Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
meredam emosi


__ADS_3

" sampai bertemu besok bu Wina.. presentase anda bagus.. " ucap anton lalu tersenyum dan menyalami Wina


" Terima kasih pak anton "


" persentase anda bagus bu.. " ucap diah lalu tersenyum


" Terima kasih bu.. " jawab wina lalu tersenyum


" amazing nyonya sanjaya, kalian berdua pasangan serasi dalam segala hal, termasuk bisnis" ucap roni lalu menyalami bram dan wina


" Terima kasih pujian nya pak roni, senang bekerja sama dengan anda. " jawab wina lalu tersenyum setelah bersalaman Rejang bisnis suka dan bram pun meninggalkan ruang rapat dan tinggal lah Wina dan bram yang masih berada di ruang rapat,


" apa sekarang kamu sudah tidak menghargai ku sebagai suami mu.. " ucap bram tiba-tiba saat rekan rekan nya keluar dan berdiri di hadapan Wina


" maksud mas apa.. ? "


" kenapa kamu tidak mengatakan jika kamu ikut serta dalam ini meeting.. " ucap bram sedikit kesal


" mas.. " jawab wina lembut dan melirik dicky sang asisten


" dicky.. kembali lah ke kantor sekarang, untuk hasil meeting, kirim saja ke email ku " perintah Wina pada dicky


" baik bu.. permisi tuan .. " pamit dicky pada dan bram, Wina hanya mengangguk lalu dicky meninggalkan bram dan wina


" mas.. aku tidak bermaksud .." ucap suka yang belum selesai kalimat nya namun bram menyelanya


" sudah lah.. kembali ke kamar " jawab bram lalu pergi meninggalkan Wina

__ADS_1


" mas... !! " panggil wina yang mengikuti langkah bram, sepanjang lorong kamar bram hanya diam begitu juga dengan Wina, hingga mereka masuk ke kamar mereka. bram pun langsung melepaskan dasi, serta jas nya dengan kasar, lalu membuangnya dasi dan jasa nya di sofa , lalu menjatuhkan tubuh nya di sofa dan merebahkan punggung nya di sandaran sofa. Wina yang melihat suaminya sedang emosi pun hanya diam, dan membiarkan emosinya mereda lalu wina melepas blazer nya dan berdiri di samping sofa ,sesekali melirik bram yang memejamkan mata sembari memijit pelipis nya sendiri, lalu wina menghampirinya dan berdiri di belakangnya , dam memijat pelipis suaminya


" mas... masih marah .. ? " tanya wina lembut, bram hanya diam dan menikmati pijitan Wina, lalu Wina mengecup keningnya


" sedikit.. " jawab bram singkat lalu menarik lembut lengan Wina dan menuntun Wina agar duduk di sofa


" lain kali katakan jika kamu ada pekerjaan kantor " ucap bram menatap Wina yang, sudah duduk di samping nya


" maaf mas, aku kira mas sudah tau.. karena aku lihat mas kemarin melihat daftar nama siapa saja yang hadir " jawab wina sedikit menunduk


" benarkah..? berarti mas yang salah tidak begitu memperhatikan .. maaf.. " ucap bram lalu mengecup sekilas bibir Wina


" kebiasaan.. " jawab wina lalu tersenyum dan memeluk bram


" kamu selalu bisa meredam emosi ku " jawab bram lalu membalas pelukan Wina


" untuk apa mas mencari wanita lain jika yang di hadapan mas ini lebih dari segalanya, wanita super, hot mama, istri yang selalu melayani suami nya dan menjaga keluarganya, dengan bertaruh nyawa . kamu itu segalanya bagi mas sayang.." jelas bram sambil mengusap lembut pipi Wina


" aku menjadi seperti ini karena mu, karena aku mencintaimu " jawab wina menatap lekat bram


" mas juga menyadari, setelah menikahi mu, karier mas.. semakin melejit.., penuh kebahagiaan, dan anak anak.. yah walaupun tak sedikit cobaan yang kita hadapi, hingga nyawa taruhan nya. dan itu yang membuat mas semakin mencintai mu sayang.. " jelas bram lalu mencium kening Wina


" Terima kasih sudah mau menjadi istri seorang Bram sanjaya yang mempunyai banyak musuh " ucap bram lagi dan mengusap lembut rambut wina


" dan aku juga berterima kasih ..mas sudah memilih ku menjadi istri dan teman hidup mu " ucap wina lalu tersenyum


" mas beruntung memiliki mu, jangan pernah pergi dari sisi mas sayang.. apa pun yang terjadi " ucap bram lalu memeluk Wina

__ADS_1


" tidak akan mas.. kita satu untuk selamanya nya, hidup bersama, mati bersama " jelas wina dan mempererat pelukan nya


" sudah , nanti malam mas harus menghadiri pesta pernikahan tuan radit dan istri nya larisa "


" kamu harus ikut " jawab bram lalu melepas pelukan nya


" tidak mau.. "


" ikut.. "


" tidak mau.. " jawab wina manja, bram pun tertawa


" iya aku ikut.. aku mau melihat istri dari pak radit yang katanya istri nya juga lebih muda lima belas tahun dari nya, padahal pak radit seusia mas.. " jelas wina lalu tersenyum


" ya begitulah jodoh, tidak ada yang mengetahui nya " jawab bram lalu tersenyum


" baiklah aku mau mengambil anak anak di kamar sebelah, aku merindukan mereka " ucap wina yang hendak berdiri namun bram menahan nya


" tidak perlu, hubungi saja baby sisternya suruh saja untuk mengantarkan mereka kemari " jawab bram


" baiklah " ucap wina lalu mengambil ponsel ntar dan menghubungi baby sister anak nya


🍁🍁🍁🍁


vote like komen


Terima kasih😘💕

__ADS_1


__ADS_2