TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Perang perbatasan


__ADS_3

"Tanah!!!" seru Syalila yang membuat tanah bergetar dan mulai naik perlahan hingga membentuk menjadi tembok yang tinggi dan kokoh melingkari perbatasan.


"Nona Sya." ucap jendral Zeus yang kaget


dengan kekuatan yang dimiliki gadis itu.


"Sudah beres!!" seru Syalila yang menatap hasil karyanya dan menatap dari atas sampai kebawah dinding tinggi itu.


Mereka semua hanya menatap heran dengan Syalila, karena sekarang tak mungkin pasukan kerajaan bintang bisa menembus dinding tinggi itu. tatapan mata yang penuh ketakcupan luar biasa dan benar-benar wanita cantik itu memiliki kekuatan sihir yang sangat luar biasa.


"Kalau mereka mau masuk, mereka harus meloncat seperti katak Superman. "Hahahaha." tawa Syalila sambil memegang perutnya.


Sedangkan di luar perbatasan kerajaan Langit, para prajurit musuh tiba-tiba sangat terkejut ketika melihat sebuah tembok berdiri kokoh di depan mereka. sebuah tembok yang tiba-tiba muncul hingga membuat mereka semuanya seperti membatu karena kejutan luar biasa itu.


"Haaaa!!!" teriak Kaisar bintang. Kaisar Ramos yang murka saat mendengar kabar kalau pasukannya tak bisa masuk ke kerajaan langit. sebuah kejadian tiba-tiba di kerajaan langit muncul tembok yang sangat tinggi.


"Tenang, Yang Mulia!!" seru komandan Kyung.


"Bagaimana bisa tenang, Kyung. tiba- tiba perbatasan ada tembok penghalang yang tinggi!!" seru kaisar Ramos yang murka.


"Kita akan mencari jalan keluar, Yang mulia." seru komandan Kyung yang mencoba menenangkan Kaisarnya.


"Apa, kau bisa meloncati tembok itu Kyung, Apakah kamu bisa tiba-tiba menghilangkan tembok itu lagi?" tanya kaisar Ramos yang kesal dan jengkel dengan perkataan sederhana yang diucapkan oleh anak buahnya tersebut.


"Ti-tidak, Yang Mulia!" seru komandan Kyung


Namun di saat itu datanglah sekutu yang juga ingin menghabisi kaisar Xion. "Aku bisa membantumu kaisar Ramos!" seru kaisar Xander.


"Kau?!" seru kaisar Ramos yang terkejut ketika melihat Kaisar Xander sudah berada di tempatnya. seorang pria yang memang memiliki rumor kalau dia juga mempunyai darah iblis yang ada di kerajaan langit.


"Kalau kau menerima tawaranku maka kau bisa menguasai daerah perbatasan kerajaan langit." kaisar Xander yang mencoba bernegosiasi. pria itu memang benar-benar sangat pandai berbicara dia akan membuat sekutunya mau bekerja sama dengannya dan dia pun akan dengan mudah menghancurkan Kerajaan langit dan mengambil iblis Jaka sebagai penguat kerajaannya.


"Apa imbalannya?" tanya kaisar Ramos.


"Tak ada, aku hanya menginginkan sesuatu yang membuatku takluk." jawab kaisar Xander sambil tersenyum membayangkan wajah jutek Syalila. wajah seorang wanita yang benar-benar bisa menghipnotis para pria yang ada di dimensi Kerajaan tersebut.


"Baiklah, aku setuju!!" seru kaisar Ramos.


Akhirnya kerajaan bumi dan bintang saling berkerja sama.


** Perbatasan kerajaan kerajaan langit **


"Sebaiknya kita membuat rencana, Yang mulia." ucap Syalila.

__ADS_1


"Maksudmu?" tanya kaisar Xion.


"Iya nona, Sya. Apakah kamu mempunyai rencana untuk membantu kami." tanya pangeran Zavier.


"Kita harus membuat rencana yang hebat, sebuah rencana untuk mencari kelemahan musuh kita." jawab Syalila sambil memakan buah apel.


"Ya sudah kalau begitu, lebih baik kita beristirahat dahulu kita harus membuat tubuh kita sedikit memiliki kelonggaran. jika sampai para musuh-musuh kita sudah menyerang kita dan kita belum istirahat, maka kita akan kalah jumlah dan bahkan kalah dalam segala hal." ucap Kaisar Xion.


"Baik, yang mulia." jawab para pemimpin perang.


"Sya, kau istirahatlah. nanti kau akan ku ajak ke danau di dekat perbatasan." ucap kaisar Xion yang tanpa sengaja membelai rambut Syalila.


"Oke." jawab Syalila sambil berdiri dari tempat duduknya


Sesaat kemudian ada suara yang membuat kaisar Xion menjadi muram semuram langit malam. sebuah suara yang keluar dari seorang pria yang menjadi rival cinta sang Kaisar.


"Sya!!" seru Zarkha dari kejauhan.


Seketika hal itu membuat kaisar Xion, jendral Zeus, dan Komandan Feng menoleh.


"Heh." ucap Syalila sambil memutar badan menghadap orang yang memanggilnya. ternyata Zarkha bersama dengan wanita yang sedang menempel erat padanya seperti cicak. wanita itu datang bersama dengan Zarkha di perbatasan kerajaan.


"Sya..., kenapa kau tak bilang kalau ke sini." ucap Zarkha sambil tersenyum.


"Suamiku, aku capek." manja Clara.


"Lalu, kenapa tadi kau ikut!" bentak Zarkha yang benar-benar tidak suka dengan kata-kata yang diucapkan oleh Clara sesaat kemudian Zarkha menatap Syalila kembali.


"Sya, kenapa kau tak bilang kalau kau ke sini." suara lembut Zarkha pada Syalila.


"Haddeee, ngapain harus bilang. lha wong kaki, kakiku sendiri. jadi ngapain minta ijin padamu." jawab Syalila seperti tanpa dosa.


"Sya, aku." belum sempat melanjutkan perkataanya, perkataan Zarkha sudah perpotong oleh kehadiran Komandan Fheng.


"Selamat datang leluhur." hormat komandan Fheng pada Zarkha.


"Iya Fheng." jawab Zarkha yang bhendak melanjutkan perkataanya pada Syalila. namun orang yang mau di ajak berbicara malah telah menghilang entah kemana.


Sedangkan Kaisar Xion dan jenderal Zeus serta pangeran Zavier nampak tersenyum karena Syalila tak menghiraukan kehadiran Zarkha. apalagi ada Clara yang selalu menempel bagaikan lem perekat yang super lengkap top markotop.


Akhirnya Kaisar Xion pergi menyusul Syalila, karena merasa Zarkha tak akan bisa mendekatinya karena kehadiran wanita itu.


seorang gadis sedang bernyanyi dengan suara khasnya seperti piring setengah pecah, namun sangat percaya diri setinggi langit angkasa dan nampak kehadiran kaisar Xion yang tanpa suara.

__ADS_1


"Sya," ucap Kaisar Xion yang lirih. namun membuat gadis itu sangat kaget setengah mati.


"Kyaaaa.bukk." Kaisar Xion yang tak bisa mengelak dari pukulan Syalila.


"Awww." suara kaisar Xion sambil memegang pipinya yang terkena pukulan.


"Lho, Kaisar!" seru Syalila sambil membantu Kaisar Xion berdiri.


"Kenapa Sya?" tanya kaisar Xion sambil memegang pipinya yang terkena pukulan.


"Haddeee kaisar, bikin aku kena kejutan jantung!" seru Syalila sambil memegang dadanya. "Kemarikan pipimu, aku lihat." pinta Syalila sambil melihat pipi kaisar Xion yang nampak keunguan.


DEG..


"Tak apa-apa, Sya." jawab Kaisar Xion sambil tersenyum. pria itu nampak bahagia dengan kata-kata yang diucapkan oleh Syalila hingga membuat jantungnya berdebar begitu kencang.


Saat hati Kaisar Xion berbunga-bunga dan merekah karena perlakuan Syalila. namun sesaat kemudian nuansa indah itu berganti sunyi.


"Sya!" seru Zarkha sambil menarik tangan Syalila dari muka kaisar Xion.


"Hey monyet tua, bisa gak sopan dikit!" seru Syalila yang tak terima di tarik tangannya.


"Phuffp." tawa kaisar Xion yang di tahan dalam hati, kaisar Xion sangat senang karena Syalila tak ada rasa pada Zarkha. karena hal itu membuatnya merasa yakin akan rasa dihatinya yang akan terbalas.


"Sya, kau tak boleh begini denganku. Aku kan sudah berjanji akan menjadikanmu istriku selamanya!" seru Zarkha yang bisa di dengar oleh Kaisar xion.


"Hallowww, janji yang mana, janji padaku akan abadi, namun setelah kembali malah membawa gadis lain yang bernama istri, hemmm." jawab telak Syalila yang membuat mulut Zarkha seperti di lem.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan

__ADS_1


__ADS_2