
ruang damar
damar dan tiyas menyelesaikan semua pekerjaan yang menumpuk dengan proporsional, walau sesekali mereka melempar senyuman dan pandangan sekedar memberi semangat.
" mas ini laporan yang mas minta sudah selesai, " ucap tiyas menghampiri damar dan menyerah kan 6 laporan
" oh iya , sini , terima kasih sayang "
"eum.. kerja bagus.. . " ucap damar sambil memeriksa laporannya
" terima kasih , " jawab tiyas lalu tersenyum
" oh ya..makan siang di kantin saja.. selesai dari kantin kita ke lobby ,aku ada janji dengan orang percetakan '' jelas damar sambil meraih jemari tiyas
'' iya..'' jawab tiyas singkat lalu melihat jam tangannya .
'' mas sudah jam istirahat ,ayo kita turun '' ucap tiyas
'' ok.. ayo.. '' jawab damar lalu mereka keluar ruangan dan menuju kantin bawah , semua mata tertuju pada tiyas dan damar , namun damar dan tiyas tidak memperdulikan pandangan karyawan lain nya . damar dan tiyas asyik bercanda dan tertawa . mereka sudah mengira damar dan tiyas mempunyai hubungan khusus namun mereka tidak berani menanyakan langsung. dan hanya berbicara di belakang
'' pak damar dan tiyas semakin hari semakin mesra '' celetuk salah satu karyawan yang melihat damar dan tiyas sedang makan bersama di kantin
'' biarkan saja ,toh mereka sama sama tidak mempunyai pasangan ''
'' paling yang merasa kebakaran jenggot pasti Bu Ratih , sudah patah hati dengan pak Bram sekarang patah hati dengan pak damar '' celetuk salah satunya lalu ketiganya tertawa
'' Bu Ratih tidak cocok untuk pak damar dan pak Bram , Bu Ratih Sombong dan angkuh '' jawab nya lalu merasa kesal membayangkan wajah Ratih yang merasa paling cantik . damar dan tiyas pun selesai makan siang lalu mereka menuju lobby kantor ,damar dan tiyas duduk di sofa lobby sedikit berjauhan karena tiyas merasa risih Ratih selalu melihat ke arah nya , tiyas mengetahui jika ratih menyimpan hati kepada damar
'' tiyas mari duduk di sebelah ku '' pinta damar menepuk Sofanya
__ADS_1
'' tidak mau , Bu Ratih melihat ku terus menerus , menyebalkan '' jawab lirih tiyas namun damar hanya tertawa kecil
'' sudah jangan hiraukan tatapan Ratih , aku tahu dia menyukai ku tapi aku tetap memilih mu , lemari lah '' jelas damar meraih jemari tiyas , lalu tiyas pun menggeser duduknya dan sedikit rapat dengan damar , Ratih yang melihat pun tidak menyukainya lalu menghampiri damar dan tiyas dan berpura pura menyapa
" hai pak damar halo tiyas .. boleh saya ikut duduk " sapa Ratih
" silahkan Bu , sofa di depan masih kosong " jawab tiyas pura pura ramah lalu tersenyum namun ia menahan emosi , lalu Ratih duduk di sofa di depan damar
'' maaf pak , tidak biasanya bapak di jam istirahat ada di lobby '' tanya Ratih lalu tersenyum
'' ya.. saya sedang menunggu seseorang '' jawab damar santai lalu tersenyum namun matanya terus melihat tiyas yang wajahnya masam , damar paham jika kedatangan Ratih membuat tiyas kesal ,tak lama orang yang di tunggu damar oun datang
'' permisi tuan damar , maaf saya terlambat " sapa nya lalu bersalaman dengan damar
'' tidak apa apa soni , aku dan tiyas juga baru saja sampai di sini '' jawab damar merangkul tiyas ,Ratih yang melihat damar merangkul tiyas dengan mesra pun bingung sedangkan tiyas hanya tersenyum
" maaf tuan jadi nona ini calon istri anda'' tanya Soni melihat tiyas
'' tunggu , maaf sebelumnya pak , maksud bapak , tiyas calon istri bapak ? '' tanya Ratih masih tidak percaya
'' ya.. ada masalah .. ''
'' tapi dia kan.. itu.. ''
