
Mimpi adalah sebuah perjalanan. saat seseorang yang terbawa dalam tidur panjangnya, namun saat kenyataan yang nyata berada di depan mata... yang ada hanya sebuah kenyataan.
"Oh ya istriku, Bagaimana kau bisa menemukan keberadaanku di sini? sedangkan aku tidak dapat menemukan keberadaan mu selama aku mencarimu beberapa bulan ini?" tanya Ley.
"Entahlah, tapi ini semua karena gelang antik ini. gelang yang aku dapatkan dari pasar Kerajaan Langit." jawab Syalila sambil menunjukkan tangannya yang memakai gelang yang dia maksud.
Seketika Ley menatap gelang itu. Karena terlihat gelang itu seperti gelang yang diberikan kan oleh empat siluman.
"Dari mana kau mendapatkan gelang itu istriku?" tanya Ley sambil menatap gelang yang berada di tangan istrinya.
"Kan sudah aku bilang, aku dapat dari pasar. dari seorang pria tua." jawab Syalila.
"Tapi, aku juga mempunyai gelang seperti itu istriku. Gelang ku berasal dari pemberian empat siluman yang selalu bersamaku di negeri ini." jawab Ley.
"Lalu mana gelang itu?" tanya Syalila yang merasa penasaran.
"Ini." jawab Ley sambil menunjukkan gelang yang berada di tangannya. Namun gelang yang dimiliki oleh Ley sedikit lebih besar dari pada milik syalila.
"Benar.. kenapa bisa sama persis seperti ini?" tanya Syalila sambil memutar gelang yang ada di tangan suaminya.
Dari luar pondok milik Ley, terlihat 4 siluman itu mondar-mandir di sana. Mereka ingin mendengar penjelasan dari tuan masa depan dari keturunan mereka. satu berjalan ke kanan satu ke kiri satu ke depan satu ke belakang. 4 siluman itu terus mondar-mandir menunggu le keluar dari pondoknya, sedangkan yang punya pondok tidak ingin keluar karena dia ingin menghabiskan waktunya Bersama sang istri.
"Apa yang mereka lakukan di dalam." gerutu siluman serigala yang membuat ketiga temannya nampak menganggukkan kepalanya.
"Mereka kan suami istri, jadi terserah apa yang akan mereka lakukan." jawab acuh siluman rubah putih.
"Memang itu terserah mereka, tapi kitakan berada di luar pondok ini. Kau kira kita ini pengawas mereka apa?" ucap siluman merak sambil mengerucutkan bibirnya.
"Lagian, Kenapa juga kita harus berada di depan pondok ini dan menunggu mereka?" tanya siluman rubah merah yang kemudian pergi dari pondok Ley. Namun tak lama kemudian pintu pondok milik Ley telah terbuka. Di sana nampak Ley keluar bersama Syalila.
__ADS_1
Ke-empat siluman itu menatap wajah Syalila dengan sangat intens, bahkan siluman merak dan siluman rubah putih nampak tersenyum melihat wajah Syalila. Tatapan mata Ley langsung tertuju kepada 4 pria itu, sedangkan Syalila dia nampak tidak menggubris para pria yang ada di depan mereka.
"Apakah kalian tidak bisa mengedipkan mata sama sekali, hingga mata kalian melotot seperti itu menatap istriku!" seru Ley yang tidak terima isterinya ditatap dengan tatapan yang intens, setelah mendengarkan perkataan Ley, ke-4 siluman itu langsung tersadar.
"Oh ya suamiku, kenapa wajah mereka sama seperti wajah Riu dan Zhen?" tanya Syalila sambil tangannya menunjuk wajah siluman Rubah putih dan siluman serigala.
"Kau tidak perlu kaget istriku, karena mereka adalah Nenek moyang dari Riu dan Zhen." jawab Ley.
"Aii.." ucap kaget Syalila sambil menatap para siluman.
"Kenapa wajahmu seperti itu istriku?" tanya Syalila sambil menatap wajah sang istri, sedangkan Syalila dia terus menatap wajah keempat siluman.
