
Hidup berjalan bagaikan air, mengalir seirama dengan gelombang yang berjalan. Hidup Syalila berjalan sangat bahagia dengan adanya ketiga anaknya. sang putra pertama yang jail seperti Syalila, putra kedua yang cuek dan tukang gaduh suka merayu para siluman wanita. sedangkan putri ketiga yang mirip dengan Ley, sangat santun tapi sukanya nempel sama Riu si siluman Rubah ganteng.
🌸🌸 DUA BELAS TAHUN KEMUDIAN 🌸🌸
Sekarang anak- anak Syalila dan Ley sudah berusia enam belas tahun.
"Paman Riu, kenapa wajahmu sangatlah tampan. hingga aku tak mampu berpaling darimu." ucap Azela yang membuat Riu mukanya memerah dan bertingkah tak karuan. walaupun aksila adalah seorang gadis yang begitu pendiam namun ketika dia mengeluarkan sepatah kata saja wanita itu mampu membuat orang lain tunduk.
"Khem, Paman riu harus pergi dulu karena ada sesuatu yang harus Paman kerjakan." Riu yang menata hatinya jika dia berdekatan dengan Azela, gadis yang sangat terang-terangan ketika dia berbicara tentu saja dia akan ceplas-ceplos karena dia anak siapa. gadis kecil yang selalu menempel seperti lem dan saat dewasa, dia selalu mengeluarkan aura penggoda seperti Syalila yang membuat jantung Riu berdebar tak karuan.
"Tampanku Riu, kamu mau ke mana." Azela yang mendekati Riu. bahkan gadis muda itu tidak pernah melepaskan riuh sama sekali Dia selalu saja mengikuti Riu bahkan Azela tidak pernah membiarkan siluman itu mendekati satu wanita pun.
"Azela, kenapa kau selalu menganggu pria berekor itu!" suara Syalila dari dalam kediamannya.
"Ih bunda, ganggu Azela sama Riu ganteng aja." Azela yang mendumel tidak karuan.
"Oya Riu, sekarang di mana suamiku?" tanya Syalila pada Riu. wanita itu langsung meminta putrinya untuk segera pergi agar tidak mengganggu Riu terus-menerus.
"Sedang di kerajaan petir, Ratu." jawab Riu yang ingin berlalu namun di tempeli sama Azela.
"Kapan suamiku akan pulang?" Syalila yang berpura pura bertanya. padahal Ley sudah berpamitan kepada dirinya wanita itu sepertinya harus membuat putrinya tidak selalu mengganggu riuh hingga membuat Rio tidak bisa menjalankan tugasnya.
"Mungkin 2 Minggu, Ratu." jawab Riu yang merasa janggal.
"Azela, Panggil dua kakakmu itu!" perintah Syalila pada putrinya.
"Gak ah, paling-paling kakak pertama sedang menggoda para wanita, sedangkan kakak kedua pasti sedang di dunia peri." gerutu Azela yang tidak mau mendengar perintah ibunya. wanita muda itu terus saja bergelayut manja di pergelangan tangan riuh hingga membuat Riu jadi salah tingkah.
"Heee." Syalila yang mengangguk dan seketika dia sudah menghilang dan kembali bersama kedua putranya.
"Ehhh, bunda." kedua putra Syalila yang tak terima ibunya mengambil mereka secara tiba-tiba dan tiba-tiba membawa Mereka pergi dari tempat keberadaan mereka sebelumnya.
"Abangku sayang, jangan sampai ibunda ngamuk chantik lho.." sindir Azela kepada kedua kakaknya.
"App.." akhirnya Rion dan leon tak bisa berkata, benar kata adiknya kalau bundanya ngamuk-ngamuk chantik, maka mereka bisa d gantung di perbatasan Kerajaan Hutan Hijau. membayangkan saja mereka berdua sudah ngeri apalagi kalau mereka benar-benar mendapatkan hukuman dari ibunda mereka Entahlah apa yang terjadi mungkin mereka akan dijungkir secara terbalik.
"Ada apa sih bunda?" tanya Azela yang bingung.
__ADS_1
"Sekarang kita berlima berangkat ke Kerajaan petir." ucap Syalila pada mereka.
