
"Aduhh, ini di mana. kok tempatnya berbeda dari tempat Ley?" gerutu Syalila yang tak tau terlempar kemana. di tempat itu banyak wanita cantik berselendang yang berterbangan diangkasa dan pria-pria tampan yang berjalan tak menginjak bumi. tatapan mata Syalila menatap sebuah pemandangan yang benar-benar mengejutkan dirinya. para wanita berparas cantik melayang di udara dengan selendang warna-warni yang begitu indah, beberapa pria tampan gagah dengan memakai pakaian khas. Syalila memandang dengan begitu takjub kedua bolanya terpanas saat melihat orang-orang yang ada di depannya.
"Oh my God, apa aku mati, beneran gue udah mati? oh no, padahal aku baru menikmati mempunyai suami, kok malah mati sih." Syalila yang meraung-raung meratapi nasibnya. "kalau aku mati Ley ku yang tampan bakal nikah lagi dong. kalau aku mati mending aku berubah jadi memedi, Kunti atau apa aja buat nakutin Ley biar dia gak nikah lagi." sambung Syalila sambil mengusap air matanya. beberapa saat kemudian datanglah sekelompok pengawal datang menghampiri Syalila dan membawanya ke sebuah istana Mega dan buesarrrr.
"Hey lepasin aku!!" bentak Syalila yang langsung menyerang para pengawal itu.
di jungkir balikkan para pengawal itu dan membuat mereka merontah kesakitan.
BUKK..
BRUKK...
"Singkirkan tanganmu!!!" seru seorang lelaki.
"Widdih..., ada orang lagi, lebih baik langkah seribu." guman Syalila yang langsung berlari dari lelaki itu.
"Berhenti!!!" seru seorang lelaki yang langsung mengeluarkan cambuknya.
CTASS..
"KYAAA!!" Syalila yang menghindar dari cambukan itu.
"Berhenti atau mati!!" seru lelaki itu kembali.
"Masak bodoh, mati ya mati, lha aku aja uda mati. mau mati lagi gimana ceritanya." gerutu Syalila sambil berlari kencang. sedangkan lelaki itu nampak murka karena dipermainkan oleh seorang wanita.
"Kepung wanita itu!!" seru pria yang membawa cambuk. pria itu sudah memerintahkan untuk mengepung seorang wanita yang tipe-tipe muncul di tempat mereka seorang wanita yang tiba-tiba membuat kehebahan yang begitu luar biasa.
"Baik raja!!" seru para pengawal.
"Kok aneh, di akhirat ada tempat seperti ini. petugas kematiannya kok cakep-cakep." ucap Syalila yang sudah bersembunyi di atas pohon super besar, bahkan di hutan hijau saja tak ada pohon sebesar itu.
"Cari wanita itu!!" seru pria bercambuk yang memerintahkan pengawalnya untuk mencari keberadaan Syalila.
"Ngumpet disini aja deh, nih pohon besar banget. seratus kali lipat dari lebar tubuhku." guman Syalila yang masih nangkring di pohon besar itu.
"Apa yang kau lakukan di sini, nona." suara seorang pria dan wanita.
"Diam dulu, mereka sedang mengejar ku." jawab Syalila tanpa sadar. terlihat wanita itu berbicara tanpa melihat ke arah asal suara dia hanya menatap para pengawal dan seorang pria yang dari tadi mencarinya.
"Apa yang telah nona lakukan, hingga mereka mengejar nona?" tanya dua mahluk itu.
"Gak tau, tapi itu...," Syalila yang mulai sadar. seketika wanita itu menghentikan perkataannya sedikit demi sedikit Syalila menolehkan wajahnya melihat apakah dia diajak bicara oleh hantu atau para malaikat
dewa dan sejenisnya.
***
__ADS_1
Hati mulai merana
saat hati telah dibawa pergi
tak ada harapan
namun selalu berharap
****
"Kya!!!!!" seru Syalila yang kaget dengan kehadiran dua penampakan itu.
"Tuan, dia di sana!!." seru para pengawal saat melihat keberadaan Syalila di atas pohon.
CTASS...
suara cambuk yang di hempaskan.
