TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Kaisar Fhelip


__ADS_3

Hal itu membuat kasar Fhelip tambah tertawa sambil memegang perutnya.


"Yang mulia mau ke kamar mandi ya, kenapa perutnya ditahan terus, atau yang mulia mau melahirkan ya? tapi mana ada sih pria tua seperti kaisar bisa melahirkan, memangnya kalau mau lahiran lewat mana?" ucap Syalila yang menatap wajah Kaisar Fhelip dengan sangat meyakinkan.


"Kalau aku terus bersama nona Sya, mungkin bisa-bisa aku akan mati mengenaskan dengan mulut yang menganga karena kebanyakan tertawa." jawab Kaisar Fhelip dalam hatinya.


"Apakah Yang mulia masih akan tetap berkeliling ke kerajaan ini? aku sarankan pada yang mulia agar segera kembali ke tempat yang mulia. karena mungkin para istri yang mulia sudah menantikan rayuan manis dari yang mulia." cibir Syalila sambil tangannya dilipat ke dada.


"Kau benar nona Sya, sebaiknya aku kembali ke kediaman ku, daripada aku terus berada disini sampai aku nanti sakit perut dan akhirnya sekarat karena mendengarkan ocehanmu yang sangat amat aneh itu." jawab Kaisar Fhelip yang kemudian berlalu secepat kilat, agar tidak mendengarkan kata-kata Syalila yang membuatnya ingin tertawa terus.


Bersembunyi di balik tembok dan mendengarkan langkah kaki sang gadis muda, hal itu sudah menjadi kelakuan baru bagi seorang putra mahkota yang bernama Ying Jun saat selalu mengikuti Syalila.


"Benarkah kau sudah mempunyai seorang pria yang kucintai nona Sya, kenapa hati ini tidak bisa berpaling darimu semenjak pandangan pertama. aku sudah jatuh hati padamu saat kau telah menyelamatkan nyawaku di hutan itu." guman putra mahkota ying Jun.


Aku punya dua sayap


Antara sayap cintaku dan sayap cintamu


Aku punya dua masa


Masa muda bersamamu


Dan masa bersama keluargaku


Setelah perbincangannya dengan Kaisar Fhelip, nampak Syalila telah pergi meninggalkan pria tua itu sendiri. karena merasa kesal dengan Kaisar Fhelip yang selalu tertawa saat dia berbicara.


"Bagaimana caraku untuk menemukan suamiku dan bisa kembali ke tempatku." guman Syalila yang menatap langit sore hari.


Nampak di suatu sudut, seorang putri cantik datang menghampiri Syalila yang sedang berdiri menatap langit sore.


''Apa yang sedang Nona Sya lakukan?" tanya putri cantik itu kepada Syalila.

__ADS_1


"Aku sedang menatap langit sore ini Putri, lalu apa yang kau lakukan disini?" tanya Syalila yang melihat gadis cantik yang ada di depannya.


"Oh ya Nona Sya, ikutlah denganku untuk berkeliling ke pasar di kerajaan petir ini." pinta putri cantik itu kepada Syalila yang membuat Syalila menghela nafasnya secara kasar dan mengangguk tanda setuju.


"Baiklah." jawab Syalila yang kemudian mengikuti gadis cantik itu untuk pergi ke pasar tradisional di kerajaan petir, tak lama kemudian nampak putri cantik dan Syalila telah naik kereta kuda menuju pasar tradisional itu.


"Lihatlah Nona Sya, tempat ini begitu menyenangkan." guman putri cantik itu kepada Syalila yang nampak terdiam melihat gadis kecil yang ada di depannya sedang memilih barang-barang kesukaannya.


"Kau jangan memakai perhiasan itu, tidak cocok untuk tubuhmu dan wajahmu!" guman Syalila yang mendekati tubuh putri cantik itu, Dan meletakkan perhiasan yang dia ambil tadi. dan sesaat kemudian nampak Syalila memilih sepasang perhiasan yang terlihat sangat kalem namun berwibawa.


