Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
24.Ziarah


__ADS_3

Selama persiapan pernikahan, Wina dan Syasa, serta pak Herman dan Bu Dita tinggal di rumah keluarga sanjaya, agar semua nya lebih mudah. Wina sudah menempati kamar Bram bersama syasa sedangkan Bram tidur di kamar sebelah, jika Bram membutuhkan sesuatu Wina lah yang menyiapkan semua nya.


"Sayang hari ini kamu jadi pergi ke kota Kalimantan" ucap Bram seraya memeluk wina dari belakang


"Iya mas.. aku mau mengunjungi makam papa mama, sebelum kita menikah'' jawab Wina memegangi tangan Bram


"Apa syasa juga ikut''n


"Tidak mas, dari Bandara harus menempuh 3 jam perjalan naik mobi," ucap Wina menatap Bram penuh cinta


"Baiklah aku akan menemani mu'' balas Bram melepaskan pelukannya


"Harus'' ucap Wina lalu memeluk Bram, tiba tiba pintu kamarnya terbuka.


"Apa papa mengganggu kalian " tanya pak herman di ambang pintu


"Tidak pa..'' balas wina


"Jadi sore ini kamu terbang ke kota Kalimantan'' tanya pak Herman


"Jadi pa." jawab wina tersenyum


"Baik lah.. maaf papa tidak bisa menemani, papa harus mengurus perusahaan cabang yang ada di surabaya, biar Bram saja yang menemani, tapi ingat Bram, jangan berbuat macam macam sama Wina" ucap pak Herman dan menepuk pundaknya


"Tidak pa,hanya satu macam saja'' goda Bram lalu semuanya tertawa


"Kamu bisa saja, ingat kalian belum resmi menjadi suami istri" ucap pak Herman menasehati lalu keluar dari kemar


🍁


Bram dan wina berangkat ke bandara, setelah berpamitan kepada bu Mila dan bu Dita. mereka menggunakan pesawat pribadi keluarga sanjaya, dan di kawal 3 bodyguard.

__ADS_1


"Mas kenapa kalau berpergian selalu mengunakan topi, kaca mata dan kenapa juga hari ini mas menyuruh ku mengunakan " tanya Wina saat masih di dalam pesawat


"Sayang...kamu lupa, jika calon suami mu ini pangeran sanjaya, begitu banyak wartawan sayang,d an aku tidak mau melayani pertanyaan pertanyaan yang tidak penting " jawabnya sembari mencubit lembut pipi Wina


"Seperti nya mas sudah melebihi artis ibu kota "


" Aku memang artis di kalangan pembisnis, artis mana yang tidak tertarik pada ku'' jawab Bram menggoda wina


".as.. !! " pekik wina lalu mencubit pinggang Bram


"Aw.. sakit sayang, maaf tapi aku hanya tergoda dengan mu " ucap Bram yang masih mengusap pinggang nya


"Janda memang lebih menggoda'' balas Wina percaya diri, lalu membenarkan posisi kaca matanya seolah membalas godaan Bram lalu tertawa Wina pun ikut tertawa.


Setelah menempuh beberapa menit perjalanan menggunakan pesawat pribadi, mereka kini telah sampai di kota Kalimantan, dan sudah ada anak buah pak Bima yang menjemput mereka di kota Kalimantan dan malam ini mereka menginap di hotel milik pak Bima yang ada di sana.


"Selamat datang tuan muda, selamat datang nona. mari saya antar ke kamar tuan dan nona" ucap sang meneger yang menyambut langsung kedatangan Bram dan Wina


"Terima kasih, tolong perketat penjagaan,saya tidak mau calon istri ku terganggu dengan para wartawan yang mencari berita tentang kami " Jawab Bram lalu berjalan menuju lift sambil menggandeng wina


🍁


KEESOKAN HARINYA


"maaf tuan, di luar banyak wartawan," ucap sang meneger hotel memberi tau Bram lewat sambungan telepon


"Sial...! sudah aku katakan perketat penjagaan, katakan pada mereka kami tidak ada di sini " ucap Bram tegas


"Ba..baik tu..tuan, ada lagi tuan " tanya manager sopan


"Siap kan heli segera " ucap bram lalu meletakkan gagang telepon dengan kasar,

__ADS_1


''Tahu dari mana mereka jika aku datang ke kota ini" gumam Bram, bukan nya ia tidak mau menemui wartawan, hanya saja ia tidak mau menjawab pertanyaan tidak penting terlebih menyangkut status wina


Wina yang sudah rapi datang ke kamar bram, wina mengunakan dress panjang lengan panjang warna hitam kacamata hitam dan topi,yang belum ia kenakan. dan melihat bram belum memakai baju dan masih memakai kimono,


"Mas kenapa wajah nya seperti itu,seperti sedang marah''tanya Wina lalu mendekati Bram


"Tidak apa apa'' jawab Bram sambil mengenakan kemeja nya


"Sayang sebaiknya ganti baju baju mu, jangan mengunakan dress'' ucap bram lalu mengenakan jaketnya


"Kenapa mas, apa mas tidak menyukai nya? "


"Tidak sayang ..apa pun yang kamu kenakan aku menyukai nya, hanya saja hari ini kita akan naik heli menuju kampung halaman mu " ucap Bram tersenyum dan mendekati wina. lalu mencium keningnya


"Baiklah'' jawab Wina lalu kembali ke kamar dan mengganti bajunya


Bram meminta kepada meneger nya untuk menyiapkan sarapan dan mengantarkan ke kamarnya,bserta memerintah kan kepada meneger nya untuk memberitahu boy bodyguard nya untuk ikut naik heli


Setelah selesai sarapan, mereka menuju ke atap gedung hotel, untuk naik heli dan untuk pendaratan, sudah ada orang orang pak Bima yang menunggu di sana


🍁


PEMAKAMAN


"Papa, mama.. wina datang meminta do'a restu, wina akan menikah lagi," ucap Wina yang berusaha menahan air matanya


"Maaf Wina sudah lama tidak datang kemari " ucap Wina yang sudah tidak sanggup membendung air mata nya, Bram yang di samping nya pun merangkul,berusaha menguatkannya , mereka berdua pun berdoa untuk almarhum iwan Wijaya dan Dian fitri orang tua Wina


setelah selesai mereka pun langsung kembali ke hotel mengunakan heli, dan langsung terbang mengunakan pesawat pribadi keluarga sanjaya.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


vote like komen


Terima kasih😘💕


__ADS_2