu pernah ke Jepang sebelum nya " tanya bram saat selesai memesan makanannya
" pernah.. "jawab wina lalu duduk menghadap bram
" waktu masih sendiri, waktu itu aku mewakili perusahaan papa herman, senang sekali rasanya mendapat kepercayaan dari papa herman dan waktu itu aku masih belum mengenal mas alfin " jelas wina lalu tersenyum membayangkan masa lalu nya sewaktu bekerja di perusahaan pak herman. bram pun hanya tersenyum sambil menggenggam jari wina . tak lama pesanan mereka pun datang , lalu bram membuka pintu dan menerima pesanan nya.
" sayang ini soto nya " ucap bram saat sudah meletakkan nampan di atas meja, lalu wina menghampiri bram dan duduk di samping nya
" seperti nya lezat.. " ucap wina yang menghirup aroma sotonya, lalu mereka berdua pun bersama, setelah makan mereka pun mandi dan istirahat karena hari sudah malam.
__ADS_1
🍁
kediaman damar.
" astrid , apa kamu bisa meletakkan ponsel mu sebentar saja , lalu melayani ku " ucap damar melihat Astrid yang sedari tadi tidak lepas dari ponsel nya
" tidak bisa aku sedang membalas pesan dari teman ku " jawab Astrid santai dan matanya masih fokus di layar ponsel nya
" penting kah, sampai kamu mengabaikan suami mu " ucap damar kesal
" tidak perlu berlebihan mas " ucap Astrid yang mulai kesal. lalu tidur membelakangi damar.tak terasa mereka pun tertidur dengan keadaan memendam amarah masing-masing hingga pagi pun tiba.
"adit mana bukti yang aku minta, " ucap damar pada orang suruhan nya yang pagi-pagi sekali sudah datang kerumah nya dan membawa apa yang damar ingin kan
" ini tuan, semua sudah ada di dalam " jawab Adit sambil menyerahkan barang bukti pada damar.
" Terima kasih tuan, " jawab Adit lalu tersenyum begitu juga damar, kemudian Adit pun pergi meninggalkan rumah damar
" dengan sangat hati hati, damar membuka nya sangat melihat beberapa barang bukti perselingkuhan istrinya hingga menginap di hotel.
" astaga.. " ucap damar terkejut lalu mengusap kasar wajah nya dan mengepalkan tangan nya, dunia dan impiannya bersama astrid hancur begitu saja. tak lama ia pun masuk kedalam rumah.
" siapa mas" tanya Astrid santai saat melihat damar menghampiri nya di meja makan yang sedang sarapan
" kurir.."
__ADS_1
" mas tidak sarapan ? " tanya astrid
" nanti saja di kantor , aku belum laper " jawab damar menahan emosi
" aku tunggu di ruang tengah, aku ingin bicara dengan mu " ucap damar lalu meninggalkan astrid di ruang makan. tak lama astrid pun menyusul damar di ruang tengah
" apa yang ingin mas bicarakan " tanya Astrid saat yang sudah duduk di sofa sedangkan damar berdiri membelakangi astrid dan memegang bukti bukti tentang Astrid
" apa maksud semua ini " ucap damar lalu melepar bukti perselingkuhan astrid berupa foto dan bukti menginap di hotel, sontak astrid terkejut setelah melihat bukti yang damar peroleh
" mas aku bisa jelaskan semua nya " jawab astrid ketakutan dan mendekati damar
" cukup !! bukti itu sudah menjelaskan semuanya, aku sudah lama mencurigai mu, ternyata benar kamu berselingkuh di belakang ku. " ucap damar yang emosi nya sudah tidak terkontrol.
" mas maafkan aku. aku salah " jawab astrid lalu berlutut di kaki damar
"aku memaafkan mu , tapi aku sudah tidak bisa menerima mu sebagai istri ku " jawab damar tegas dan penuh penekanan
" mas....!! itu artinya... " ucap astrid yang sudah memahami maksud damar ingin berpisah
" artinya, kita berpisah " jawab damar, astrid pun menangis sejadi-jadinya mengingat perbuatan nya, lalu damar pergi kekantor dengan hati remuk redam, tak menyangka rumah tangga yang ia bangun selama 3 tahun kandas begitu saja karena ulah sang istri.
🍁🍁🍁🍁
vote like komen
__ADS_1
Terima kasih😘💕