"Berarti mereka adalah Nenek Moyang dari parah pria berekor dong." jawab Syalila.
Sedangkan para siluman, mereka nampak saling menatap saat mendengarkan perkataan Syalila yang mengatakan kalau mereka adalah manusia berekor.
"Apa maksudmu Nona, mengatakan kami manusia berekor. Kami adalah perwujudan dari para siluman abadi dan kami bukanlah manusia berekor!!" seru para siluman yang terlihat tidak terima dengan kata-kata yang diucapkan oleh salilah wanita itu terus saja mengatakan kalau mereka itu adalah manusia berekor.
"Oh ya suamiku, Apakah disini tidak ada kadal ompong atau pria bunting itu?" tanya Syalila sambil menatap wajah sang suami.
Sedangkan Ley.. nampak pria itu menghela nafasnya dan mencoba menetralkan suaranya. Kelakuan konyol dari sang istri mulai kembali lagi.
"Istriku, di sini adalah tempat asing. tidak memungkinkan para siluman di Kerajaan Hutan Hijau juga berada di sini semua." jawab Ley dengan santainya. Sedangkan para siluman nampak kebingungan dengan perkataan yang keluar dari mulut Syalila.
"Siapa kadal ompong, pria bunting?" tanya siluman serigala kepada Ley. Sedangkan Ley dia tidak mampu untuk menjawab pertanyaan Mereka, ingin tertawa pun akan terasa malu.
"Jadi kalian tidak mengenal mereka ya?" tanya Syalila sambil menatap keempat wajah siluman.
Jadilah hari itu.. menjadi hari yang sangat berat bagi keempat siluman, karena setiap perkataan yang keluar dari mulut Syalila terasa membingungkan dan memojokkan mereka. Gadis cantik yang berada di depan mereka itu.. yang berstatus sebagai istri dari Ley dan Ratu masa depan bagi keturunan mereka. Nampak mereka berusaha untuk bersikap netral, apalah daya ingin melawan Syalila pun, tenaga mereka tidak akan mampu untuk menandingi.
__ADS_1
Hanya ada beberapa kata yang mampu mereka ucapkan, mereka nampak menatap wajah wanita cantik dengan semua kekonyolan perkataannya, bahkan dengan semua kata-kata yang lost control.
"Ley, Apakah yakin dia istrimu?" tanya siluman rubah putih kepada Ley.
"Tentu saja aku yakin kalau dia istriku, Memangnya kenapa kalian bertanya seperti itu?" tanya Ley balik.
"Apakah kamu yakin dia akan menjadi ratu kami di masa depan?" tanya siluman serigala yang tidak habis pikir. jika memang wanita itu adalah junjungan mereka di masa depan Maka habislah mereka, wanita yang tidak mempunyai kesopanan sama sekali bahkan wanita itu yang akan menjadi titik penentu dari masa depan mereka.
"Kalian kalau berbicara itu di depan mukaku jangan di belakangku, apa Kalian mau aku jadikan ornamen di depan pondokku ini." Syalila yang tidak terima karena dia dianggap sebagai wanita tidak mempunyai penyaring sama sekali. "Enak banget aku dikatakan wanita tidak mempunyai penyaring saat berbicara, mereka kira aku ini teh Apa disaring segala." sambung Syalila yang tidak terima karena dari tadi dikatakan seperti itu. Sedangkan wanita itu tidak berpikir apa yang dia katakan kepada para siluman itu, berkata dengan seenaknya berbuat dengan seenaknya bahkan membuat mereka tersegel seenaknya juga.
"Apakah kamu yakin kalau dia mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa?" tanya keempat siluman kepada Ley hingga membuat pria itu menghembuskan nafasnya berulang kali.
"Jika kalian sudah mengenalnya itu akan lebih baik, karena kalian tidak mengenalnya Jadi kalian akan mempertanyakan dia. bersabarlah jika kalian sudah terbiasa dengan istriku kalian tidak akan mampu untuk kehilangan dia." jawab Ley yang kemudian meminta sang istri untuk diam dan menenangkan dirinya.
** bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
__ADS_1
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William