TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Di culik dewa racun


__ADS_3

"Lapor, Yang Mulia!!" seru pengawal


"Ada apa?" tanya kaisar Xion.


"Kediaman Ratu Axiva telah di serang dan nona Sya sedang bertarung dengan pria itu." lapor sang pengawal.


Kabar yang diberikan oleh salah satu pengawal itu sontak membuat Zarkha dan Kaisar Xion langsung lenyap seketika.


Seketika Zarkha langsung menggunakan kekuatannya dan menghilang ke tempat Syalila. pria itu tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk mendekati Syalila bagaimanapun caranya.


WUSS...


Seketika Zarkha langsung berada di tempat Syalila, pria itu menatap seorang pria yang bisa dikatakan sebagai asal mula dirinya.


"Apa yang kau lakukan disini?!" seru Zarkha yang tiba-tiba muncul.


"Hemmm." senyum sang dewa racun yang melirik Zarkha.


"Zarkha, siapa dia. kok sulit banget di serang." gerutu Syalila dengan lantang.


"Mundur Sya, dialah orang yang kita bicarakan!" seru Zarkha yang membuat Syalila mundur seratus langkah.


"Ngapain dia di sini, kok bisa masuk?!" seru Syalila yang menjadi panik karena ilmunya sama sekali tak mempan pada pria itu.


"Segel darah." Zarkha yang langsung menyerang sang dewa racun.


"Netral." jawab pria itu yang ternyata tak bisa di segel darah.


"Segel raga." Zarkha yang menyerang lagi. nampak wajah pria itu setengah pucat seperti mayat hidup.


"Zarkha hati- hati." seru Syalila yang dapat melihat gerakan tangan pria itu.


"Netral." ucap pria itu. seketika tubuhnya sudah terbebas dari ilmu Zarkha.


"Kenapa kami semua tidak bisa membuat pria itu terluka," guman Syalila dalam hati.


Hembusan angin yang hebat melanda kediaman Ratu Axiva, para pengawal dan pelayan menyelamatkan tuannya.


Sedangkan para pejabat istana tak bisa masuk ke kediaman Ratu Axiva. karena tempat itu sudah disegel dinding oleh Dewa Racun.


"Kau tak akan bisa melawanku, Zarkha." ucap santay pria itu.


"Di sini bukan tempatmu!" seru Zarkha sembari menyerang Dewa Racun. Syalila hanya menatap heran pria itu.


"Hebat banget tuh pria." guman syalila dalam hati.


DUARRRRRR..


DUARRRRR..


Suara kilatan petir dari pria itu. yang membuat Zarkha dan Kaisar Xion terluka.


"Wadduhh, mereka bisa kalah." guman Syalila.


"Segel kemati..," rapal pria itu yang terputus, karena dari arah depannya, Syalila langsung muncul dan mencium bibir Dewa Racun dan sedikit mengigit bibirnya, sontak rapalan segel itu pudar seketika.


Entah dari mana pemikiran kacau itu Syalila dapatkan. Hanya karena ingin menolong Kaisar Xion dan Zarkha dia malah mempertaruhkan harga dirinya dan mencium pria yang baru dia lihat.


"Wadduh, harus kabur." Syalila yang berniat kabur setelah lunturnya segel itu.


Namun sang Dewa Racun yang merasa murka langsung membawa lenyap tubuh Syalila.


"Syaa!!" seru Kaisar Xion dan Zarkha yang berusaha meraih tubuh Syalila yang di bawa lenyap oleh Dewa Racun.

__ADS_1


"Aaaaa!!" seru Zarkha sambil mengeluarkan energi tubuhnya yang membuat dinding kediaman Ratu Axiva retak.


Sedangkan raut wajah Kaisar Xion nampak muram. Karena dia tak bisa menyelamatkan Syalila. Apalagi semua tak akan bisa melacak keberadaan Dewa Racun karena tempatnya selalu di bentengi segel dinding yang tak terlihat namun tak bisa dimasuki.


** Istana Hutan Hijau **


BUG..


"Kyaaaa!!" teriak Syalila yang di lempar ke tanah oleh Dewa Racun.


" ...." tanpa kata, Dewa Racun langsung meninggalkan Syalila.


"Weee, tampan-tampan kok galak banget, di mana ini?" Syalila yang kebingungan dengan tempat keberadaannya sekarang, merasa khawatir. tentu, apalagi dengan orang yang baru saja membawanya pergi dari Kerajaan Langit.


Beberapa saat kemudian, Syalila mencoba mencari keberadaan orang yang telah menculiknya secara paksa.


