Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
Abimanyu sanjaya


__ADS_3

rumah sakit


Nindy: " hahaha.. win.. beneran waktu kamu melahirkan kamu ngejambak bram dan membentak nya, bar bar banget kamu melahirkan " duduk di sofa


wina: " haha.. gak sengaja kak . reflek..


haha.. maaf ya mas.. "melihat bram


bram: "gak Papa sayang.. " mengecup kening wina


reni: " mbak.. namanya nya siapa "


bram: " Abimanyu sanjaya " tersenyum


Wina: " bagus gak ren.. "


Reni: " bagus.. panggilannya apa mbak."


Wina: " Abi.. Bima, jay haha.. gak gak.. panggil Abi aja " tersenyum


Bima: " sama saja.. Bima juga gak buruk biar sama opa nya haha "


Wina: " gak pa.. pokoknya Abi.. "


Bima: " haha iya sayang.. papa bercanda "


tersenyum


Bram: " sayang.. ini seperti nya Abi haus " memberikan bayi nya pada Wina


Wina pun menyusui bayi nya, dan semua orang yang menjenguk nya pun pamit, tinggal, Bram, Wina serta bu mila.


Wina: " mas.. anak laki laki kita semua mirip kamu.. Tampan " tersenyum


Wina: " dan putri juga sedikit mirip sama mas. haha, apa takut gak di akui sama papa nya haha "


Bram: " haha.. kamu bisa saja hem.. "mengecup kening Wina

__ADS_1


Wina: " lihat abi... mata hidung, bentuk wajah.. ah.. mungkin mas sewaktu bayi seperti ini.. mengemaskan " mencium pipi abi


Bram: " sekarang juga tetap menggemaskan haha"


Wina.: " haha.. menggemaskan bagi ku, tidak untuk orang lain "


Bram: " pasti... " tersenyum.


Wina: " mas.. mas jadi membeli rumah di dekat rumah Reni.. "


Bram: " jadi.. "


mila: " kenapa sih Bram.. harus membeli rumah.., apa kurang besar rumah yang kita tempati "


Bram: " bukan begitu ma.. , Bram juga mempunyai keinginan, mempunyai rumah impian bersama Wina, mama gak perlu khawatir .. kita dan cucu cucu mama tetap tinggal di rumah mama dan papa " tersenyum


mila: " jadi rumah kamu itu nanti siapa yang menempati "


Bram: " ya anak anak Bram nanti ma , kalau mereka sudah berumah tangga kelak " tersenyum


mila: " yah.. mama paham.. " tersenyum


Bram: " iyah.. " mengambil abi dari pangkuan Wina


Bram: " abi.. anak papa, mau adik lagi hem.. "


Wina: " mas..!! biar besar dulu abi nya.. mau mas aku jambak lagi " mengerucut kan bibir nya


Bram: " bercanda sayang..haha " meletakan bayi nya ke. dalam boks


Wina: " tolong kasih jarak 3 tahun mas.. aku pengen Langsing dulu, aku pengen belajar bela diri di sekolah papa hehe "


Bram: " ok.. nanti biar mas yang melatih mu " tersenyum..


Wina: " makasih ya mas.. " memeluk Bram


******* sementara itu ******

__ADS_1


tiyas: " mas.. dua hari yang lalu mas kemana? "


Damar: " menemui Astrid "


tiyas: " untuk.. "


Damar: " dia ingin menjual rumah yang aku berikan pada nya "


tiyas: " lantas apa hubungannya dengan mas.. "


Damar: " dia ingin aku membayar rumah itu "


tiyas: " gak.. aku gak setuju "


Damar: " kenapa? "


tiyas: " karena sudah pastikan banyak kenangan mas Damar di sana sama dia, gak aku gak setuju "


Damar: " mas juga gak mau sayang . " memeluk tiyas dari belakang


Damar: " kamu cemburu hem.. " mencium pundak tiyas


tiyas: " em.. gak.. " menahan senyum


Damar: " katakan jika cemburu "


tiyas: " iya.. jangan lagi menemuinya "


Damar: " aku pastikan tidak.. " tiyas pun tersenyum


tiyas: " ya sudah.. kita kembali bekerja, sore nanti, kita ke rumah sakit nengokin Wina "


Damar: " ok.. " tersenyum .mereka pun kembali bekerja.


*********************


Terima kasih, jangan lupa like komen, dan vote ya.

__ADS_1


suami author udah balik ke perantauan, jadi baru bisa up.. dan maaf segini dulu ya..


berikut nya di usaha kan up setiap hari, seperti biasa


__ADS_2