
Acara persemian usaha catering wina berjalan sukses, Bram dan syasa bermain bersamakan Wina sedangkan menjelaskan hubungan nya dengan ketiga sahabat nya.
"Wina katakan pada kami, sebenarnya hubungan mu dengan pak bram itu bagaimana, kenapa tiba tiba kamu mengundurkan diri, lalu tiba tiba pak Bram mengatakan jika kamu calon istri nya, dan kamu mengatakan jika kamu menantu pak herman," tanya Tiyas
"Ada banyak hal yang tidak bisa aku ceritakan pada kalian bertiga, apa lagi ini menyangkut syasa. tapi baik lah aku akan menceritakan semua pada kalian bertiga, supaya kalian juga tidak berfikir buruk tentang ku'' jawab Wina yang mulai serius memandang satu persatu sahabatnya.
"Aku berhenti bekerja itu bukan karena aku ingin membuka usaha ini tapi ini karena permintaan papa mertua ku, jika tidak syasa akan mereka bawa ke Jakarta, sedangkan aku, aku memang tidak bisa meninggalkan kota ini, karena ada banyak kenangan ku di sini bersama Almarhum suami ku "
" lalu. "
''Mama mertua ku menyuruh ku untuk membuka hati ku kembali, karena syasa juga membutuhkan figur ayah , sebenarnya aku belum siap untuk itu, tapi kembali lagi demi syasa, entah ini kebetulan atau tidak, mas Bram datang menawarkan cinta untuk ku dan untuk syasa. " jelas Wina sambil tersenyum
"Dan kamu menerima pak Bram " tanya doni
" iya.. " jawab lirih wina sembari menunduk karena malu
"bukan karena pak bram kaya raya? " tanya rudi spontan
"Rudi jaga bicara mu " ucap Tiyas kesal dan memukul lengan rudi, namun Wina hanya tersenyum
"Rudi maaf sebelumnya, almarhum suamiku jauh lebih kaya, tapi bukan itu yang aku cari, terlebih saat ini, yang aku cari laki laki yang bisa menyayangi syasa seperti anak nya sendiri " ucap wina yang sudah berkaca kaca.
"Sudah, cukup penjelasan nya, sudah malam, ayo pulang " ucap bram tiba tiba menghampiri Wina dan mencium kening Wina
"Mas.. "
"kalian bertiga pulang, saya harap kalian paham posisi Wina, dan jangan bertanya tanya hal seperti ini lagi ,cukup kalian tahu Wina calon istri ku, itu saja " ucap bram lagi pada ketiga sahabat Wina.
"Iya pak, maaf.. "balas Rudi menunduk sopan. lalu mereka semua pun pulang ke rumah Masing-masing, begitu juga Bram dan wina serta syasa.
🍁
3 BULAN KEMUDIAN
Semua karyawan Bram di kantor sudah banyak yang mengetahui hubungan Bram dan Wina, mereka juga sudah mengetahui siapa wina sebenarnya. Namun wina masih canggung untuk sekedar berkunjung ke kantor calon suaminya, dan kali ini Bram memaksa Wina untuk datang ke kantornya.
Dengan sedikit ragu wina melangkah ke tempat ia dulu bekerja sebab OG, ia masih canggung dengan tatapan karyawan di sana. terlebih yang tidak menyukai nya.
"Permisi mbak, bisa saya bertemu pak Bram? " tanya wina pada resepsionis.
"Maaf, apa anda sudah membuat janji dengan beliau" jawab sang resepsionis ketus
"Sudah mbak " jawab wina lembut.
"Mana mungkin pak Bram membuat janji dengan wanita kurir makanan " ucap sang resepsionis dalam hati sambil melihat wina dari atas sampai kebawah, wina memang hari ini sedikit berantakan,namun masih terlihat cantik , serta membawa rantang berisi makanan dan masih menggunakan apron karena baru selesai memasak , namun ia benar benar lupa untuk melepas apron nya
__ADS_1
"Apa kamu kurir makanan " jawab resepsionis ketus.
"Bukan mbak sa.." ucap Wina yang belum sempat melanjutkan kalimatnya namun sang resepsionis menyuruh wina duduk di lobby
"Tunggu saja di lobby " jawab nya tanpa senyum
"Kamu pasti karyawan baru " batin Wina dan mendengkus kesal lalu berjalan menuju lobby. kemudian sang resepsionis menelpon Bram namun tak kunjung di angkat karena sedang berada di ruang meeting. dan sang resepsionis membiarkan Wina menunggu tanpa menghubungi bram kembali
Bram yang baru saja selesai rapat, ia kembali ke ruangannya,namun ia tidak mendapati Wina di ruangan nya, kemudian bram menghubungi Wina.
"Sayang.. kenapa kamu belum sampai di ruangan ku . " tanya bram
"Qku di tahan karyawan mu di lobby " jawab wina kesel karna sudah lama menunggu
"Apa.. !!? ya sudah kamu tunggu di bawah " ucap Bram lalu memutuskan sambungan ponsel nya dengan keadaan marah
Karyawan yang berpas pasan dengannya pun ketakutan melihat ekpresi bram semarah itu. bram terus melangkah Menuju lift dan turun menjemput wina.sesampainya di bawah ,bram terus berjalan menghampiri wina tanpa peduli dangan resepsionis memanggilnya
"Pak maaf, ada yang mencari bapak " ucap sang resepsionis ketika bram melewati nya dengan tatapan tajam
"Maaf sayang..,maafkan karyawan ku." ucap bram sambil menatap sang resepsionis,
"Hah.. sayang.. ? eum.. itu pasti kekasih pak Bram, bodoh nya aku" ucap sang resepsionis merutuki dirinya sendiri dan ketakutan melihat tatap tajam bos nya, Bram kembali melihat wina yamg sedikit berantakan, kemudian tertawa kecil.
"Astaga sayang.. kenapa kamu tidak melepas apron mu eum " ucap bram lalu bram memeluk wina.
"Ayo keatas" ucap bram lalu mengandeng jemari wina. mereka berjalan menuju lift namun sebelum itu bram menegur karyawan nya
"Kamu sudah menahan calon istri ku untuk menemui ku,tapi kali ini aku maafkan, jika terjadi lagi tidak ada ampun untuk mu, PAHAM !! " ucap bram sedikit emosi
"Maafkan saya pak.. " jawab sang resepsionis ketakutan.
"Mas.. sudah, ini bukan salah nya, dia hanya menjalankan prosedur di kantor mu'' saut wina dengan lembut dan wina mengusap lengan bram lalu mereka menuju lift untuk naik ke lantai 29
Setelah sampai di ruangannya, Bram duduk di sofa begitu juga wina. lalu Wina membuka rantang nya
"Sayang.. aku sudah sangat lapar? " ucap bram sambil memperhatikan wina yang dengan cekatan membuka rantang.
"Apa mas tidak sarapan pagi ini " tanya Wina lalu tersenyum ke arah bram
"Sudah.. tapi.. ? " ucap bram lalu menarik tengkuk Wina dan mencium bibirnya, wina pun perlahan membalasnya, tiba tiba damar membuka pintu ruangan..
''Astaga.. " ucap damar lirih lalu menutup pintu nya kemabli
"Dasar Bram mesum, kenapa tidak secepatnya menikah arrrqqq " ucap damar kesal lalu mengetuk pintu.
__ADS_1
" tok.. tok.. "
"Ah sial.. " ucap bram lirih saat melepaskan ciuman nya, Wina hanya tersenyum dan merapikan baju dan rambut nya begitu juga Bram yang merapikan rambut nya.
"Masuk " ucap bram sedikit kesal
"Wow.. kebetulan aku juga lapar " ucap damar saat sudah masuk keruangan dan melihat makanan di atas meja
"Ini mas makanannya " ucap Wina yang sudah mengambilkan makanan untuk bram
"Terima kasih'' jawab Bram lalu tersenyum
"Siapa yang menyuruh mu makan " ucap bram saat melihat damar mengambil makan
"Brisik kamu bram, kamu mau aku makan, kebetulan aku sedang sangat lapar'' jawsb damar santai , wina yang mendengar ucapan damar hanya tertawa kecil melihat tingkah 2 sahabat tersebut seperti anak kecil
"Pak Damar makan saja tidak perlu mendengarkan ucapan mas Bram " ucap Wina
"sayang kenapa kamu membelanya " saut Bram
"Sudah mas .. aku sengaja membawa makanan dengan porsi lebih karena aku tahu kalian berdua itu tidak bisa di pisahkan " ucap Wina di iringi senyum
"Kamu memang the best win, Terima kasih " balas Damar lalu makan dengan lahap nya. Bram hanya tersenyum melihat Damar, memang benar damar adalah sahabat yang selalu ada untuknya, apa pun keadaan nya.
Wina dengan setia menemani Bram makan siang hingga menghabiskan makanan nya.
"Ada apa datang kemari'' tanya Bram pada Damar lalu ia minum.
"Meminta tanda tangan mu, apa lagi " jawab Damar sembari memberikan berkas pada Bram. lalu bram memeriksa nya dan menandatanganinya kemudian memberikannya kembali kepada damar
"Ok.. Terima kasih, dan Terima kasih untuk makan siang nya" ucap Damar lalu tersenyum
"Baiknya kalian secepatnya menikah, hubungan kalian sudah berjalan 3 bulan, tidak baik untuk Wina, " ucap Damar menasehati lalu damar keluar ruangan begitu saja, Bram dan Wina pun saling memandang, mencerna kata-kata damar dan memang ada benar nya apa yang dikatakan damar
"Sayang''
"Eum... mas baiknya aku kembali ke tempat catering'' ucap Wina seolah menghindari membahas pernikahan, karena memang ia belum siap untuk menikah, hatinya sedikit ragu,
"Sayang.. " ucap bram menahan tangan Wina yang sedang membereskan rantang nya
"Mas, nanti saja membahas hal ini, ini di kantor, dan aku juga masih banyak pekerjaan " ucap Wina yang langsung berdiri
"Ya sudah ayo aku antar ketempat catering mu " ucap bram mencoba bersabar karena bram tahu hati Wina masih ragu.
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
vote like komen
Terima kasih😘💕