
KEDIAMAN PAK BIMA
"Bagaimana kalau rencana pernikahan anak anak kita di adakan bulan depan?, Karena bulan depan ulang tahun wina" ucap pak Herman
"Boleh, lebih cepat lebih baik." jawab pak Herman
"Sebaiknya kita menunggu mereka untuk membahas ini pa'' saut Bu Mila
"Iya baik nya kita tunggu mereka,bagaimana pun mereka nanti yang menjalaninya " ucap bu dita sambil melihat pak herman
Wina tidak mengetahui jika mertua nya datang ke Surabaya, Dan bertemu dengan orang tua Bram. Hanya bram saja yang mengetahui jika pak Herman datang ke rumahnya. Bram sengaja tidak memberitahu Wina kare ingin memberi kejutan untuknya.
Sesampainya di depan rumah, Bram dan Wina melangkah menuju pintu utama. Bram menggendong Syasa serta tangan tak pernah lepas untuk mengandeng wina. Wina terkejut melihat kedatangan pak Herman dan Bu Dita
''Mama.. Papa.. " ucap Wina lalu berlari kecil dan langsung memeluk bu Dita dan pak herman secara bergantian.
"Kenapa mama dan papa tidak mengabari Wina?'' tanya wina sembari menahan air mata karna terharu.
"Kejutan " ucap pak herman lalu tersenyum
"Oma.." ucap Syasa yang langsung meminta turun dari gendongan Bram dan langsung memeluk sang oma, setelah nya mereka semua duduk di ruang keluarga.
" Om sengaja mengundang mertua mu Wina, untuk membahas pernikahan kalian berdua " ucap pak Bima
" deg " hati wina berdetak seketika,
"pernikahan.. ?" jawab wina terkejut, Tidak menyangka akan secepat ini orang tuanya membahas pernikahan.
"Iya.. kamu siap dengan pernikahan ini " tanya pak bima, Wina tidak tau harus menjawab apa ia sepontan berlari ke luar rumah karena sudah tidak tahan membendung air mata nya. semua yang melihat wina berlari terkejut dan serentak memanggil nama wina,terlebih bram yang langsung berlari menyusul keluar.
"Wina, win...!! " panggil Bram berlari mengejar wina.wina menangis sejadi jadinya tanpa bersuara di halaman rumah bram .
"Sayang.. kenapa kamu berlari ? apa yang terjadi, apa kamu belum siap dengan pernikahan in?" tanya Bram lalu membalikkan tubuh wina hingga berhadapan dengan nya
''Aku.., aku takut mas.. " jawab wina yang semakin deras air matanya , orang orang yang berada di dalam pun ikut keluar dan menyaksikan wina dan Bram di teras rumah
"Apa yang membuat mu takut sayang eum..?" tanya Bram yang langsung memeluk wina.
"Aku masih takut dengan pandangan orang orang mas" balas Wina yang melepas pelukan Bram, dan berbalik membelakanginya.
"Selama ini aku diam, Tapi masih banyak orang orang di luar sana dengan seenaknya mengatakan bahwa aku janda tak tau diri, janda yang berusaha menjebak seorang Bram sanjaya agar jatuh cinta kepada ku, sakit mas... sakit... mas tidak tahu bagaimana rasanya di perlakuan seperti itu" jelas Wina dalam Isak tangisnya
"Apa hanya itu saja alasan mu'' Tanya Bram yang matanya sudah berkaca kaca
__ADS_1
" Sebenarnya aku tahu kamu juga masih ragu dengan ku dan untuk apa kamu memperdulikan kata kata mereka" ucap Bram mengacak rambutnya
"Apa kamu yakin dengan ku, Apa kamu mencintai ku seperti halnya kamu mencintai 5
Almarhum suami mu'' tanya Bram lagi, Bu Dita dan Bu mila ingin menghampiri mereka namun di cegah oleh pak Herman.
"Jangan, biarkan mereka menyelesaikan masalah hati mereka masing-masing'' ucap pak Herman melihat Bram dan Wina
"Kalau kamu yakin dan juga mencintai ku kemari lah peluk aku " ucap Bram yang sudah merentangkan tangannya. Wina berfikir sejenak kemudian berbalik badan lalu memeluknya.
"Aku mencintaimu mas, Aku mencintai mu'' balas Wina yang memeluk Bram begitu erat
"Aku lebih mencintai mu sayang" ucap Bram memeluk Wina begitu erat.
Semua orang yang menyaksikannya, tersenyum bahagia. Bram melepas pelukannya lalu melihat wajah wina begitu lekat dan tanpa sadar ingin mencium wina, Namun di teriaki Bu Mila
''Eh..." Teriak Bu Mila menghampiri Bram dan wina. Bram nampak kesal dan Wina nampak mu serta tersenyum melihat ekspresi Bram.