'' maksud mu ? '' tanya damar tidak mengerti maksud Ratih
" oh.. sekarang aku paham '' ucap Ratih sedikit meninggi lalu ia berdiri lalu menunjuk tiyas
'' jadi kalian berdua mantan OB bersekongkol menjebak petinggi perusahaan sanjaya hah , Wina Menikah dengan CEO perusahaan ini dan kamu berhasil menjebak asisten CEO nya , licik kalian berdua '' ucap Ratih menggema di lobby , damar dan tiyas pun berdiri dan tidak tahu arah pembicaraan Ratih , tanpa di sadari mereka Bram dan Wina mendengarkan semua nya ,Wina pun geram lalu menghampirinya Ratih lalu menampar nya
__ADS_1
"plak" seketika ratih terkejut dan melebarkan matanya sembari memegangi pipinya
" siapa yang menjebak siapa heum ..! di sini tidak ada yang jebak menjebak,dan tidak ada yang berbuat licik ! " suara tinggi wina menggema di lobby, semua yang menderita nya terkejut melihat Wina baru pertama kali bernada tinggi di depan banyak orang terlebih di depan karyawan suaminya
" saya dan tiyas memang bersahabat tapi kami tidak selicik yang ada di pikiran mu Ratih , saya tau, semenjak saya menikah dengan Bram Sanjaya, kamu lah satu satunya orang yang selalu menjelekkan saya di belakang ,mungkin saya akan diam , jika kamu hanya menjelekkan saya sendiri,tapi jika menyangkut sahabat saya tiyas, saya tidak akan tinggal diam dan saya tidak terima " jelas Wina tegas dengan nada sedikit ia tekan dan melihat tajam Ratih ,ratih terdiam begitu juga semua orang,termasuk bram
" saya juga tau siapa siapa saja yang tidak menyukai ku , jangan menganggap saya bodoh karena saya diam, saya diam karna saya masih punya rasa kasihan dengan kalian ,bisa saja saya menyuruh suami saya memecat karyawan yang mempunyai mulut kotor seperti mu , perusahaan tidak membutuh kan karyawan yang kerja nya menggosip, menceritakan aib rekan kerjanya dan sebagainya . kalian beruntung masih bisa kerja di sini dan mempunyai jabatan, ingat.. di luar sana , masih banyak ,yang lebih baik dan mempunyai skill seperti kalian .jika kalian masih ingin bekerja di sini , jaga sikap dan perilaku kalian, PAHAM SEMUA. !!!! '' teriak Wina di akhir kalimat nya
" satu lagi.. pak damar dan tiyas akan menikah Minggu ini jadi kalian tunggu saja undangan nya ,dan jangan sampai saya mendengar ucapan yang tidak pantas menyangkut pak damar dan tiyas " ucap wina lalu ia beberapa langkah dari hadapan ratih dan melihat jam tangan nya
'' baiklah jam istirahat sudah mulai habis,semua kembali ke ruangan masing masing dan kerjakan kerjaan kalian masing-masing '' perintah Wina tegas dan melihat karyawannya ,
semau karyawan yang berada di sekitar membubarkan diri dan kembali ketempat masing-masing. Bram ,damar dan tiyas serta Soni hanya bisa diam terlebih tiyas yang hanya melihat Wina terperangah
'' hai kenapa kalian diam saja , ayo pilih udangnya '' ucap Wina pada tiyas dan damar saat karyawan nya kembali bekerja
'' ah iya.. '' jawab tiyas lalu duduk kembali di sofa dan mulai memilih undangan nya .
'' mas ayo pulang.. '' ajak Wina pada bram lalu meraih lengan Bram
'' tiyas aku pulang , jaga Kantor ''
'' memang nya aku security dua puluh empat jam '' jawab tiyas asal Wina pun dan semua nya pun tertawa .
'' sudah sana pulang '' celetuk tiyas sambil mengibas Ibas tangannya seperti orang mengusir
'' aku pecat kamu '' canda Wina
'' bodo' '' jawab tiyas lalu keduanya tertawa , lalu Bram dan Wina pun pulang ke rumah
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁
terima kasih