Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
64.Dermawan


__ADS_3

Tiga hari setelah pernikahannya. Tiyas dan Damar kembali bekerja, dan kini setelah menikah Tiyas di boyong ke Apartemennya


"Sayang bisa tolong aku sebentar?'' ucap damar seraya menghampiri Tiyas yang ada di meja makan dengan dasi yang


menggantung di lehernya


''Mari..'' jawab Tiyas sedikit menjinjit karena ia terlalu pendek dan mungil


''Apa kamu bisa sedikit merendah'' ucap Tiyas kesusahan,Damar tertawa kecil lalu meraih pinggang Tiyas dengan kedua tangannya dan mengangkat nya ke atas meja makan.


''Duduk di sini'' ucap damar lalu di depan Tiyas. Tiyas tersenyum lalu mengikat dasinya.


''Kamu bisa saja mengangkat ku ke atas meja'' ucap Tiyas dan keduanya tersenyum. Damar melihat lekat sang istri dan memegang pinggang Tiyas.


''Cantik'' gumam Damar lalu mencium pipi tiyas.


''Sudah Ayo berangkat'' ucap tiyas lalu kedua berangkat ke kantor. sementara itu di sisi lain Bram dan Wina tengah mengobrol di di kamarnya.Dan tak sengaja mata Wina melihat sesuatu di sudut lemari


''Mas ini apa?''

__ADS_1


''Mana'' tanya Bram melihat sudut lemari, lalu mengambil brang berbentuk kotak dan di bungkus kertas warna coklat.


''Apa ini kira kira'' tanya Bram lalu merobek kertasnya


''wow.. ini kan, Astaga'' ucap win melihat foto dirinya sedang berciuman di pantai saat bulan madu pertama mereka di Jogja. lalu Bram memasangnya di dinding kamarnya.


''kamu suka?'' tanya Bram melihat Wina yang sedang melihat fotonya


''heum'' Jawab nya singkat lalu tersenyum.


''Ya sudah ayo berangkat'' ajak Bram merangkul Wina lalu mereka keluar kamar dan berangkat bekerja sama sama. Sebelum berangkat ke kantor, Bram mengantar Wina ke tempat catering setelahnya ia baru menuju kantornya. Tak lupa ia selalu memerintahkan boy sang bodyguard untuk menjaga Wina kemana pun Wina pergi, Karena Bram tidak mau terjadi sesuatu pada Wina terlebih Wina saat ini tengah mengandung. Bram pun semakin protektif padanya.


''Arin hari ini berapa mobil boks yang keluar'' tabya Wina di sela ia memeriksa laporannya


''25 mobil boks bu''


''Yang di cabang?''


''15 boks mobil'' jawab Arin sopan.

__ADS_1


''Ok, kerja kalian bagus. bulan depan ada bonus untuk kalian semua'' ucap Wina yang tidak pernah lupa selalu memberikan bonus jika catering nya Ramai.


Bagaimana tidak ramai yang menggunakan jasa catering miliknya, masakan enak dan bersih serta kualitas terjamin, tidak lupa kantor suaminya adalah pelanggan tetap untuk para karyawannya di kantor. dan jika adda acara acara besar banyak menggunakan jasa catering Wina. di tambah koneksi sang suami yang begitu luas. Tak ayal catering nya selalu ramai.


''oh ya Arin jangan pernah lupa setiap hari Jumat, kirim makanan ke panti asuhan dan bagi bagi nasi boks gratis ke orang orang yang membutuhkan'' ucap Wina yang selalu membagikan makanan gratis setiap hari Jumat. dan ini salah satu sedekah yang menjadi catering nya semakin ramai.


''Baik Bu , itu tidak pernah lupa'' jawab Arin dan tersenyum


''ya Tuhan , Bu Wina sangat baik sekali, pantas saja rejekinya selalu mengalir, memang tuan Bram tidak salah memilih istri, Cantik, baik, sederhana, dermawan pula'' batin Arin melihat Wina masih memeriksa laporannya.


Jam terus berputar hingga saatnya jam istirahat tiba, Wina memutuskan untuk menyusul Sang suami dan membawakannya makanan dari tempat catering nya dengan menu terbaru. ia pun memerintahkan Arin untuk menyiapkan semuanya.


''Arin.. apa semua sudah siap?''


''Sudah Bu , ibu tinggal membawanya''


''baiklah, bawa ke mobil'' jawab Wina lalu ia menuju mobil lebih dulu tak lama di susul Arin membawakan 6 boks kotak makan setelah nya ia ke kantor bersama sang sopir daln bodyguard nya.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2