"Sabar Bram" ucap Bu Mila seraya menjewer telinga anak nya,semua yang melihat tertawa.
"Mama "panggil Syasa tiba tiba berlari menghampirinya
"Sayang mama " jawab Wina lalu mengendong saya dan menciumnya. setelah itu mereka semua masuk kedalam rumah untuk membahas pernikahan mereka
"iya pa." jawab Wina lalu tersenyum lembut.
" yakin?"
" eum.. "
"Kamu Bram?"
"Siap..!'' ucap bram lantang dan semuanya menjadi tertawa melihat antusiasnya Bram.
"Memang kamu yang sudah tidak sabar'' saut Bu Mila dan semua tertawa
"Baiklah acara pernikahan kalian akan di adakan bulan depan, " ucap pak herman
"Bulan depan pa, bukannya bulan depan seminggu lagi ?" tanya wina
"Iya sayang tanggal 1 tepat di ulang tahun mu yang ke 28." jawab bu dita
"Pa.. bagaimana mempersiapkan pernikahan hanya dalam satu minggu, undangan, gedung, fitting baju dan sebagai nya'' tanya Bram pada pak bima
__ADS_1
"Kalian santai saja .serahkan semua pada papa eum" sembari meminum kopi.
"Om.. sebenarnya ada yang ingin bram tanyakan pada wina" tanya bram
"Apa itu "
"Wina hanya menceritakan pada saya, kalau Wina sudah tidak mempunyai orang tua,yang Bram ingin tanyakan keluarga wina siapa saja om." tanya Bram serius
"Kenapa kamu belum menceritakan semua latar belakang mu." tanya pak herman pada Wina
"iya pa maaf, baiklah, Aku akan menceritakan semuanya " balas wina dan semuanya menyimak
"Aku wina Wijaya. putri tunggal iwan Wijaya, dan dian fitri, aku lahir di kota Kalimantan, Ayah ku pengusaha batu bara, ibu ku hanya ibu rumah tangga, ibu ku meninggal karna kecelakaan saat aku usia 18 tahun. tak lama kepergian ibu, perusahaan ayah bangkrut, dan itu membuat ayah ku jatuh sakit, tak lama ayah meninggal karna sakit, setelah itu aku tinggal bersama paman dan istri nya, paman dan istrinya tidak memiliki anak, jadi beliau sangat senang aku tinggal bersama nya, biaya kuliah ku juga paman yang membiayai. Namun saat aku selesai kuliah paman dan bibi juga meninggalkan ku untuk selamanya, mereka meninggal karna kecelakaan pesawat. yah aku sebatang kara, sampai aku bekerja di perusahaan papa herman dan akhirnya bertemu dengan mas alfin. " ucap wina dan meneteskan air matanya
"Maaf sayang.. bukan maksud membuka kepedihanmu" balas Bram lalu merangkul Wina
"Tidak apa apa, Mas berhak mengetahui latar belakang ku'' ucap wina lalu menyeka air mata nya
"Mama Caca mengantuk " ucap Syasa tiba-tiba bergelayut dipangkuan Wina
"Anak mama sudah mengantuk" Balas wina lalu memangku Syasa
"Syasa sayang sama oma ya'' saut bu Dita, lalu Syasa menghampiri bu dita lalu Syasa tidur di pangkuan bu Dita
"Kalian berdua mulai besok, siapkan semua surat surat untuk administrasi ke KUA "titah pak Bima
"Baik pa" jawab Bram dan melihat Wina,
"Wina mulai sekarang panggil tante dan .. mama dan papa'' pinta bu mila
"Baik ma.. " ucap wina tersenyum malu
"Untuk urusan kantor biar papa yang mengurus nya, kalian berdua fokus ke pernikahan saja" ucap pak Bima pada Bram.
"Herman, Dita sebaiknya nya kalian menginap di sini saja, Tidak perlu kembali ke hotel, Nanti biar mbok Ina menyiapkan kamar untuk kalian semua, dan kamu Wina juga menginap di sini, sudah malam, anak mu sudah tidur. " ucap pak Bima lagi melihat Syasa yang sudah tidur di pangkuan Bu Dita
"Baik pa" jawab Wina lalu melihat Syasa. tak lama Syasa di bawa ke kamar oleh Bu Dita dan yang lainnya juga menuju kamar masing masing kecuali Bram dan wina. Mereka memilih ke teras samping rumah dan duduk di sofa mereka berbincang di sana
🍁🍁🍁🍁
vote like komen
Terima kasih😘💕
__ADS_1