"Wah ini bagus sekali!!" seru putri cantik itu yang langsung memakai perhiasan pilihan dari Syalila, hal itu membuat Syalila teringat dengan ketiga anak nya.


"Apakah kalian baik-baik saja disana anak-anakku, jangan khawatir bunda akan segera kembali kepada kalian, pasti kalian sudah mencari jalan untuk bisa membuat bunda dan ayahanda kembali." guman Syalila yang menatap wajah Putri cantik yang sedang memilih perhiasan di depannya.


Tak lama kemudian, akhirnya putri cantik menarik Syalila untuk masuk ke sebuah toko yang ternyata itu adalah toko pakaian.


"Apa yang akan kau lakukan di sini?" tanya Syalila yang melihat putri cantik itu masuk dan memilih beberapa pakaian untuk dikenakannya.


"Jangan pakai itu, kau terlihat sangat tua nanti tidak akan ada seorang pangeran ataupun Putra pejabat yang akan mau setelah melihatmu memakai pakaian itu." jawab Syalila yang membuat wajah Putri cantik nampak memerah dan langsung membuang baju itu.


Tak berapa lama kemudian nampak putri cantik itu kembali mengambil pakaian dan mengenakannya, namun ternyata pakaian itu malah terlihat seperti seorang wanita penggoda. hal itu membuat putri cantik langsung membuang kembali pakaiannya.


"Kau diamlah! aku akan mencarikan pakaian untukmu, jadi tidak usah memakai pakaian yang seperti itu. kau terlihat seperti seorang wanita yang terlihat tua atau bahkan terlihat seperti seorang nenek-nenek." ucap Syalila yang kemudian mencari beberapa pakaian yang cocok untuk putri cantik. "Pakailah ini!!" seru syalila yang menyodorkan beberapa pakaian untuk sang putri.


"Apakah pakaian ini terlihat cocok untukku, non Sya?" tanya putri cantik yang berputar-putar sambil menatap tubuhnya sendiri dengan pakaian yang dia kenakan.


"Kalau memakai pakaian itu kau terlihat cocok , bahkan umur dan pakaianmu nampak sangat serasi." jawab Syalila yang membuat rona merah di pipi gadis muda itu.


"Oh ya.., aku juga harus memberitahukan mu, kau jangan terlalu sering memakai riasan yang terlalu tebal ataupun memakai riasan yang seperti nenek-nenek tua seperti itu. cobalah kau kemari, biar aku membersihkan wajahmu itu Kau tak ubahnya seorang wanita genit yang mencari seorang pria." ucap Syalila yang membuat para pelayan putri cantik itu tersenyum.


"Kenapa kau mengatakan hal itu Nona Sya aku jadi malu." jawab gadis cantik.

__ADS_1


"Mengapa kau harus malu, kalau kau memakai dan berdandan secukupnya. Kau pasti akan terlihat sangat cantik." Syalila yang kemudian membersihkan wajah gadis yang ada di depannya, dengan saputangan yang ada airnya sedikit.


Tak lama kemudian saat mereka berbincang dan mencari pakaian, nampak beberapa pria genit ingin menggoda mereka.


"Halo gadis cantik! apa yang sedang kalian lakukan di sini!!" seru para pria itu yang terlihat memakai pakaian bangsawan.


"Pergi sekarang kalian akan selamat, kalau kalian berada di sini kalian bakal menjadi pajangan dekorasi tembok itu!!" seru Syalila yang kemudian mengajak putri cantik untuk membayar pakaiannya dan pergi dari toko itu.


"Kau sombong sekali nona cantik, memang wajahmu sangat cantik tapi sikapmu angkuh, akan kubuat dirimu menjadi hiasan di kamar ku!!" seru pria itu sambil tertawa terbahak-bahak bersama teman-temannya.


Karena Syalila yang sedikit tersinggung dengan perkataan para pria yang ada di depannya, alhasil Syalila langsung membuat para pria itu tidak bisa bergerak.


"Segel darah!! kunci!!" seru Syalila yang membuat para pria itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


** bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-One night stand with mister William

__ADS_1


-Isteri pengganti tuan William


__ADS_2