"Tapi." Riu yang ingin berkata namun tak bisa. melihat sorot mata shalila Rio langsung menutup mulutnya dengan rapat pasti ada sesuatu yang membuat syaila harus segera pergi ke tempat tersebut.
"Untuk sementara Kerajaan Hutan Hijau di bawah pengawasan Zhen." seru Syalila yang langsung menghilang mengajak Riu bersama ketiga anaknya.
KERAJAAN LANGIT
"Apa kabar kaisar tua!!" suara Syalila yang tiba-tiba muncul di aula istana kerajaan langit dan membuat semua yang ada di aula istana menoleh ke arah suara itu.
"Nona Sya!!" seru Ratu Axiva yang langsung berlari memeluk tubuh Syalila.
"Apa kabar Ratu Axiva?" tanya Syalila sembari menatap wajah wanita cantik yang sudah berumur tersebut.
"Aku baik-baik saja, bagaimana dengan dirimu?" tanya Ratu Axiva.
"Hormat kami Ratu!" seru Riu bersama ketiga anak Syalila.
"Apa kabar nona Sya!" permaisuri Clara yang mendatangi Syalila.
Oya, kaisar Xion telah menikah dengan Clara dan mempunyai dua orang putra berumur 10 dan 7 tahun.
"Baik." jawab Clara.
Tak berselang lama tatapan mata Ratu Axiva menatap 3 makhluk yang datang bersama dengan Syalila terkecuali Riu karena ratu aktiva mengenal siluman itu.
"Siapa mereka nona Sya?" tanya Ratu Axiva yang melihat dua pria tampan dan seorang putri yang cantik.
"OOO, mereka putra dan putriku." jawan Syalila dengan tersenyum.
"Benarkah, jadi ketiga remaja ini adalah anak-anakmu." ratu Axiva yang benar-benar tidak pernah menyangka kalau Putra Syalila sudah dewasa.
Dari kejauhan datanglah seorang wanita yang berjalan begitu gemulai dan menghampiri Riu. "Apa kabar tuan Riu." sapa seorang putri dari Kerajaan langit.
"Baik putri." jawab Riu dengan tersenyum.
"Sudah lama tidak bertemu." tegur putri Lin. perkataan putri Lin seketika menyulut Api kecemburuan Azela.
__ADS_1
tatapan mata Azela menatap Rio yang sedang berbicara begitu lembut kepada putri Lin seorang wanita yang katanya dulu dijodohkan dengan Riu namun Riu tidak menerimanya.
"Auu." pinggang Riu yang di cubit oleh Azela.
"Jangan genit jadi siluman." bisik Azela di telinga Riu yang membuat Riu menahan sakit di pinggangnya.
"Selamat datang, nona Sya." Kaisar Xion yang menghampiri Syalila dan anak-anak nya.
"Di mana suamiku?" tanya Syalila yang langsung mencari keberadaan suaminya. bukan menjawab sapaan yang diucapkan oleh kaisar Xion malah wanita itu langsung menanyakan keberadaan suaminya.
"Di perbatasan Kerajaan Langit dan bintang." jawab kaisar Xion.
"Apa ada sesuatu di hutan roh suci?" tanya Syalila.
"Kaisar Ley dan Komandan Zeus sedang memantau hutan roh." jawab kaisar Xion yang sesekali melirik wajah Syalila.
"Memangnya apa yang terjadi di perbatasan Kerajaan itu, hingga membuat para kaum roh menjadi tidak karuan seperti itu?" tanya Syalila kepada kaisar Xion.
"Aku tidak tahu Ratu, tapi yang jelas ada sesuatu yang membuat tempat itu seperti tempat yang begitu menakutkan. aku dan beberapa pengawalku ke sana namun kami sulit untuk keluar, ada sesuatu yang membuat tempat itu mengeluarkan kekuatan yang sangat menakutkan." jawab Kaisar Xion.
"Kok bisa?" tanya Syalila.
"Aku tidak tahu." jawab kaisar Xion.
"Kalau ada sesuatu seperti ini mungkin saja akan ada sesuatu yang sangat menakutkan terjadi." ucap Syalila.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan