Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
kesempatan


__ADS_3

" hallo pa.. " Ucap wina menghubungi pak Herman lewat sambungan ponsel


" iya nak.. "


" bagaimana kabar nya pa..? "


" sehat nak..bagaimana kabar mu? Jawab herman begitu bahagia


" sehat pa.. , dan sekarang Wina hamil, syasa akan mempunyai adik pa " Ucap wina begitu bahagia


" selamat sayang, jaga dirimu mu baik baik,jaga kesehatan,jangan telat makan, jangan stress ya, pokoknya jangan seperti kamu hamil syasa "


" iya pa,mas bram begitu perhatian dengan wina dan juga syasa " Jawab wina lalu tersenyum, dan membayangkan bram yang begitu sangat memanjakan nya tak terasa air matanya mengalir


" Iya nak.. " Ucap pak Herman lalu menutup sambungan ponsel nya. tanpa di sadari wina sedari tadi bram mendengarkan percakapan wina dan pak Herman, lalu bram menghampiri wina dan memeluk nya dengan erat,


" menangis lah..mas akan selalu memberi mu cinta,kasih sayang dan perhatian untuk mu,dan juga syasa " Ucap bram yang masih memeluk Wina


" Aku menangis bahagia mas dan terima kasih atas segala cinta mu, jangan pernah meninggalkan ku, aku sudah pernah kehilangan seseorang yang aku cintai dan aku tidak mau itu terulang lagi" Jawab Wina yang masih di pelukan bram


" Itu tidak akan pernah terjadi " Jawab Bram lalu tersenyum dan mencium kening Wina.


" Kalau begitu aku kembali ke kantor, jika menginginkan sesuatu minta saja pada mama, atau menghubungi ku " Ucap Bram lalu tersenyum


" Iya, hati hati, cepat lah pulang " Jawab Wina, lalu Bram pun kembali kekantor


🍁


" Maaf Pak, apa pak damar sering makan siang di sini? " Tanya tiyas


" Tidak begitu sering, semenjak Bram menikah dengan Wina, aku sering makan bersama Bram, karena Wina sering datang ke kantor dan membawa makan siang dengan porsi banyak " Jawanya damar apa adanya


" Dan bapak ikut makan begitu "


" Pastinya " Jawab damar lu tertawa kecil.

__ADS_1


" Itu namanya menumpang makan " Jawab tidak lalu tertawa


"Anggap saja begitu " Jawab damar yang juga ikut tertawa


" Yas.. Boleh aku bertanya? "


" Boleh "


" Aku dengar, dulu kamu dekat dengan rudi, sekarang bagaimana hubungan mu dengan nya "


" Iya dulu, tapi sudah lah jangan membahas nya " Jawab tidak sendu seakan menutupi kekecewaan nya pada rudi karena tidak ada kejelasan hubungan mereka


" Memangnya kenapa? " Tanya damar penasaran.


" Jemuran saja, jika di gantung lama lama hilang di ambil orang, apa lagi perasaan saya yang di gantung, lebih baik saya mencari pasti saja ? " Jelas tidak seolah mencurahkan isi hatinya


" Apa kamu sedang menceritakan isi hati mu ? "


" Anggap saja begitu pak " Jawab tiyas tanpa canggung lalu meminum minuman nya


" Seandainya ada yang langsung melamar mun, apa kamu mau? "


" Kamu bisa saja, ya sudah ayo, jam istirahat sebentar lagi selesai " Ucap damar lali mereka berdua berdiri dan meninggalkan restauran, setelah membayar tagihan nya. sepanjang tiyas dan damar berjalan mereka saling bersendau gurau, sampai mereka masuk kedalam lift kantor dan menuju lantai dua puluh sembilan . Setelah sampai di lantai dua sembilan mereka berdua shalat di mushola lalu kembali ke ruangan nya


" Sepatu ini benar benar menyiksa ku " Gumam tiyas saat sampai di ruangan nya dan duduk di sofa dan melepaskan sepatu nya dan melihat jarinya yang lecet, damar yang melihatnya pun langsung menghampiri


" Kenapa.. ? "


" Jari ku sakit, lecet " Jawab tiyas sambil memeriksa kakinya, tiba tiba damar berlutut di hadapan nya dan menarik kaki dan melihat kaki tiyas


" Pak, apa yang bapak lakukan, lepaskan pak "


" Sudah diam " Jawab damar lalu mengambil kotak p3k yang masih berada di meja lalu mengobati jari tiyas yang terluka


" iya pak "jawab tiyas merasa tak enak hati

__ADS_1


" Yas boleh aku mengatakan sesuatu? "


" iya.. Boleh "


" Aku sudah lama mengenal mu, semenjak kamu masih menjadi og bersama wina dan kamu juga sudah lama mengenal ku, apa aku boleh mengenal mu lebih jauh lagi " Ucap damar meraih jemari tiyas, tiyas pun semakin malu dan menjadi salah tingkah


" eum... Bagimana ya pak , saya tahu maksud bapak .. Tapi bapak kan atasan saya " Jawab tiyas menunduk malu tidak berani melihat tatap mata damar yang sudah duduk di samping nya


" Terima saja yas " Ucap Bram tiba tiba masuk ke ruangan damar , tiyas dan damar pun menjadi salah tingkah


" Damar laki-laki baik dan bertanggung jawab aku jamin " Ucap Bram lagi lalu duduk di sofa di depan damar


" tapi.. "


" tapi apa.. !? apa aku terlihat tidak menyakinkan " Ucap damar yang sudah tidak sabar dan tiyas pun berfikir..


" yas.. aku tidak pernah main main saat menjalin suatu hubungan , dan aku memang sedang mencari seseorang yang mau menjalin hubungan serius dengan ku, dan aku sudah menemukan nya yaitu dirimu " Jelas damar melihat tiyas begitu serius


" Berikan saya waktu pak , setidaknya sampai saya wisuda sabtu ini dan untuk meyakinkan hati saya terlebih dahulu " Jawab tiyas memperhatikan wajah damar dengan jantung berdegup tak menentu


" Artinya kamu memberikan ku kesempatan ? " Tanya damar memastikan lalu tiyas pun mengangguk dan tersenyum malu tanda memberikan kesempatan pada damar, sedang Bram pun tersenyum


" yes.... ! " Ucap damar yang langsung memeluk tiyas


" Hai belum sah.. " Ucap bram melempar bantal sofa ke arah damar


" Maaf yas, khilaf "


" Dasar.. " Ucap bram lalu tertawa kecil dan menggelengkan kepala nya sedang tiyas menahan malu


" Dam.. Mulai detik ini, kita harus selalu waspada, musuh mulai mengintai, apa lagi wanita ular di masa lalu ku mulai mengusik " Ucap Bram menyampaikan maksud kedatangan nya keruangan damar


" Apa yang kamu maksud mantan kekasih mu, dan musuh om Bima ? " Tanya damar


" Yah... Siapa lagi kalau bukan mereka " Jawab bram geram mengingat musuh dan masa lalu nya

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


Terima kasih


__ADS_2