Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
32.Bulan madu


__ADS_3

JOGJA


Mereka sampai di Jogja, mereka di sambut penjaga villa. mereka menginap di villa milik pak Bima. villa yang memang sengaja pak Bima beli untuk tempat singgah Jika sedang berlibur.


"Kamarnya nyaman mas, pemandangannya di luar villa juga bagus" Wina melihat sekeliling kamar dan melihat ke luar jendela. Sedangkan bram meletakkan kopernya di samping lemari. setelahnya menghampiri Wina yang berdiri di depan jendela.


"kamu suka?" bram memeluk wina dari belakang.


"Suka mas"


"Sudah. kita istirahat, nanti sore kita jalan jalan ke tepi pantai."


"Baiklah. Tapi aku mau mandi, badan ku lengket"


Saat Wina sedang mandi Bram sejenak melihat pemandangan di luar jendela. tak lama ia pun menyusul Wina ke kamar mandi. Ia melihat Wina sedang mandi di bawah shower, tanpa mengenakan apa pun. lalu ia mendekatinya.


"Astaga mas " Wina terkejut saat Bram memeluknya dari belakang, dan menciumi pundaknya . Wina hanya pasrah dengan permainan suaminya sentuhan bram membuat Wina terus menikmatinya . Bram yang tidak tahan mendengar suara ******* Wina pun, langsung membopong wina keluar dari kamar mandi, menuju tempat tidur.


"Mas. aku belum selesai mandi"

__ADS_1


"Diam dan nikmati " balas bram, ia yang sudah tidak bisa menahan hasratnya.


"Ok. lakukan sesuka mu mas, Aku milik mu," jawab Wina sambil mengalungkan tangannya leher Bram.


Tidak ada kata bosan dan jenuh, mereka berdua selalu menikmati permainan ranjang mereka. entah sudah berapa kali Bram membuat Wina melayang. mungkin sudah tidak terhitung. Bram sangat berharap di dalam rahim Wina tertanam benihnya. ia ingin sekali menginginkan anak dari Wina secepatnya.


"Aku harap ada bram junior di rahim mu sayang!" ucap bram setelah mereka selesai melakukannya dan mengecup kening wina.


"Heum..." jawab wina singkat lalu memeluk erat suaminya.


"Sudah mas aku mau melanjutkan mandi ku," ucap wina lalu beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi di susul Bram dan mandi bersama, setelah selesai mandi mereka beristirahat dan tertidur bersama hingga pukul 2 siang.


"hem... jam berapa?" tanya Bram sambil membuka matanya.


"Jam dua Siang!" jawab wina. Lalu bangun dari tidurnya.


"Ayo turun! " mereka berdua turun ke lantai. mereka melihat syasa dan dini sedang bermain di ruang tengah.


"Hai cantik" sapa Bram pada syasa, lalu menghampirinya dan menggendongnya.

__ADS_1


"Papa! ayo jalan jalan."


"Iya pasti, tapi ini masih siang , papa juga belum makan siang, syasa sudah makan?" Bram mengalihkan pembicaraan agar syasa tidak merengek minta jalan jalan di saat itu juga.


"Sudah pa. sama mbak dini, lauknya udang goreng," jawab syasa menggemaskan


"Kalau begitu, sekarang giliran papa dan mama makan siang ya, nanti selesai makan kita jalan jalan, eum." Bram mencium pipi syasa. wina terharu melihat bram begitu menyayangi syasa. Ia sampai meneteskan air mata.


"Syasa ikut mbak dini ya!"


"Iya pa," jawab syasa. lalu menghampiri Dini yang berdiri di samping sofa. kemudian mereka ke taman samping villa, sedangkan bram menghampiri wina.


"Kenapa, eum.. sudah. syasa juga anak ku." ucap bram lalu memeluk wina.


"Terima kasih mas , sudah mau menerima syasa sebagai anak mas sendiri," jawab wina lalu menghapus air matanya


"Sudah, jangan bilang seperti itu lagi, ayo makan. katanya kamu lapar, nanti setelah makan kita ke pantai. eum, " ucap bram lalu merangkul wina dan menuju ruang makan.


" baiklah.. " jawab wina dan tersenyum

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


__ADS_2