TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Aduh, kok rumit sih


__ADS_3

Musim berlalu..


masapun berganti


lidah tak bertulang..


hati tak berdinding


perasaan seluas samudra


namun kesabaran ada batasnya.


cinta boleh di uji


namun kesetiaan ada ragunya


****


"Hay, Clay." jawab Syalila yang hanya menyapa Clara tanpa menyapa Zarkha.


"Aku juga nampak, Sya." Ucap Zarkha.


"Gak ada urusan." jawab Syalila cuek lalu duduk di kursi istana.


"Baiklah, kita akan membahas sesuatu yang sangat membahayakan."


Akhirnya, sang Kaisar menjelaskan tentang permasalahan kerajaannya, mungkin bukan Kerajaanya saja yang dalam bahaya, Kerajaan lain juga seperti itu.


"Jadi, dewa racun itu telah muncul?" tanya Zarkha pada Kaisar Xion.


"Ya leluhur, mungkin sebelum kau terbebas dari segel dia lebih dulu melepaskan segelnya." jawab Kaisar Xion sembari bertumpang dagu.


"Hehhh. Siapa lagi dia?" tanya Syalila di telinga Ratu Axiva.


"Dia adalah seorang dewa racun, lelaki yang sangat hebat. Dialah yang pertama menyegel leluhur." jawab Ratu Axiva pelan.


"Haddeee, banyak banget musuhnya. Mau hidup seneng aja susah." gerutu Syalila.


"Maka dari itu, kita perketat penjagaan dan belatihlah ilmu yang lebih mumpuni." jawab Kaisar Xion sambil menghela nafas yang berat.


"Di antara dia dan kadal bumi, siapa yang lebih hebat, Yang mulia?" tanya Syalila yang membuat para pejabat menoleh padanya.


"Apa maksudmu, Sya." tanya Zarkha.


"Kan kau sama kadal bumi sama-sama dari suku iblis?" tanya Syalila tanpa dosa .

__ADS_1


"Siapa kadal bumi, Nona?" tanya Jendral Zeus yang bingung. terlihat pria itu sedikit kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh Syalila, kadal bumi atau siapapun.


"Tuh Kaisar bumi, komplotan Zarkha." jawab Syalila sambil melirik Zarkha.


Hal itu membuat Kaisar Xion dan yang lain tersentak dengan kata-kata Syalila. pasalnya tak ada yang berani untuk mengatakan ataupun menyindir sang leluhur. nampaknya wanita itu mempunyai nyawa cadangan yang sangat banyak hingga membuat si iblis yang berada di tempat itu diberi nama yang benar-benar sangat aneh bahkan titisannya pun diberi nama kadal bumi.


"Kau ini." ucap Zarkha lunak yang membuat mereka semua menatap tak percaya. begitupun Clara yang tak pernah di perlakukan seperti itu. wanita dari dimensi lain itu benar-benar mempunyai sesuatu yang begitu luar biasa dia mempunyai sebuah kharisma luar biasa.


"Memang siapa dewa racun?" tanya Syalila yang sangat penasaran. begitu banyak orang aneh di tempat itu hingga membuat Syalila benar-benar dibuat pusing tujuh keliling.


Hal itu membuat Zarkha menceritakan kisahnya dan dewa racun pada meraka semua, termasuk pada Syalila. sebuah cerita mengenai masa lalu atau titik awal lahirnya si iblis dan kaisar kerajaan Bone sebuah cerita yang benar-benar begitu membuat merinding bulu kuduk.


Kalau bisa di bilang Zarkha dan dewa racun sama-sama sangat berambisi. Zarkha yang mempunyai ilmu yang tinggi dan tak bisa mati, sedangkan dewa racun lelaki itu mempunyai talenta di atas Zarkha namun tetap manusia normal.


"Lalu, diantara kau dan dewa racun..siapa yang paling tua usianya?" sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh syarila membuat orang-orang yang ada di tempat itu saling menetap satu sama lain Bagaimana tidak wanita itu berani menanyakan mengenai usia dari leluhur mereka tentu saja usia dari pria itu tidak akan mudah lagi.


"Memangnya ada apa?" tanya Zarkha.


"Karena itu, diantara kau dan dewa racun siapa yang paling tua usianya?" tanya salilah kembali wanita itu masih mempertanyakan mengenai umur dari ketiga orang itu wanita itu benar-benar sangat penasaran luar biasa.


Perkataan Syalila yang membuat penghuni istana sekuat tenaga untuk menahan tawa. karena nyawa mereka masih berharga, termasuk kaisar Xion, jenderal Zeus, dan pangeran Zavier.


"Kau ini bisa tanya yang lain?" tanya Zarkha sembari mengelus rambut Syalila. pria itu berusaha untuk menahan amarahnya agar tidak marah kepada Syalila.


"Tanganmu, nanti binimu marah." ucap Syalila sambil menangkis tangan Zarkha.


"Di tanya malah senyam-senyum." gerutu Syalila yang melihat Zarkha.


"Kami berdua sama-sama telah menua secara umur, namun kami tetap mudah secara rupa. Bisa di bilang kami sekarang abadi." jawab Zarkha sambil tersenyum.


"Jangan bilang kalian berdua donk, tuh dia juga." tunjuk Syalila pada Clara yang membuat Clara menunduk malu. apapun yang dilakukan oleh salilah apapun yang diucapkan oleh wanita itu benar-benar membuat orang lain harus selalu menahan tawa mereka.


"Ya ampun Nona, mulutnya tidak bisa di jaga banget." guman Pangeran Zavier dalam hati.


"Lalu, diantara kalian bertiga siapa yang lebih tampan?" tanya Syalila lagi dan hal itu membuat Zarkha menghela nafas yang berat. seberat beban dosanya.


"Secara kenyataan aku yang lebih tampan." jawab Zarkha yang di anguki oleh Clara.


"Tampan tapi kalian sama-sama tua." jawab Syalila yang kemudian berlalu pergi tanpa melihat mereka yang selalu syok dengan tingkah nya.


Saat mereka sedang sibuk dengan diskusinya. tanpa mereka sadari sang dewa racun sudah berada di dalam istana langit.


*** Kediaman ratu Axiva ****


"KYAAAA!!" teriak para pelayan yang kaget melihat kedatangan seorang pria di kediaman Ratu Axiva. mereka berteriak sekuat tenaga untuk meminta bantuan kepada para pengawal yang ada di luar kediaman Ratu.

__ADS_1


"Siapa kau!" seru ratu Axiva. yang sudah ketakutan.


"Ratu!" seru Syalila yang mendengar teriakan Ratu Axiva.


Dengan segera dia bergegas ketempat ratu Axiva. "Siapa kau!!" seru ratu Axiva yang sudah mundur.


"Aku hanya mau melihat istana ini." jawab dewa racun.


Saat dewa racun hendak menarik tubuh ratu Axiva, syalila langsung memukul tubuh pria itu.


BUGG...


BRUKK..


"HYAAAA..." Syalila yang memelanting tubuh dewa racun. namun hal itu tak membuat tubuh dewa racun tumbang karena pria itu bisa menghindar dan menangkis serangan salilah dengan sangat mudahnya.


"...." dewa racun menatap Syalila tanpa seucap katapun.


"Hati hati, nona Sya!!" seru Ratu Axiva.


Syalila mencoba menghajar lelaki itu, namun lelaki itu dapat menghindari serangan Syalila.


WUSS...


WUSS...


BRUKK...


"Yah, susah banget sih." gerutu Syalila yang mencoba menyerang dewa racun namun serangannya selalu gagal.


Sedangkan di aula istana, seorang pengawal telah melaporkan tentang kejadian di kediaman ratu Axiva. sebuah serangan yang didapatkan dari dewa racun, Hal itu membuat orang-orang yang ada di tempat itu seketika berlarian untuk melihat apa yang terjadi. para pengawal dan pejabat kerajaan pun mereka berbondong-bondong untuk melihat apa yang dikatakan oleh salah satu pengawal.


"Cepat!!" seru pengawal yang sudah berlari ke tempat ratu Axiva.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2