Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
62.Malam pertama ( tiyas - damar)


__ADS_3

"Siapa tengah malam menelepon mas " tanya Wina seraya menggoyang goyang tubuh suaminya.


''Tidak tahu sayang , ponsel mu yang berdering'' jawab Bram dengan suara paraunya seraya menarik selimut. Wina meraih ponselnya di meja nakas dekat tempat tidurnya, lalu mengangkat nya tanpa melihat nama ya g ada di layar ponselnya.


"Hallo.. siapa?" tanya Wina pada orang di seberang sambungan ponselnya lalu menguap


''Tiyas'' jawab Tiyas setengah berbisik


''Hah?, siapa ?" tanya Wina lalu melihat nama yang tertera di ponselnya


''Ada apa malam malam menghubungi ku, apa ada hal penting'' ucap Wina setelah mengetahui jika yang menghubunginya adalah sahabatnya, lalu ia duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur


''Aku gugup Wina " jawab Tiyas seraya berjalan ke sana kemari di samping tempat tidur nya sedangkan Damar masih di dalam kamar mandi


''Gugup kenapa?''


''Aku harus bagaimana malam pertama dengan mas Damar?'' jelas Tiyas sontak membuat win tertawa seraya menepuk lengan Bram tanpa sadar, Bram yang terganggu tidur pun sedikit kesal dan ikut duduk di samping wina


''Kenapa kamu tertawa'' dan Wina pun semakin keras tertawa dan Bram kini mengerti siapa yang menghubungi istrinya , perlahan Bram tidur di pangkuan Wina, Wina pun dengan tanpa sadar mengusap lembut rambut Bram


''Sudah kamu santai saja, Turuti saja suami kamu'' balas Wina lalu tertawa kecil

__ADS_1


''Aku mana bisa santai, Aku gugup'' jelas Tiyas yang semakin gugup


''Dengar, ikuti saja apa yang Pak Damar lakukan pada mu , nikmati saja , jika pak Damar mengatakan kamu siap , jawab saja iya aku siap karena malam ini dan seterusnya aku milikmu " balas Wina menahan tawa.


''Hanya itu?'' tanya Tiyas memastikan


''heum, percaya saja pada ku'' jawab Wina meyakinkan


''Baiklah aku mengerti, jam terbang mu sudah tinggi'' canda Tiyas lalu keduanya tertawa.


''Ya sudah, aku juga mau terbang'' ucap Wina


''kemana''


''Mas tolong geser''


''heum..'' lalu keduanya pun tidur saling berpelukan, sementara itu Tiyas benar benar gugup serasa ia ingin berlari dari kamarnya Namum itu tidak mungkin ia lakukan.


Damar yang baru keluar dari kamar mandi pun perlahan mendekati Tiyas. İa hanya menggunakan handuk yang ia lilitkan di pinggang dan nampak dada bidangnya dan itu membuat Tiyas semakin gugup.


Jantung Tiyas berdegup 2 kali lipat tida6 seperti biasanya, ia merasa jantungnya seperti berlari maraton. perlahan Damar mendekati Tiyas yang sedang duduk dan gaya menggunakan piyama tipis.

__ADS_1


Perlahan Damar menyibak rambut Tiyas ke belakang lalu mencium pipi mata kening dan terakhir bibirnya. tanpa permisi lama kelamaan Tiyas membalas ciumannya. dengan jantung keduanya yang terus berpacu seperti hasrat mereka yang tidak lagi bisa di bendung. hingga semua sudah tertanggal.


''Apa kamu siap'' tanya Damar saat ia sudah di atas tubuh Tiyas


''İya mas aku siap, malam ini dan seterusnya aku milik mu , lakukanlah'' jawab Tiyas sama seperti Wina Ajarkan. Damar tersenyum dan melakukannya dengan lembut. Tiyas sedikit kesakitan saat Damar menembus dinding pertahanannya yang selama ini ia jaga dan kini sepenuhnya milik sang suami.


Namun rasa sakit itu tak berlangsung lama dan sudah berganti dengan rasa nikmat yang baru pertama kali ia rasakan. kini suara kesakitan itu berubah menjadi lengkuhan nikmat yang mengema di telinga Damar dan itu membuat Damar semakin menggila.


''kamu menyukainya'' tanya Damar saat berhenti sejenak dari permainannya


''heum''


''ingin lagi lebih lama lagi


''cukup mas, aku sudah lelah sudah satu jam'' jawab Tiyas melihat wajah Damar yang merasakan puas.


''baiklah, aku akan mengakhiri nya, tahan sedikit , mungkin ini sedikit kasar'' jawab Damar Lalu melanjutkan permainannya dengan sedikit kasar dan membuat suara Tiyas tak terkendali lalu Damar membungkamnya dengan ciuman. task lama Damar sudah menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh tiyas dan tersenyum puas.


''Terima kasih sayang'' ucap Damar dan tiyas hanya tersenyum dan mengusap punggung Damar.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2