TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Perasaan


__ADS_3

"Sedangkan apa, hemm...?" tanya Syalila dengan sengaja tersenyum dan mendekati Zarkha.


"Kau mau tau sayangku." goda Zarkha.


"Tentu..," jawab Syalila sambil berkacak pinggang.


"Hanya kau saja gadis yang aku cium, sedangkan wanita yg lain setelah ku hisap aura hidupnya dan meneteskan darahnya. maka dia akan mati." jawab santai Zarkha.


"Apa!!" teriak Syalila yang terkejut luar biasa.


** Kediaman Kaisar Xion **


"Zeus, bagaimana mungkin gadis itu masih bisa hidup setelah dia menjadi gadis penyegel?" tanya Kaisar Xion pada jenderal Zeus.


"Saya juga sangat terkejut, Yang mulia. apalagi tuan Zarkha kelihatan menyukai gadis itu." jawab jendral Zeus.


"Kau benar, Zeus." jawab kaisar Xion sambil mangut mangut.


"Lalu, sekarang bagaimana, Yang mulia." tanya jendral Zeus.


"Kita lihat saja nanti, Zeus." jawab kaisar Xion yang juga kebingungan karena dia tidak pernah menyangka bahwa leluhurnya akan mencintai wanita yang dia ambil untuk menjadi pembuka segel.


"Kalau gadis itu berani membuat masalah di kerajaanku, maka kita habisi saja gadis itu." jawab enteng Kaisar Xion.


Dari balik ruangan yang ada danaunya dan masih ada bongkahan kristal itu, kristal yang masih pecah berserakan.


"Kyaaaa!!! jadi, jadi kau membunuh semua gadis penyegel mu?!" seru Syalila sambil melotot tak percaya dan mulut yang mengagah.


"Iya." jawab Zarkha sambil tersenyum.


"Hei, jangan tersenyum. memang berapa wanita yang telah mati saat menyegel dirimu." tanya Syalila sambil melotot.


"Ratusan." jawab Zarkha dengan santai.


"Apa!!" seri Syalila sambil menatap tajam wajah pria itu.


"Bahkan aku lupa ada berapa ratus." jawab Zarkha.


"Kalau ratusan, lalu usiamu berapa?" tanya Syalila sambil meminta air karena dia benar-benar sangat terkejut. terlihat wanita itu mulai mengibas-ngibaskan tangannya ke wajah karena sudah berusia ratusan tahun.


"Minumlah dulu agar kau tak kaget lagi." ucap Zarkha sambil mendudukkan Syalila di bongkahan kristal itu.


"Memang berapa usiamu?" tanya Syalila sambil meminum airnya.


"Kalau di hitung mungkin ratusan tahun." jawab Zarkha.


BRURRRR...,


Semburan air dari dalam mulut Syalila yg kaget dengan jawaban yang dikatakan oleh pria itu seorang pria yang ternyata adalah makhluk iblis yang tersegel.


"Maaf." ucap Syalila sambil mengusap wajah Zarkha yang terkena semburan air.


"Puff" tawa Zarkha karena melihat expresi wajah Syalila.


"Idih.., tua banget donk." ucap Syalila yang spontan dan menjaga jarak aman.


"Hahahaha, walaupun aku tua. tapi aku tak perna merasakan tubuh wanita." tawa Zarkha sambil tersenyum menatap wajah Syalila yang sudah muram.


"Bagaimana mungkin kau tidak merasakan tubuh mereka, kau saja menghisap aura kehidupan mereka. itu sama saja kau sudah merasakan dan menjamah tubuh mereka," gerutu Syalila yang menatap aneh ke arah Zarkha.


Sedangkan Zarkha yang mendengar perkataan dari Syalila, nampak pria itu juga berpikir tentang apa yang dikatakan oleh Syalila.


"Apakah kau cemburu?" tanya iblis Zarkha.


Seandainya..

__ADS_1


ku dilahirkan menjadi dewa


ku akan terlahir bahagia


seandainya...


aku adalah dewa asmara


ku ingin cinta selalu bahagia


tak akan kubiarkan


dan tak akan kujadikan


cinta sebagai penghalang


karena cinta adalah sebuah jalan


 


"Auwoooo!!!" seru Syalila seperti penyamun saja.


Dari luar ruangan Zarkha, datanglah seorang wanita cantik


"Nona." panggil seorang wanita.


"Ya." jawab Syalila sambil menghampiri wanita itu.


"Senang dapat melihat anda, gadis penyegel." ucap wanita itu.


"Oo, anda siapa?" tanya Syalila.


