
Jangan berkata cinta
jika tak ada buktinya
jangan katakan sayang
jika hati tak bisa mengatakan.
Reon yang melihat pergerakan mata yang ditunjukkan oleh kaisar Xion membuat salah satu Putra Syalila itu mengeluarkan kata-kata yang sedikit membuat Kaisar Xion malu.
"Awas matanya copot, kaisar." bisik Reon di telinga kaisar Xion yang membuat kaisar Xion tersadar dari lamunannya.
"Khemm, kalau begitu beristirahatlah dahulu, nona Sya." kaisar Xion yang berusaha menetralkan hatinya. memang hati selalu berkata tentang kenyataan. kaisar Xion masih belum bisa melupakan Syalila sepenuhnya, rasa cinta itu masih ada begitu besar hingga tidak bisa dihapus seluruhnya. walaupun seperti itu Clara paham apa yang dirasakan oleh kaisar Sion atau suaminya, karena Clara juga merasakan hal itu ketika dia harus melalui waktu yang lama akibat patah Hati karena dicampakkan oleh Zarkha.
"Selamat datang ratu Sya, putri." seorang pria muda yang menghampiri Syalila dan anak-anak nya.
"Kalau begini, lebih baik kita di kerajaan hutan hijau saja." gerutu Reon dan Leon ketika mereka sudah berada di kerajaan langit mereka tidak pernah merasa senang ketika keluar dari kerajaan itu.
Akhirnya Syalila dan anak-anak nya berada di kerajaan Langit, namun Reon dan leon yang jengah dengan banyaknya kaum pria yang mendekati ibunya. sebenarnya Reon dan Leon termasuk tipe pria yang posesif. dia akan selalu naik darah kalau ada pria yang mendekati ibunya.
"Ada apa tuan kemari?" tanya Reon kepada pejabat kerajaan langit.
"Aku hanya ingin bertemu dengan, ratu Sya." jawab pria itu dengan percaya diri.
"Ibunda, apa ibunda mau kerbau tua panggang?" tanya Leon yang mulai usil. pria muda itu tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk mendekati ibunya karena jika sampai ayahnya mengetahui hal itu maka mereka berdua akan mendapatkan sesuatu yang tidak menyenangkan. Reon dan Leon sudah mendapatkan pesan dari ayahnya kalau ada siapapun yang berusaha untuk mendekati ibunya dan mereka membiarkan hal itu, maka kedua putranya itu akan mendapatkan hukuman yang sangat luar biasa.
"Aaaaa!!" seru pejabat itu yang berlari setelah jubahnya di bakar oleh Leon.
"Rasain!" bentak Reon.
"Diam, kita harus ke perbatasan kerajaan ini!!" seru Syalila yang sudah tau kelakuan anak-anaknya.
"Sekarang ya, ibunda?" tanya Azela pada Syalila. wanita itu menatap ibunya dengan raut wajah yang sedikit kesal.
"Ya, ibunda mau kita segera berangkat sekarang." jawab Syalila yang di angguki keempat orang itu.
"Riu pegang Azela!" perintah Syalila.
Seketika..
WUSSSS..
BUG...
"Lindungi tubuh kalian!!" seru Syalila yang memakai ilmu pelindung diri.
"Segel jiwa. aura suci!!" seru Riu yang membuka perlindungan hutan roh suci.
"Reon, Leon. buka segel pembatas!!" seru Syalila pada kedua putranya.
"Baik!" seru Leon.
"Pengendali alam. segel pengendali!!" Reon dan Leon yang mematahkan segel pembatas di hutan roh suci.
__ADS_1
TRAKK...
segel telah lepas
"Kita masuk." pinta Syalila yang masuk kedalam hutan roh suci.
Kedua mata Syalila terus mencari keberadaan suaminya dan para penghuni kerajaan langit. semakin masuk kedalam hutan roh semakin membuat badan mereka terasa berat.
"Ada apa dengan para roh itu bunda?" tanya Reon kepada ibunya.
"Kelihatannya para roh dalam masalah." jawab Syalila yang mencoba memasuki inti alam hutan roh. wanita itu dapat merasakan ada sesuatu yang terjadi para dengan para roh.
