
rumah sakit
Nindy: " hahaha.. win.. beneran waktu kamu melahirkan kamu ngejambak bram dan membentak nya, bar bar banget kamu melahirkan " duduk di sofa
wina: " haha.. gak sengaja kak . reflek..
haha.. maaf ya mas.. "melihat bram
bram: "gak Papa sayang.. " mengecup kening wina
reni: " mbak.. namanya nya siapa "
bram: " Abimanyu sanjaya " tersenyum
Wina: " bagus gak ren.. "
Reni: " bagus.. panggilannya apa mbak."
Wina: " Abi.. Bima, jay haha.. gak gak.. panggil Abi aja " tersenyum
Bima: " sama saja.. Bima juga gak buruk biar sama opa nya haha "
Wina: " gak pa.. pokoknya Abi.. "
Bima: " haha iya sayang.. papa bercanda "
tersenyum
Bram: " sayang.. ini seperti nya Abi haus " memberikan bayi nya pada Wina
Wina pun menyusui bayi nya, dan semua orang yang menjenguk nya pun pamit, tinggal, Bram, Wina serta bu mila.
Wina: " mas.. anak laki laki kita semua mirip kamu.. Tampan " tersenyum
Wina: " dan putri juga sedikit mirip sama mas. haha, apa takut gak di akui sama papa nya haha "
Bram: " haha.. kamu bisa saja hem.. "mengecup kening Wina
__ADS_1
Wina: " lihat abi... mata hidung, bentuk wajah.. ah.. mungkin mas sewaktu bayi seperti ini.. mengemaskan " mencium pipi abi
Bram: " sekarang juga tetap menggemaskan haha"
Wina.: " haha.. menggemaskan bagi ku, tidak untuk orang lain "
Bram: " pasti... " tersenyum.
Wina: " mas.. mas jadi membeli rumah di dekat rumah Reni.. "
Bram: " jadi.. "
mila: " kenapa sih Bram.. harus membeli rumah.., apa kurang besar rumah yang kita tempati "
Bram: " bukan begitu ma.. , Bram juga mempunyai keinginan, mempunyai rumah impian bersama Wina, mama gak perlu khawatir .. kita dan cucu cucu mama tetap tinggal di rumah mama dan papa " tersenyum
mila: " jadi rumah kamu itu nanti siapa yang menempati "
Bram: " ya anak anak Bram nanti ma , kalau mereka sudah berumah tangga kelak " tersenyum
mila: " yah.. mama paham.. " tersenyum
Bram: " iyah.. " mengambil abi dari pangkuan Wina
Bram: " abi.. anak papa, mau adik lagi hem.. "
Wina: " mas..!! biar besar dulu abi nya.. mau mas aku jambak lagi " mengerucut kan bibir nya
Bram: " bercanda sayang..haha " meletakan bayi nya ke. dalam boks
Wina: " tolong kasih jarak 3 tahun mas.. aku pengen Langsing dulu, aku pengen belajar bela diri di sekolah papa hehe "
Bram: " ok.. nanti biar mas yang melatih mu " tersenyum..
Wina: " makasih ya mas.. " memeluk Bram
******* sementara itu ******
__ADS_1
tiyas: " mas.. dua hari yang lalu mas kemana? "
Damar: " menemui Astrid "
tiyas: " untuk.. "
Damar: " dia ingin menjual rumah yang aku berikan pada nya "
tiyas: " lantas apa hubungannya dengan mas.. "
Damar: " dia ingin aku membayar rumah itu "
tiyas: " gak.. aku gak setuju "
Damar: " kenapa? "
tiyas: " karena sudah pastikan banyak kenangan mas Damar di sana sama dia, gak aku gak setuju "
Damar: " mas juga gak mau sayang . " memeluk tiyas dari belakang
Damar: " kamu cemburu hem.. " mencium pundak tiyas
tiyas: " em.. gak.. " menahan senyum
Damar: " katakan jika cemburu "
tiyas: " iya.. jangan lagi menemuinya "
Damar: " aku pastikan tidak.. " tiyas pun tersenyum
tiyas: " ya sudah.. kita kembali bekerja, sore nanti, kita ke rumah sakit nengokin Wina "
Damar: " ok.. " tersenyum .mereka pun kembali bekerja.
*********************
Terima kasih, jangan lupa like komen, dan vote ya.
__ADS_1
suami author udah balik ke perantauan, jadi baru bisa up.. dan maaf segini dulu ya..
berikut nya di usaha kan up setiap hari, seperti biasa