"Wadduh!!" guman Syalila yang menepuk jidatnya.
CTASSS....
suara cambuk yang melesat dan melilit tubuh syalila.
"KYAAAAAA!!!" suara Syalila yang di tarik oleh cambuk itu. seketika tubuhnya terseret mengikuti cambuk yang ditarik.
suara tubuh Syalila yang terjatuh ke tanah.
"Oh my God. sakit banget." gerutu Syalila sambil memegang pantatnya. wanita itu merasakan kesakitan ketika tubuhnya tiba-tiba dilempar oleh pria tidak berhati.
"Hai kau penyusup, dari mana asal mu?!" seru lelaki itu.
"Hey.wey.weee.., aku terlahir dari ibuku dan berasal dari ayahku." seru Syalila yang berkata asal. ya ditanya dari asap mana asalnya malah menjelaskan dari mana kelahirannya secara biologis tentu saja orang-orang yang ada di tempat itu menatap aneh.
"Siapa kau?" tanya lelaki itu. seorang lelaki yang terlihat begitu garang.
"Aku, aku seorang wanita." jawab Syalila sambil berdiri dan membersihkan tubuhnya dari tanah akibat terjatuh dan menatap lelaki di depannya.
DEG...
degup jantung pria bercambuk itu ketika menatap wajah Syalila dari dekat.
"Hey.., kenapa kau diam saja!!" seru Syalila Sambil berkacak pinggang.
"Hhem.., akan ku bawa gadis ini ke istana!" seru pria bercambuk.
"Enak saja, kalian ini siapa sih?" tanya Syalila yang clingak-clinguk melihat sekitar tempat keberadaannya seorang wanita yang tiba-tiba muncul di tempat yang sangat aneh.
__ADS_1
"Kau adalah penyusup." seru pria itu.
"Apa maksudmu, Enak aja kamu bilang aku ini penyusup. Kamu kira aku ini maling apa!" seru Syalila. namun apa yang dikatakan oleh Syalila itu tidak ada gunanya karena dia langsung dibawa menuju sebuah istana yang 100 kali lipat dari kerajaan langit dan kerajaan bumi.
BRUKK...,
Syalila yang tersungkur saat di lempar di lantai istana.
"Siapa dia raja Han!" seru kaisar langit.
"Dia, dia adalah penyusup Yang mulia!" seru raja Han.
"Wheee, siapa yang penyusup, enak aja kalau ngomong!" seru Syalila yang menunjuk muka lelaki itu tanpa mengenal rasa takut. Syalila adalah wanita yang tak mengenal takut. buktinya sekarangpun dia tak takut untuk menantang kaisar para dewa. kaisar langit, sang penguasa langit semesta.
kita ngintip keadaan Ley dan kaum siluman dulu, keadaan Ley telah membaik karena rasa cintanya pada isterinya yang membuat dia yakin. kalau isterinya masih hidup, namun entah dimana keberadaan isterinya dan hal itu yang membuat semangat hidupnya kembali.
"Tuan." panggil Riu yang melihat tuannya telah bangun dari tidurnya.
"Ada ap Riu?" tanya Ley sembari menatap wajah anak buahnya.
"Terima kasih, tuan. Anda telah pulih kembali." guman Zhen.
"Aku harus bangun. karena aku harus mencari keberadaan isteriku." guman Ley sambil tersenyum menatap wajah para pengikutnya.
"Ya, tuan." jawab Phay.
"Aku merasa kalau isteriku tidak kembali ke dunianya." ucap Ley yang menatap hamparan hijau tumbuhan yang di tanam oleh Isterinya. tatapan matanya menatap nyalang ke sebuah tempat yang tidak bertuan.
"Lalu tuan, dimana keberadaan nona?" tanya Riu dan Zhen.
"Aku masih belum mengetahui di mana keberadaan istriku, tapi aku yakin kalau istriku berada di sebuah tempat dan dia pasti akan kembali padaku lagi." jawab Ley yang terlihat begitu yakin pria itu tidak akan membiarkan kehidupan memisahkan dirinya dan sang istri. dia akan berusaha untuk mendapatkan kebahagiaannya kembali.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1