"Kelihatannya ada sejenis kutukan yang telah dilepas di hutan ini, nona Sya." jawab Riu. Riu bisa merasakan sebuah kekuatan yang bisa menekan para siluman Riu yakin kalau kekuatan itu adalah kekuatan kutukan.
"Kau benar Riu. mungkin ini ada kaitannya dengan cahaya hitam waktu itu." jawab Syalila yang mencoba merasakan aura di hutan roh.
"Apa ada penghianat di dalam hutan roh?" tanya Reon dan Leon.
"Jita cari ayah kalian dahulu!!" seru Syalila yang menyusuri hutan roh.
BUG...
tubuh Syalila yang menabrak tubuh seseorang. "Aduh..," Syalila yang lebai.
"Isteriku?" kaget Ley saat melihat kedatangan isterinya.
"Ayah!!" seru Reon, Leon dan Azela.
"Kenapa kalian kemari?" tanya Ley pada isterinya.
"Kenapa aku tidak boleh kemari? apa kau punya awewe di sini hingga Aku tidak boleh kemari." sindir Syalila pada suaminya yang membuat Ley tak bisa berkata apapun.
"Tidak mungkin kan, sayang." jawab Syalila.
"Apa ada sesuatu tuan?" tanya Riu bingung.
"Bawa keluar Azela dan para pengawal. aku dan isteriku akan menembus mantra segel dunia roh." jawab Ley.
"Kami akan membantu ayah dan bunda!!!" seru Reon dan Leon.
"Ini sangat berbahaya putraku!!" seru Syalila kepada kedua putranya.
"Kita berjuang bersama-sama!!" seru Azela dan Riu yang masuk kembali kehutan roh setelah mengantarkan para pengawal.
"Kita buat lima titik segel!" seru Ley yang mulai membuat segel bintang. ley harus melakukan sesuatu agar pria itu bisa melepas segel yang tiba-tiba melingkari alam para roh.
"Aaaa!!" suara jeritan yang menggema di hutan roh.
AAAA!!!
"Suara apa itu?" tanya Azela penasaran.
"Aaaaa!!!" jeritan yang memilukan hati dari para roh. entah apa yang terjadi kepada mereka hingga membuat mereka seperti merasakan kesakitan yang sangat luar biasa.
__ADS_1
WUSSS...
Tiba-tiba angin berembus tak menentu, hingga membuat nafas seakan terputus-putus.
"Tolong!!!" suara jeritan roh abadi Dewi tumbuhan.
"Dewi tumbuhan!!" syalila yang mendekati roh Dewi tumbuhan.
"Dewiku!!" seru Dewi tumbuhan yang memeluk tubuh Syalila.
"Kenapa hutan roh seperti ini?" tanya Syalila pada Dewi tumbuhan.
"Ada seseorang yang memasang segel kutukan di hutan ini." jawab roh Dewi abadi tumbuhan.
"Siapa?" tanya Ley.
"Entahlah, mereka tiba-tiba menyegel kami dan ada beberapa di antara kami musnah." jawab roh Dewi tumbuhan yang merasa kesakitan.
"Energi murni!!" seru Syalila yang menghilangkan kutukan di roh Dewi tumbuhan.
SRETTT...
TESS...
Setelah kutukan di jiwa roh Dewi tumbuhan telah hilang Syalila dan Ley menanyakan perihal kutukan itu.
"Apa yang terjadi Dewi?" tanya Syalila pada Dewi tumbuhan.
"Entahlah, tiba-tiba ada seseorang yang memakai mantra kutukan dewa pada kami. hingga kami seperti ini." jawab roh Dewi tumbuhan.
"Bagaimana dengan yang lain?" tanya Ley yang begitu kebingungan.
"Beberapa diantara kami menyerang kaum manusia, hingga ada Kematian. kami benar-benar tidak mampu bertahan dari kekuatan itu." jawab roh Dewi tumbuhan sambil menitihkan air mata.
"Lalu, kenapa kau bisa tidak terpengaruh oleh kutukan itu?" tanya Reon.
"Iya, Apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya Ley.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1