
" Selamat pagi menjelang siang mbak dona " Sapa tiyas pada dona sangat resepsionis, saat sudah sampai di kantor pusat
" Tiyas.. Ada perlu apa? Sepertinya Sekarang lebih sibuk " Tanya dona sedikit menggoda
" Seperti ini lah mbak, dan aku datang kemari ingin menyerahkan dokumen penting ini pada pak bram atau pak damar " Ucap tiyas lalu tersenyum
" Pak bram sedang keluar, kamu bisa langsung ke ruangan pak damar " Jawab dona langsung tersenyum
" Baik lah, aku langsung menemui pak damar saja " Jawab tiyas lalu melangkah menuju lift
" tok tok " Suara pintu diketuk
" Permisi " Ucap tiyas
" masuk " Jawab damar tanpa melihat siapa yang datang, lalu tiyas masuk dengan perasaan gugup
" selamat pagi , menjelang siang pak " Ucap tiyas sopan berdiri di depan meja damar
" pagi... ada perlu apa " Jawab damar yang masih sibuk dengan pekerjaan nya dan tidak melihat siapa yang berdiri di depan nya
" maaf pak damar , saya di suruh pak Bondan untuk menyerahkan dokumen penting ini " Ucap tiyas lalu meletakkan dokumen nya di meja damar,damar pun seketika melihat siapa yang di hadapan nya
" tiyas.. " Ucap damar mengingat wajah tiyas
" iya pak ini saya .." Jawab tiyas sopan lalu tersenyum
" Bagaimana, pekerjaan mu di perusahaan cabang ? " Tanya damar sekilas melihat tiyas lalu memeriksa dokumen yang
" Lancar pak.. " Jawab tiyas lalu tersenyum
" Baiklah, kalau begitu saya mau mengantarkan dokumen ini pada bram, dan apa kamu bisa membantu ku "? Tanya damar melihat tiyas
" bisa pak ...apa yang bisa saya bantu ? " Tanya tidak sopan
"Tolong kamu ketikan laporan ini di leptop ku sebentar " Ucap damar lalu berdiri dari duduk nya kemudian tiyas pun duduk di kursi damar
" Pak saya harus mulai darimana? " Tanya tiyas lalu melihat ke arah damar yang sedikit membungkuk,sontak pandangan mereka bertemu dan jarak wajah mereka begitu dekat, jantung damar pun sedikit berdesir begitu juga tiyas, mereka pun menjadi salah tingkah, tak lama damar memberitahu apa saja yang harus tiyas kerjakan
" Dari sini, nanti sampai sini, paham " Jawab damar lalu tersenyum dan menyembunyikan kegugupan nya.
" Paham Pak " Jawab tiyas lalu tersenyum dan memulai mengetik di laptop damar, kemudian damar keluar ruangan menuju ruangan bram
" sial..! kenapa tiba tiba aku gugup melihat sorot matanya " Batin damar sambil berjalan ke ruangan bram
" Bram.. " Panggil damar namun bram tidak ada di ruangan nya, lalu ia pun duduk di sofa.
" Dari mana Bram ? " Tanya damar saat melihat Bram masuk ruangan .
" dari apotik " jawab bram santai lalu duduk di sofa
__ADS_1
" Apa yang kamu beli, obat kuat " Tanya damar lalu tertawa begitu juga bram kemudian menepuk lengan damar
" Tidak aku membeli alat tes kehamilan untuk Wina, dia sudah telat satu minggu " Jawab bram Santai dan tersenyum
" Ya semoga saja Wina hamil " Ucap damar lalu tersenyum
' ini dokumen dari pak bondan , tiya yang mengantarkan nya " Ucap damar lalu menunjukkan dokumen nya
" Mana tiyas ? "
" Ada di ruangan ku, aku meminta nya untuk menyalin laporan kemarin , ani masih cuti melahirkan, dan pekerja ku menumpuk " Jelas damar mengusap wajah nya
" Apa kamu tidak mau mencari sekertaris baru untuk sementara menggantikan ani " Ucap Bram sambil memeriksa dokumen nya
" Aku mau nya seperti itu, tapi aku belum menemukan orang yang pas " Jawab damar
" Bagaimana jika tiyas yang mengantikan ani untuk menjadi sekertaris mu? " Usul bram
" Lihat saja nanti , baiklah aku mau kembali keruangan ku " Ucap damar lalu berdiri dan keluar dari ruangan bram
" Bagimana yas sudah selesai ? " Tanya damar menghampiri tiyas
" sudah pak " Jawab tiyas lalu berdiri dari kursi damar
" yas sebentar lagi jam makan siang, bagaimana kalau kita makan siang bersama " Ucap damar dan berduir5 sejajar dengan tidak
" Nanti saja,nanti aku yang akan meminta izin pada pak bondan bahwa kamu membantu ku di sini,dan aku juga memang membutuhkan bantuan " Ucap damar lalu duduk di kursi kerjanya
" Bantuan..? sekertaris bapak kemana? " Tanya tidak yang masih berdiri di depan meja damar
" Cuti melahirkan " Jawab damar lalu memberikan beberapa map pada tiyas
" Tolong kamu saling berkas ini, kerjaan di meja sekertaris ku " Ucap damar lalu menunjuk meja sekertaris nya
" Baiklah pak " Jawab tiyas lalu duduk di kursi sekertaris damar lalu mengerjakan perintah damar
" Manis.. " Ucap damar dalam hati saat melihat tiyas duduk di kursi sekertaris nya, lalu damar melanjutkan pekerjaan nya, tiyas dengan teliti mengerjakan pekerjaan nya sesekali melihat damar yang fokus bekerja, tiyas mengetahui jika damar seorang duda, ia mengetahui nya dari Wina, damar pun sesekali melihat tiyas lalu tersenyum, tak terasa jam menunjukan 11: 30 siang seperti biasa Wina datang ke kantor bram
" Selamat siang sayang.. ? " Sapa wina yang masih di ambang pintu, lalu bram pun melihat ke sumber suara
" Sayang.. " Jawab bram lalu tersenyum, dan berdiri menyambut Wina lalu memeluk nya
" Aku merindukan mu " Ucap Wina yang masih memeluk bram
" Aku juga merindukan mu sayang " Jawab bram lalu mencium kening Wina
" Kamu membawa apa " Tanya bram melihat wina membawa makanan
" Pizza, aku sedang ingin pizza " Jawab Wina lalu tersenyum kemudian duduk di sofa di ikuti bram lalu Wina meletakkan pizza nya di atas meja kemudian memeluk manja bram kembali. Tidak puas hanya dengan memeluk bram, Wina pun duduk di pangkuan suaminya lalu menciumi pipi nya, bram pun hanya pasrah karena ia tahu Wina sedang manja.
__ADS_1
" Astaga.. Kalian berdua memang tidak tahu tempat " Ucap damar tiba tiba masuk keruangan bram, bram dan Wina pun melihat kearah sumber suara, Wina terkejut saat melihat sahabat nya tiyas
" Tiyas.. " Panggil nya lalu berdiri
" Wina.." Jawab tiyas lalu tiyas berlari kecil menghampiri Wina lalu mereka berpelukan tidak peduli ada bram dan damar
" Aku merindukan mu Yas "
" Aku juga win..., kamu makin cantik " Puji tiyas
" Kamu juga, sekarang makin manis menggunakan jas seperti ini, tidak lagi memegang gagang sapu " Jawab Wina lalu memeluk tiyas kembali.
" Siapa bilang aku tidak memegang sapu, aku masih tetap memegang sapu win.. " Ucap tiyas lalu tersenyum
" Di rumah.. " Jawab Wina lalu kedua nya tertawa, bram dan damar pun hanya ikut tertawa kecil melihat tiyas dan Wina
" Sayang.. Sudah.. " Ucap bram lembut, dan menepuk sofa agar Wina duduk di sebelah nya
" Maaf mas, " Jawab Wina lalu tersenyum kemudian duduk kembali di sebelah bram, sedangkan tiyas duduk di sebelah damar
" Yas, ada apa kamu datang ke kantor pusat? " Tanya Wina lalu menyandarkan kepala nya di pundak bram
" Mengantarkan dokumen penting dari perusahaan cabang " Jelas tiyas
" Kenapa kamu bisa bersama pak damar ? " Tanya Wina
" Eum.. Tadi pak bram tidak ada, jadi aku langsung menemui pak damar , lalu pak damar makan siang tapi pak damar mengajak ku ke ruangan pak bram " Jawab tiyas apa adanya
" Oh.. " Ucap singkat Wina, sedangkan Damar pandangan tak lepas dari tiyas dan bram menyadari itu, begitu juga Wina,
" Dam.. Mulai besok aku akan menarik tiyas untuk menggantikan ani sekertaris mu " Ucap bram tiba tiba
" Tidak semudah itu bram.. "
" Apa yang tidak mudah bagi ku dam " Jawab bram santai dan melihat tiyas dan damar
" Tapi pak. " Ucap tiyas
" Jangan ada yang membantah, ini peringkat " Jawab bram
" Terserah " Ucap damar lalu melihat tiyas yang terlihat bingung
" Sudah, sudah, ayo makan siang, aku membawa pizza lumayan banyak " Ucap Wina lalu tersenyum kemudian membuka kotak pizza, lalu mereka pun makan siang bersama.
🍁🍁🍁🍁
Vote like komen
Terima kasih😘💕
__ADS_1