Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
masih sanggup


__ADS_3

" boy.. kamu langsung pulang saja, kasian istri mu, sudah malam , dan baik nya kamu mengambil cuti kasian istri mu sudah hamil besar , " ucap bram saat mobil nya sampai di depan rumah


" baik tuan.. besok saya akan meminta cuti dengan pak bima " jawab boy lalu tersenyum dan bram hanya mengangguk


" kalau begitu saya permisi tuan " pamit boy lalu keluar dari mobil


" kalian bertiga langsung ke kamar, dan jaga anak anak " ucap boy pada ke tiga baby sister nya saat boy sudah keluar dari mobil


" baik tuan " jawab rahma sopan lalu mereka bertiga turun dari mobil dan langsung ke kamar putra, putri dan kamar abi, sedangkan pak deddy menurun kan barang barang dari bagasi mobil dan membawanya ke dalam rumah.


" sayang.. Bangun.. sudah sampai rumah.. " ucap bram membangunkan wina lalu mengusap lembut pipi Wina


" em.. sudah sampai " jawab wina saat membuka matanya lalu melihat sekeliling


" ayo turun.. "


"gendong.. " jawab wina manja, bram yang melihat wina manja hanya menghela nafas dan tersenyum


"sebentar mas turun dulu.. "


" ayo.. " ucap bram saat di depan wina, lalu wina pun naik di punggung bram kemudian bram berjalan masuk kedalam rumah


"makin berat. "


" biarin.. " jawab wina lalu mencium pipi bram


" jangan setiap hari.. pinggang mas sudah tidak seperti dulu.. " ucap bram yang masih terus berjalan masuk kedalam rumah, wina pun hanya tertawa


" mas sudah tua.. " Jawab wina lalu tertawa . pak bima dan bu mila hanya tersenyum melihat anak dan menantu nya akur dan saling menyayangi.

__ADS_1


" kalian baru pulang.. " sapa bu mila saat wina dan bram sampai di ruang keluarga dan wina pun turun dari gendongan bram


" iya ma.. " jawab wina singkat lalu tersenyum


" pinggang ku sakit .. " ucap bram saat sesudah menurunkan wina dan memegang pinggangnya lalu duduk di sofa sebelah pak bima wina pun hanya tertawa melihat bram memegang pinggang nya


" tapi masih sanggup bikin cucu lagi buat papa bram ? " bisik pak bima pada bram namun wina masih sedikit mendengar nya, bram langsung tertawa


" lima lagi masih sanggup pa " jawab bram lalu tertawa kembali


" papa..!! " pekik wina


" beri wina nafas, paling tidak dua tahun lagi " jawab wina lalu tersenyum


" papa ada ada aja.. " ujar bu mila lalu tersenyum


" bram juga pa.. ma.. " ucap bram lalu mengikuti langkah wina.sesampainya di kamar bram dan wina langsung mandi dan mengganti bajunya, setelahnya mereka duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur, lalu wina mengambil album foto dan melihat foto foto mereka saat masih berpacaran




"di foto ini kamu cantik sayang.. " ucap bram lalu tersenyum dan melihat wina


" mas juga tampan, masih terlihat muda belum ada bulu bulu halus di rahang mas.. " jawab wina lalu bersandar di dada bram


" boleh mas mencukur nya .. "


" jangan.. aku lebih suka mas seperti ini, sisi ayah dan wibawa mas terlihat " jawab wina lalu mencium pipi bram

__ADS_1


" oh.. ya.." jawab bram lalu mencium pipi Wina


" ya sudah ..ayo tidur.. " ucap bram


" nanti mas.. aku mau memompa asi untuk abi.. " jawab wina lalu turun dari tempat tidur


" butuh bantuan.. " ucap bram lalu tertawa


" apa sih mas.. sudah..aku mau ke kamar abi " jawab wina lalu keluar dari kamar kemudian bram mendapat panggilan telepon dari damar.


" ya ada apa dam.. "


" bram.. besok minggu ada meeting dengan om satya dan doni "


" dimana? " tanya bram


" di mall tempat biasa kita meeting "


" baik.. jam nya besok kamu konfirmasi lagi "


" ok.. bye.. "


" bye... " lalu bram mematikan sambungan telepon nya


🍁🍁🍁🍁


vote like komen


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2