Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
menjaga ( TAMAT)


__ADS_3

usia Kandangan Wina kini memasuki 9 bulan lebih dan sudah siap melahirkan dan saat ini ia melarang bram untuk pergi ke kantor dan sudah berjalan ke sana kemari di hadapan bram yang sedang menggunakan dasi.


" mas hari ini jangan ke kantor.. aku merasa hari ini aku akan melahirkan.. " ucap wina sambil mengusap perut nya, dan menahan kontraksi


" hari ini mas ada meeting sayang.. " jawab bram yang tidak melihat wina


" mas tolong jangan.. aw.. sstt huh.. huh.. huh.. " ucap wina yang sudah tidak bisa menahan rasa sakit nya


" sayang.. " ucap bram terkejut melihat Wina yang sudah membungkuk menahan kontraksi dan memapah Wina


" mas ayo ke rumah sakit.. aku sudah tidak tahan " ucap wina mencengkram lengan Bram


" iya kita ke rumah sakit, " jawab bram yang langsung membopong Wina keluar dari kamar, lalu memanggil pak dedi untuk menyiapkan mobil


" pak dedi..! pak dedi.. ! siap kan mobil sekarang " teriak bram, pak dedi pun terkejut lalu bergegas menyiapkan mobil , pak Bima yang melihat bram membopong Wina langsung menelfon rumah sakit


" jalan pak " ucap bram pada pak dedi, pak dedi pintu langsung melajukan mobil nya. di perjalanan menuju rumah sakit Wina terus mencengkram lengan Bram, dan meringis menahan sakit


" huh.. huh.. huh.. sstttt.. sakit mas, aku tidak tahan " ucap Wina yang sudah bercucuran keringat menahan sakit.


" tahan sayang.. sebentar lagi sampai.. " jawab bram melihat Wina yang sudah pucat


"mas.. " ucap Wina lalu tidak sadar kan diri


" sayang.. bangun .. cepat pak !!! " ucap bram pada pak dedi, lalu pak Dedi menambah kecepatan mobil nya . tak lama mobil mereka sudah sampai di rumah sakit, dan langsung di sambut dan di tangani dokter yohana


" dok.. tolong istri saya, dia sudah tidak sadar kan diri. " ucap bram membopong Wina lalu meletakkan di brankar dorong, lalu para petugas medis pun langsung menangani Wina


" tuan, nyonya harus segera di oprasi, kondisi nyonya tidak memungkinkan untuk melahirkan normal " ucap dokter yohana saat sudah memeriksa Wina


" lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya dok " jawab bram yang sudah begitu kacau memikirkan Wina yang tidak sadar diri


" baik tuan dan anda harus Mendata tangani surat persetujuan tindakan oprasi terlebih dahulu , silahkan ikut suster rima, saya dan suster yang lain akan menangani nyonya " jelas dokter yohana

__ADS_1


" baik dok, lakukan yang terbaik " ucap bram, lalu bram mengikuti suster rima untuk menyelesaikan administrasi. setelah selesai ia pun menunggu di depan ruang operasi dengan rasa takut berkecamuk di dalam hati nya, takut terjadi sesuatu pada istri nya.


" ya Tuhan, semoga semua nya baik baik saja " doa bram dalam hati , tak lama pak bima dan bu dita pun datang dan menghampiri bram


" bagaimana Wina bram " tanya bu mila


" Wina tidak sadarkan diri ma dan kondisi nya tidak memungkinkan untuk melahirkan normal jadi harus di oprasi " jelas bram yang duduk di ruang tunggu


" ya Tuhan.. semoga semua nya baik baik saja " jawab bu mila khawatir . satu jam lebih bram menunggu di di depan ruang operasi, hingga dokter membuka pintu ruang oprasi, lalu bram menghampiri yohana.


" dok bagaimana dengan istri saya "


" Nyonya baik baik saja tuan, dan belum sadarkan diri karena masih pengaruh anestesi dan selamat tuan anak anda perempuan, " jawab yohana


" alhamdulillah.. Terima kasih dok "


" sama sama Tuan, dan silakan anda menunggu di ruang perawatan, sebentar lagi nyonya dam Putri tuan akan di pindah kan ke sana "


" baik dok.. " jawab bram lalu tersenyum bram dan pak bima serta bu mila bergegas ke ruangan perawatan Wina.


" bangun.. sadar lah, lihat putri bungsu kita, dia sangat mirip dengan mu " ucap bram di telinga Wina, wina yang mendengar suara bram pun membuka mata nya namun masih setengah sadar


" mas.. "ucap Wina lirih


" mana anak kita "


" iya sayang...anak kita masih bersama suster "Ucap bram yang meneteskan air mata.


" kenapa mas menangis " jawab wina sedikit tersenyum


" tidak.. mas takut terjadi sesuatu padamu saat dirimu tidak sadarkan diri " ucap bram lalu mengusap pipi Wina


" aku baik baik Saja mas.. selagi kamu tetap di sisi ku, sudah jangan menangis, malu sama umur, mas sudah 40 tahun " jawab wina lalu tersenyum

__ADS_1


" jangan mengingatkan usia ku, aku masih muda, buktinya aku memberikan mu 6 anak " jawab bram dan mengusap air mata nya lalu tersenyum , bu mila dan pak bima hanya tersenyum melihat mereka dan tak lama suster mengantarkan bayi nya


" lihatlah anak kita, ia amat mirip dengan mu " ucap bram saat sudah menggendong anak nya dan mendekatkan ke arah wina


" iya.. putri bungsu ku, " jawab wina mencium pipi bayi nya


" aku harap ini yang terakhir mas.. , sudah cukup "


" iya sayang.. "


" cinta ke dua membuat ku bahagia, banyak orang mengatakan jika cinta ke dua itu berbeda dengan yang pertama, ya..memang berbeda, yang aku rasakan ini sungguh luar biasa. banyak cobaan saat di samping mu, namun kita bisa melewati semua nya, aku akan selalu menjaga mu, menjaga keluarga kita, terutama cinta ku pada mu, menjaga cinta kita tidak ada yang boleh mengusiknya. " ucap wina dalam hati melihat lekat suaminya


" banyak cinta yang singgah di hati ku.. namun entah mengapa hanya diri mu yang membuat diri ini aman dan nyaman bersama mu, terima kasih sayang, dirimu luar biasa, sebagai wanita, istri dan ibu untuk anak anak kita, aku akan selalu mencintai mu dan menjaga cinta kita " ucap bram lalu mencium pipi wina dan tersenyum


Β 


**TAMAT**


Β 


🍁🍁🍁🍁


TERIMA KASIH, BAGI PARA READERS, UNTUK LIKE DAN KOMEN NYA, MAAF JIKA SELAMA INI BAHASA AUTHOR MASIH BERANTAKAN, UNTUK KISAH SELANJUTNYA, MASIH BERLANJUT YA, DI ANAK WINA DEWASA,


" CINTA UNTUK SYASA "


" TAKDIR " lanjutan cinta untuk syasa "


''TAKDIR 2'' ( di akun satunya,mangatoon)


''CERITA CINTA ( kisah anak Bram sanjaya)


ADA JUGA NOVEL BARU

__ADS_1


BENΔ°M ( MILIK KU)


TUAN WILLIAM ( masih Hiatus )


__ADS_2