Dua bola mata cantik milik Syalila terus mencari keberadaan pria itu, terlihat hutan tempat keberadaannya itu sangat indah. Dengan cahaya matahari yang menyinari, saat Syalila sedang melihat-lihat kerajaan itu.. nampak Syalila menabrak seseorang.


"BUG..."


Syalila menabrak tubuh Dewa Racun.


"Maaf." ucap Syalila sambil mengusap jidatnya.


"Menjauhlah dariku."


Dewa Racun membentak Syalila


saat dirinya ditabrak oleh gadis yang dia bawa paksa, pria itu terlihat sangat marah seperti dia habis diserang oleh musuhnya.


"Hey, enak saja. Setelah membawaku pergi kau malah mau membuang ku!!" seru Syalila sambil menunjuk punggung Dewa Racun.


Namun, dari kejauhan terdenga suara lolongan anjing dan serigala.


AUUUUUU....


"Apa itu?" tanya Syalila yang agak panik saat mendengar lolongan anjing.


"Itu adalah lolongan para Siluman." jawab Dewa Racun.


"Apa!! sil-siluman?" tanya Syalila yang panik, karena setahunya siluman cuma ada di sinetron saja.


"Ya, siluman." jawab Dewa Racun.


"Wei-wei, tunggu aku!" teriak Syalila sambil berlari mengejar dewa racun dan..,


"BUG, aduhhh!!!" seru Syalila yang menabrak tubuh Dewa Racun.


"Jangan panggil aku Wei, karena aku punya nama." ucap Dewa Racun.


"Oya? siapa?" tanya Syalila sambil mengelus dahinya.


"Han Zheley, namaku Han." ucap sang Dewa Racun.


"Hei, tuan tampan Ley jangan tinggalin aku disini." Syalila yang berteriak saat Ley pergi meninggalkan Syalila.


"Memang apa gunamu disini?" tanya Ley sinis.


"Lha..la, memang siapa yang membawaku ke sini? lha kan kau sendiri yang membawaku." cerocos Syalila sambil manyun lebay.


"Terserah." jawab Ley tak menghiraukan Syalila.


BRAK..

__ADS_1


Pintu pondok yang ditutup kasar oleh Ley.


"Lho, kok ada pondok sih, perasaan tadi cuma hutan. lha-lha, kok ada pondok." Syalila yang binggung tiba-tiba ada pondok peristirahatan.


BRAKK..


Pintu pondok yang dibuka paksa Syalila.


"Kau!!" seru Ley yang kaget Syalila bisa masuk ke pondoknya yang sudah di pasang segel.


"Hey, tuan. tega banget sih ngebiarin seorang gadis di luar sana, gak di suruh masuk lagi." teriak Syalila sambil menunjuk Ley. Wanita itu benar-benar sangat murka luar biasa karena dia mendapatkan perlakuan seperti itu.


"Terserah padamu." jawab Ley yang langsung membaringkan tubuhnya di tempat peristirahatannya.


Sedangkan Syalila menatap tempat itu secara detail, mengamatinya dan tersenyum sendiri. sebuah pemandangan yang sangat luar biasa begitu cantik begitu menawan dan benar-benar seperti tempat yang ada di sinetron-sinetron zaman dahulu.


"Angap aja lagi piknik." ucap Syalila yang mencoba menenangkan fikirannya. Namun sesaat kemudian, dia sudah terlelap di kursih yang terbuat dari pohon yang sangat besar.


******


Awan mendung yang berlalu


membawa rasa yang sendu


berakhir mata pada penantian


menatap bahagia berdua


seutas rasa terjawab


dikala mata telah tertahan


satu kata yang kan terucap


di antara dua dinding yang merindu


****


Saat Syalila telah terlelap di tidurnya, Ley terbangun dengan rasa yang dia tahan sedari tadi. Entah apa yang terjadi, namun hatinya mulai bergejolak semenjak segelnya dilunturkan oleh gadis yang ada di depannya itu. Seorang gadis yang melunturkan segelnya dengan cara menciumnya secara paksa.


DEG..


DEG..


"Ada apa ini?" guman Ley yang meraba dadanya, disana dadanya seolah berdetak tak karuan hal itu membuatnya tak bisa mengontrol debaran itu.


"Huk-huk-huk." Ley yang terbatuk karena debaran jantungnya terlalu cepat, apalagi menatap Syalila.


"Kenapa?" Syalila yang terbangun karena suara batuk Ley dan secara spontan Syalila langsung pergi mengambil air. "Ini." Syalila langsung menyodorkan air itu pada Ley dan


sambil mengusap punggungnya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2