TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Romansa Kaisar Xion


__ADS_3

"Ya gak kuat, jenderal. kalau aku di suruh ngendong Kaisarmu." gerutu Syalila sambil memincingkan matanya.


"Upfff," tawa Kaisar dan diikuti senyum dari Jendral Zeus.


"Ya bukan di gendong nona, bantu saya memapah Kaisar ke kediamannya." pinta jenderal Zeus.


"Oh gitu ya, berarti aku salah Jawab dong." ucap Syalila yang membuat Jenderal Zeus tersenyum kepada wanita muda yang ada di depannya.


Sesaat kemudian Syalila mengulurkan tangannya dan membantu Kaisar Xion yang sedang terluka masuk ke dalam Kerajaan.


"Kau ini seorang Raja, tapi ilmu mu begitu rendah," ucap Syalila yang terdengar oleh Kaisar Xion.


Akhirnya, mau tak mau Syalila membantu jenderal Zeus memapah Kaisar Xion ke kediaman nya. saat berada di perjalanan syarila terus saja mengoceh panjang lebar hingga membuat sang Kaisar nampak begitu malu dengan kata-kata yang diucapkan oleh wanita itu.


** Beberapa hari kemudian **


Sudah beberapa hari semenjak pertempuran itu. banyak rumor tentang wanita pemberani yang ada di Kerajaan Langit. Wanita dengan sejuta kharisma dan kehebatannya.itulah rumor yang ada..


"Di mana Ratu Axiva?"" tanya Syalila pada para pelayan.


"Yang mulia ratu Berada di kediaman Kaisar, Nona." jawab mereka.


"Oooo." jawab Syalila.


"Nona, Yang Mulia Ratu berpesan, katanya kalau nona kemari di minta menyusul kekediaman Kaisar Xion." ucap pelayan.


"Oke..," jawab Syalila yang kemudian bergegas menyusul Ratu Axiva ke kediaman sang kaisar. ketika di perjalanan dia bertemu dengan jendral Zeus.


"Nona." sapa jendral Zeus.


"Eeeee jenderal, mau kemana?" tanya Syalila.


"Mau ke tempat Kaisar." jawab jenderal Zeus.


"Ikut..," ucap Syalila.


"Mau apa nona ke sana?" tanya Jenderal Zeus.


"Mencari Ratu Axiva." jawab Syalila.


Setelah mengatakan hal itu mereka berdua menuju kediaman Kaisar Xion, di sana mereka bertemu Kaisar Xion dan Ratu Axiva. dan seorang lelaki muda yang agak genit.


"Senang kau ke sini, Nona Sya!!" seru Ratu Axiva sambil memeluk tubuh Syalila.


"Bagaimana keadaanmu, Kaisar?" tanya Syalila pada Kaisar Xion.


"Khek...," kaisar Xion yang tersedak bubur


"Baik, Nona Sya." jawab Kaisar Xion yang wajahnya mulai memanas.


"Kenapa tiba-tiba dadaku berdebar seperti mau meledak." ini ucap Kaisar Xion dalam hati saat melihat wajah Syalila dari dekat.

__ADS_1


"Apakah kau masih sakit, Yang Mulia?" tanya Syalila kepada Kaisar Xion.


Terlihat Gadis itu menyentuh dahi Kaisar Xion yang membuat sang Kaisar wajahnya bertambah merah karena kelakuan sembrono dari wanita yang ada di hadapannya.


Waktu serasa berlalu dengan sangat cepat. seperti siulan angin yang berirama sangat merdu. hati seseorang pun juga bisa bersua akan musik cinta.


"Apa yang kau lakukan, Sya?" tanya Kaisar Xion pada Syalila yang sedang duduk tepi danau yang asri.


"Oo, Yang Mulia Kaisar." jawab Syalila Sambil tersenyum dan itu membuat perasaan kaisar Xion tak bisa terkatakan lagi. dada sang Kaisar tiba-tiba berdebar begitu kencang seolah ada sesuatu yang membuatnya ingin terbatuk.


"Kamu sedang apa?" tanya Kaisar Xion yang ikut duduk di samping Syalila. dibawah pohon dan duduk di rerumputan sambil kakinya yang di celupkan di danau.


"Memandang langit malam, Yang mulia." jawab Syalila yang memainkan kakinya di air.


Sesaat kemudian dengan jahilnya Syalila mengambil air di tangannya dan memercikkannya di muka kaisar Xion. sontak perlakuan itu membuat Kaisar Xion kaget.


"Hufff." kaisar Xion yang telah basah mukanya oleh air.


"Hahaha...," tawa Syalila yang melihat kaisar kaget oleh kelakuannya. "Maaf yang mulia." jawab Syalila yg tersenyum.


Sesaat kemudian kejahilan kaisar Xion juga muncul.


PYASSS....


air yang terciprat di muka Syalila. sang kaisar yang juga memercikkan air kepada Syalila.


"Hahaha." tawa kaisar Xion ketika melihat wajah Syalila yang terlihat kaget karena cipratan air.


Akhirnya perang air itu terjadi, sedangkan di tempat lain ada beberapa pasang mata yang melihat kelakuan mereka.


"Akhirnya bisa kulihat wajahmu yang bebas, adikku." guman Ratu Axiva yang ikut tersenyum dengan tingkah adiknya.


"Aku balik aja Kaisar!" seru Syalila yang sudah basah kuyup.


"Kemana?" tanya kaisar Xion yang melihat Syalila naik dari danau.


"Ya balik ke kediamanku." ucap Syalila.


"Dengan keadaan basah kuyup begitu?" tanya Kaisar Xion.


"Jelaslah, memang aku harus pakai apa?" tanya Syalila.


"Tunggu sebentar." perintah kaisar Xion yang tiba-tiba menghilang.


"Pakailah." ucap Kaisar Xion yang memberikan jubahnya.


"Tapi kan Kaisar bajunya juga basah." jawab Syalila yang bingung.


"Pakailah, aku bisa kembali dalam sekejap mata ke kediamanku." jawab kaisar Xion Yang jantungnya sudah berdebar-debar.


"Baiklah." jawab Syalila sambil memakai jubah Kaisar.

__ADS_1


"Aku kembali dulu, Kaisar!!" seru Syalila sambil tersenyum. hal itu membuat wajah kaisar Xion sangat senang luar biasa.


"Apakah aku bisa mencintaimu?" ucap Kaisar Xion dalam hati saat melihat kepergian Syalila yang telah memakai jubahnya.


Pria itu terlihat mengharapkan sesuatu dari seorang gadis yang telah meninggalkannya. Tak lama kemudian akhirnya Kaisar Xion memutuskan untuk kembali ke kediaman juga, karena tubuhnya yang basah kuyup telah diterpa Angin Malam yang membuat dirinya merasa kedinginan.


"Sebaiknya aku pergi dari tempat ini, kalau tidak mungkin besok pagi aku tidak akan bisa bangun karena sakit," ucap Kaisar Xion yang kemudian meninggalkan danau. terlihat pria itu berjalan sambil tersenyum hingga sampai di kediamannya.


Sedangkan Ratu Axiva yang melihat hal itu.. nampak senyum terpampang di wajahnya karena dia bisa melihat senyum dari adiknya tersebut.


**** kediaman pulau iblis ****


"Hahhh...," helaan nafas Zarkha yang telah selesai dengan ritual energinya.


"Akhirnya, aku bisa kembali pada kekasihku." jawab Zarkha bahagia. namun dalam sesaat senyum itu seolah luntur dengan kehadiran seorang wanita.


"Sayang!" seru seorang wanita yang tiba-tiba memeluk tubuh Zarkha.


"Kau!!" seru Zarkha yang seolah tak percaya dengan kemunculan gadis itu.


"Ya.., aku kembali sayangku!!" seru gadis itu yang masih setia memeluk tubuh Zarkha.


Tiba tiba perasaan Zarkha tak terkata, karena gadis ini adalah gadis yang dulu selalu dia damba. tempat dia bersandar di dunia yang keras ini.


Namun, sekarang rasa itu telah hilang. tergantikan dengan seorang gadis yang membuatnya berdebar-debar dan selalu terbayang dimatanya.


"Sudahlah Cla, kau jangan membuatku marah!!" seru Zarkha sambil melepaskan pelukan Clara.


"Kenapa, apakah kau sudah tak menginginkan aku. dimana janjimu padaku?!!" seru Clara gadis yang ikut tersegel saat Zarkha disegel dulu.


"Kau yang menginginkan itu, bukan aku." jawab Zarkha.


"Siapa yang membuatmu berubah, Zarkha?" tanya Clara dengan menangis.


"Dulu kau berjanji sehidup semati denganku!!" seru Clara yang berteriak histeris.


"Itu bukan urusanmu." jawab zarkha dan berlalu meninggalkan Clara. namun itu tak membuat Clara patah semangat, dia terus mengikuti Zarkha sampai di Kerajaan Langit.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2