
" Tidak biasa kamu datang kemari win.. " Tanya tiyas saat wina datang ke pantry dan duduk di sebelah wina yang sedang makan jajanan
" Iya, entah kenapa aku tidak bisa jauh dari mas bram akhir akhir ini " Jawab wina
" Lalu kenapa kamu datang kemari ? " tanya tiyas
" Mas bram sedang bicara dengan pak damar, seperti nya pak damar sedang asal masalah " Jawab wina apa adanya
" Masalah apa, pekerjaan? "
" Tidak tahu, tapi seperti nya masalah pribadi pak damar " Jawab wina lalu tersenyum " Sudah lupakan, itu bukan urusan kita " Ucap wina lagi lalu melanjutkan memakan jajanannya, tiyas pun hanya tersenyum
" Tidak biasa nya kamu suka makan jajanan anak kecil win, apa kamu sedang hamil? " Tanya tiyas melihat wina begitu semangat memakannya
" Kamu ada ada saja yas, aku menikah saja baru tiga minggu " Jawab wina Santai dan melihat tiyas lalu tiyas pun tertawa begitu juga wina
" Oh ya.. Bagaimana dengan kuliah mu " tanya wina
" Tinggal menunggu sidang " Jawab tiyas
"Oh.. Nanti aku rekomendasikan dirimu sama mas bram supaya kamu menjadi bagian Staf kantor " Ucap wina sambil berdiri dan mengambil air minum
" boleh, jika memang kamu percaya pada ku " Jawab tidak lalu tertawa kecil
" Aku yakin kamu bisa " Jawab wina yang langsung duduk kembali
__ADS_1
" Bagaimana hubungan mu dengan rudi ? " Tanya wina
" Menggantung, sudahlah , aku tidak mau memikirkan itu " Jawab tiyas santai
" Sebaik nya tidak perlu dilanjutkan, jika kamu juga masih ragu " Jawab Wina sambil memeriksa ponsel nya karena mendapat pesan dari Bram menanyakan keberadaan nya
" Baiklah.. Sepertinya aku harus kembali ke ruangan mas bram, dia mencari ku " Ucap wina lalu berdiri dari duduk nya
" Baiklah, terima kasih nyonya sudah mau melihat kami di sini dan tidak melupakan kami " Jawab tiyas bercanda lalu tertawa begitu juga Wina ,lalu Wina pun keluar dari pantry menuju ruangan bram
" Mas.. " Panggil Wina, pada bram yang sedang melihat keluar jendela, lalu membalikkan badan nya setelah mendengar suara wina
" Sayang.. Kamu dari mana, mas mencari mu " Ucap Bram yang langsung memeluk wina
" Mas pikir kamu meniggalkan ku " Ucap bram menatap wina
" Mas berlebihan, mana mungkin aku meninggalkan mu " Jawab Wina lalu tersenyum kemudian merapikan dasi bram
" Sudah.. Mulai lah bekerja, aku akan menunggu mu di sofa " Ucap wina lalu menarik lembut lengan Bram agar duduk di kursi kerjanya , kemudian Wina duduk di sofa, bram pun tersenyum lalu mulai mengerjakan pekerjaan nya , sesekali bram melirik wina yang sedang menulis sesuatu di buku agendanya,
" Jangan sampai kejadian damar menimpa ku, aku tidak bisa membayangkan jika kamu pergi dari ku. Sayang., aku sangat mencintaimu " Ucap bram dalam hati melihat Wina yang sedang asyik menulis. Tak lama ia kembali mengerjakan pekerjaan nya,
Waktu terus berjalan, bram dan Wina sibuk dengan pekerjaan nya masing masing, hingga Wina pun merasa jenuh, Wina mencoba berbaring namun matanya tidak bisa terpejam, lalu melihat bram yang sibuk di depan laptop nya, lalu ia mencoba memainkan ponsel nya, namun baru beberapa menit ia pun merasa bosan hingga akhirnya ia menghampiri bram
" Mas, aku bosan " Ucap Wina manja lalu memeluk memeluk bram dari belakang dan mencium pipi nya
__ADS_1
" Ya sudah kamu ke catering saja? " Jawab bram tanpa sadar membuat Wina kesal seolah mengusirnya
" mas mengusir ku " Jawab Wina lalu melepaskan pelukan nya lalu berjalan menuju sofa
" Tidak sayang, maksud Mas jika kamu bosan, lebih baik ke catering saja " Jawab bram lalu berdiri menghampiri Wina
" ya sudah.. aku kembali ke tempat catering " Ucap wina kesal lalu meraih tas nya lalu berjalan keluar ruangan
" sayang... " Panggil bram lalu mengejarnya
" sayang tunggu.. " Ucap bram mengejar wina yang belum begitu jauh, sampai semua karyawan yang berada di sekitar pun melihat bram mengejar Wina
" sayang .. tunggu, kamu kenapa? " Ucap Bram saat berhasil meraih lengan Wina lalu melihat wajah Wina yang nampak kesal
" aku hanya ingin di dekat mu mas , tapi mas seolah mengusir ku " Jawab wina , lalu bram pun memeluk wina , tidak peduli banyak karyawan yang melihat nya.
" Ya sudah ayo.. " Ucap bram lalu mengajak Wina kembali keruangan nya, setelah sampai ke ruangannya bram dan Wina duduk di sofa, Wina pun langsung memeluk bram, dengan posisi kepala nya ia sandarkan di dada suaminya dan memejamkan matanya, merasa aroma parfum suaminya, lalu bram mengendurkan dasinya dan tersenyum melihat Wina, sesekali ia mengecup pucuk rambut nya, tidak terasa Wina pun tertidur di dadanya
" di balik sosok mu yang mandiri, ternyata ada sisi manja mu, aku menyukai sisi manja mu sayang " Ucap bram dalam hati lalu tersenyum.
🍁🍁🍁🍁
vote like komen
Terima kasih😘💕
__ADS_1