"Perkenalkan, namaku Ratu Axiva Fhexy kakak Kaisar Xion." jawab wanita itu sambil memperkenalkan diri.


"Kaisar Xion?" tanya Syalila yang bingung.


"Pria jutek itu." jawab Syalila seenaknya sembari menunjuk ke arah yang tidak tentu.


"Hemm." Ratu Axiva yg tersenyum karena perkataan Syalila.


Akhirnya Syalila dan Ratu Axiva mengobrol santuy. Ngobrol ala gadis remaja.


"Coba kau berkunjunglah ke kediamanku." ucap ratu Axiva yg mulai berpamitan dengan Syalila.


"Pasti Ratu." jawab Syalila.


 


Setelah mengatakan hal itu Ratu Axiva meninggalkan kediaman Syalila, lebih tepatnya reruntuhan tempat ritual.


"Bagaimana lagi caranya kabur dari tempat ini." guman Syalila. on the way...tadi tiba tiba iblis Zarkha datang, setelah itu dia tiba-tiba pergi. seperti ilmu sihir saja.


** KERAJAAN PETIR **


"Lapor Yang Mulia!" seru Jendral Ares.


"Ada apa Ares, kau seperti orang kesetanan saja." ucap Kaisar Zhu.


"Ada kabar buruk Yang Mulia!" seru Jendral Ares.


"Ada apa?" tanya Kaisar Zhu.


"Yang Mulia, saya dapat kabar kalau iblis haus darah itu telah bangkit." jawab jendral Ares.


"Iblis yang mana Ares?" tanya kaisar Zhu.

__ADS_1


"Iblis Kerajaan Langit." jawab jendral Ares.


"Apa!!" teriak kaget Kaisar Zhu yang terkejut.


"Kenapa bisa, Ares?" tanya Kaisar Zhu.


"Informasinya kurang jelas, Yang Mulia." jawab jendral Ares.


"Bisa gawat, Ares." ucap kaisar Zhu sambil memijat kepalanya.


" ...." jenderal Ares Hanya Diam tanpa bisa memberikan solusi.


"Lalu..bagaimana kita bisa merebut calon istriku, Ares." ucap kaisar Zhu yang sudah frustasi.


"...." jenderal Ares tetap tak bergeming


mungkin yang ada di kepala kaisar Zhu dan jendral Ares sama.


"Kenapa anakku?" tanya Ratu Fraris ibunda Kaisar Zhu.


"Hehh...," suara helaan nafas Kaisar Zhu.


"Rasanya suaramu sangar frustasi, anakku?" tanya ratu Fraris.


"Calon istriku di bawa kabur orang, ibu." jawab kaisar Zhu yang terlihat berat.


"Kok bisa anakku?" tanya Ratu Fraris.


"Entahlah, bunda." jawab Kaisar Zhu.


"Lalu, di mana kau bertemu dengan gadis itu?" tanya Ratu Fraris.


Akhirnya Kaisar Zhu menceritakan segala sesuatu yang membuat dia bertemu dgn gadis itu.


"Perjuangkan lah gadis itu Kaisar, dia pasti gadis yang sangat istimewa, hingga kau bisa jatuh hati pada pandangan pertama." ucap Ratu Fraris sambil memberi semangat kepada sang kaisar.


"Tentu Ibunda." jawab semangat Kaisar Zhu,


kemudian Kaisar Zhu dan Ratu Fraris tersenyum, dan terus menggoda Kaisar Zhu.


Ratu Fraris menanyakan bagaimana wajah dan tingkah Syalila.


Walaupun Kaisar Zhu mengejar Syalila, namun Kaisar Zhu belum tau nama Syalila.


benar saja Kaisar Zhu selalu menebak- nebak nama Syalila sambil tersenyum sendiri, dan itu membuat Ratu Fraris juga ikut tersenyum. karena baru pertama ini Ratu Fraris melihat Kaisar Zhu yang terlihat bahagia.


"Aku senang kau bisa bahagia anakku." guman Ratu Fraris yang melihat Kaisar Zhu yang tersenyum dan tertawa lepas. apalagi saat membayangkan wajah Syalila wajah Kaisar Zhu akan memerah.


Kaisar Zhu seperti seorang anak kecil yang sedang merasakan cinta untuk yang pertama kalinya. Wajahnya yang merona Karena untuk pertama kalinya jantungnya berdebar tak menentu. karena dia membayangkan wajah seorang gadis untuk pertama kalinya, walaupun sering anak pejabat selalu disodorkan untuk menjadi calon istri untuknya.


"Aku pasti mendapatkan dia." ucap kaisar Zhu.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2