
Setelah damar pulang. Wina langsung menemui Syasa yang sudah bangun, Wina memandikan syasa, menyuapi dan bermain bersama karena wina tidak ingin kehilangan momen penting bersama Sang anak. Sebisa mungkin ia meluangkan waktu untuk Syasa, selebihnya ia melayani suaminya.
Sementara Bram sibuk memeriksa pekerjaannya di leptop. tiba tiba hujan turun dan menggagalkan rencana jalan jalan mereka.
"Dini tolong jaga Syasa, aku mau melihat mas Bram di kamar, dan seperti nya kita gagal jalan jalan." Wina melihat jendela kamar, terlihat hujan mulai turun begitu lebat
"Iya nyonya. Tidak apa apa, di luar hujan, " jawab Dini sopan
"Mungkin besok saja, semoga besok harinya cerah" Wina tersenyum lalu mengusap pipi Syasa.
"Sayang.. mama mau melihat papa bekerja sebentar. syasa sama mbak dini ya, nanti susunya di minum, ok." ucap Wina pada syasa.
"Iya ma.. " jawab syasa sambil asyik bermain, kemudian Wina menuju lantai atas, dan melihat bram di kamar yang sedang serius menatap layar laptop.
"Mas. Sudah kerjanya, kita sedang berbulan madu tapi mas masih saja kerja," ucap Wina. sebenarnya ia tidak suka melihat suaminya mengurusi pekerjaan di saat mereka sedang bulan madu.
__ADS_1
"Iya sedikit lagi sayang," jawab bram yang matanya masih fokus di layar leptop.
"Ok selesai. " Bram menutup leptopnya. kemudian melihat Wina yang duduk di sampingnya dan tersenyum.
"Ada apa. eum" tanya bram melihat Wina yang duduk di sampingnya.
"Hujan, gagal jalan jalan." jawab wina manja lalu memeluk bram
"Mau bagaimana mana lagi. hujan!" jawab bram lalu membalas pelukan wina dan tersenyum melihat tingkah manja wina.
"Mas.. makan bakso sepertinya enak kalau hujan begini?" ucap Wina, lalu melepas pelukannya.
"Mas jangan mulai lagi," ucap Wina lalu sedikit mengerucutkan bibirnya.
" Sebentar saja sayang,"
__ADS_1
"Baiklah sebentar," walau kenyataan Wina tahu, tidak mungkin hanya sebentar, suaminya itu jika sudah berhubungan, pasti menginginkan yang lama. dengan Agresif Wina memulai lebih dulu, hingga suaminya benar benar melayang di buatnya.
"Kamu benar benar membuat ku gila sayang," ucap bram saat wina menciumi dada bidang nya. wina pun hanya tersenyum nakal ke arahnya
"Aku memang ingin membuat mas lebih tergila gila pada ku, hanya pada ku," Wina membuka kaosnya sendiri, kemudian memulai lagi aksinya, hingga permainan mereka semakin panas. dan semua yang melekat di tubuhnya tertanggal.
"Aku tidak bisa berkata apa apa lagi sayang." ucap bram. saat permainan mereka selesai. Wina hanya tersenyum melihat raut wajah puas suaminya.
"Mas bisa saja," Wina lalu memeluknya.
Mereka berdua tidak pernah puas mengekpresikan rasa cinta ,dan bahagia. Bram yang memang pria dewasa, begitu juga Wina yang memang pernah menikah, mereka tidak malu untuk mengatakan hal yang menurut kebanyakan orang tabu. mereka dengan terbuka, mengatakan itu adalah suatu kebutuhan biologis masing masing, dan tidak masalah untuk di bicarakan. toh mereka sudah sah sukai istri.
"Mas. Nanti kalau hujannya reda kita jalan jalan ke alun alun ya, sama ke toko baju, aku mau membeli baju batik sama daster, daster di sini bagus bagus"
"Iya, apa pun yang kamu mau, beli saja. yang penting kamu senang, mas juga senang kalau kamu senang."
__ADS_1
"Terima kasih ya mas, Nanti aku beri hadiah gaya baru." mereka berdua terkekeh, lalu berpelukan. Wina memang benar benar pandai membuat suami senang dalam urusan ranjang dan apa pun itu.
🍁🍁🍁🍁