
"Tentu saja aku percaya diri, soalnya aku jadi rebutan begitu banyak orang, Sedangkan dirimu..., kaisar kejam yang tak laku." ledek Syalila sambil menunjuk sang kaisar dan menghampiri Kaisar Xion.
"Itu kenyataan." jawab Kaisar Xion.
"Hei..aku memang tak terlalu cantik ya. tapi awas saja kalau kau jatuh hati padaku." ucap Syalila sambil mendekatkan wajahnya pada Kaisar Xion seolah seperti hendak mencium pria itu.
"Apa yg mau kau lakukan!" seru Kaisar Xion yang dapat merasakan hembusan nafas Syalila. hal itu membuat wajahnya seperti tersiram air panas karena perlakuan Syalila.
"Apa, kenapa?!" seru Syalila lalu berbalik menghampiri Ratu Axiva.
Ratu Axiva yang melihat hal itu nampak wanita itu hanya bisa tersenyum dengan kata-kata dan kelakuan yang ditunjukkan oleh Syalila, seorang Ratu yang mengharapkan kebahagiaan untuk adiknya. "Mungkin kau akan terkena karma, adikku. karma mencintai sesuatu yg tak bisa kau miliki." guman Ratu Axiva dalam hati.
"Maaf Ratu, aku harus kembali." ucap Syalila.
"Kenapa?" tanya Ratu Axiva.
"Mau berbaring di bawah pohon saja, mau beristirahat." jawab Syalila.
"Apa karena adikku kamu tidak betah di sini?" tanya Ratu Axiva.
"Bukan Ratu, tubuh hamba serasa capek saja. hamba mau beristirahat." jawab Syalila.
"Baiklah." ucap Ratu Axiva.
setelah Syalila meninggalkan kediaman Ratu Axiva, sedangkan Kaisar Xion yang berusaha menetralkan detak jantungnya saat wajahnya hampir menyentuh wajah Syalila.
"Ada apa, Yang Mulia?" tanya Jendral Zeus.
"Tidak apa-apa, Zeus." jawab Kaisar Xion yang mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
"Tapi, Yang Mulia, wajah anda terlihat pucat." ucap Jendral Zeus.
"Sudahlah, kita kembali ke kediamanku." ajak Kaisar Xion.
"Ada apa, Yang Mulia?" tanya Ratu Axiva.
"Aku akan kembali dulu, Ratu." jawab Kaisar Xion.
"Baiklah." ucap Ratu Axiva yang kemudian melihat kepergian Kaisar Sion dari tempatnya. terlihat wanita itu menatap seorang pria yang selalu bersikap begitu angkuh dan selalu bersikap benar-benar menyebalkan.
setelah Kaisar Xion meninggalkan kediaman Ratu Axiva. terlihat wanita itu tersenyum saat melihat adiknya yang sudah merasakan cinta untuk seorang gadis.
"Ternyata adikku sudah bisa merasakan cinta rupanya," ucap Ratu Axiva dalam hati saat melihat raut wajah kaisar Xion yang sedang bertengkar dengan Syalila.
Ada sebuah cinta yang terpancar dari tatapan Kaisar Xion, saat dia menatap Syalila secara sembunyi-sembunyi. Nampaknya Ratu Axiva juga menyukai Syalila dan berharap Syalila akan menjadi pendamping hidup untuk saudaranya.
__ADS_1
Sedangkan di kerajaan bumi. seorang kaisar sedang merencanakan untuk menyerang kerajaan langit. mereka telah mendengar tentang sang iblis yang sudah bangkit, namun sang iblis sedang tak berada di kerajaan langit.
"Komandan, Sekarang kumpulkan semua pasukan!" seru kaisar bumi kaisar Xander Geongzhi.
"Baik, Yang Mulia." jawab Komandan dan panglima kerajaan bumi.
"Sebelum iblis itu kembali, kita luluh lantakkan kerajaan langit. karena aku tau kerajaan langit tanpa iblis itu maka akan menjadi langit Yang mendung!" seru kaisar Xander sambil tertawa.
Akhirnya Kerajaan bumi mempersiapkan persiapan untuk menyerang kerajaan langi. memang kerajaan langit dan kerajaan bumi saling berseteru semenjak dahulu. entah apa yang mereka perebutkan.
*** Kerajaan Langit ***
"Yang Mulia, pasukan Kerajaan Bumi telah bergerak." lapor Jenderal Zeus.
"Jadi, kerajaan bumi sudah mengetahui tentang leluhur?" tanya kaisar Xion.
"Ya. Yang Mulia, kelihatannya mereka sudah tau tentang leluhur. karena setengah jiwa leluhur juga berada di tubuh kaisar bumi." jawab jendral Zeus.
"Kau benar Zeus, kenapa aku bisa melupakan itu." jawab kaisar Xion setengah frustasi setelah mengingat masa lalu yang begitu rumit itu.
"Persiapkan para prajurit dan lindungi para wanita!!" seru Kaisar Xion.
"Baik, Yang Mulia." jawab Jendral Zeus.
"Nona Sya, ikutlah denganku." ajak Ratu Axiva sambil menarik tangan Syalila.
"Ada apa ratu?" tanya Syalila.
"Cepat ikutlah aku, nona Sya. karena akan ada peperangan." jawab Ratu axiva yang tetap menarik tangan Syalila dan hal itu membuat Syalila menurut saja.
"Apa!!" seru Syalila yang spontan menghentikan langkahnya dan membuat langkah kaki Ratu Axiva juga terhenti.
"Kenapa, nona sya?" tanya Ratu Axiva.
"Aduhduh..., kenapa harus ada perang sih, kalau gitu jadi beneran mati donk." gerutu Syalila yang membuat Ratu Axiva tertawa.
"Tenang saja, kaisar dan jendral pasti bisa melawan mereka." jawab ratu Axiva sambil tersenyum dan menenangkan Syalila.
"Gimana mau tenang, ajal sudah di depan mata malah di suruh tenang," gerutu Syalila yang sudah mulai memikirkan apa yang akan terjadi kepadanya di sisi lain peperangan di sisi lain dia harus menyelamatkan dirinya.
Akhirnya Syalila dan para wanita yang lain di sembunyikan di tempat rahasia. karena dari keadaan yang ada. pasukan kerajaan bumi telah menyerang kerajaan langit.
Di luar Kerajaan Langit, Kerajaan Bumi telah menyerang dengan strategi yang sangat bagus. hal itu membuat kerajaan langit sedikit kewalahan, sedangkan kaisar Xion bertarung dengan pasukan bumi dan jendral Zeus juga mempertahankan gerbang istana agar tak bisa di masuki pertarungan terjadi.
Sedangkan di ruangan para wanita, Syalila sedang mondar-mandir tak karuan membayangkan nasibnya di tempat ini. "Gila, apa aku harus mati di sini. udah dibawa ke dunia yang aneh sekarang ada peperangan masa aku harus mati konyol sih." gerutu Syalila yang benar-benar kebingungan.
__ADS_1
"Ada apa, Nona Sya." tanya Ratu Axiva yang melihat kelakuan Syalila.
"Aduhh, diam mati melawan mati. sama saja deh." gerutu Syalila.
"Nona." seru para wanita yg lain.
"Kira-kira kalau melawan matinya gimana ya, lalu kalau tak melawan gimana?" tanya Syalila membuat mereka bingung dan mengelengkan kepalanya.
"Entahlah..kalaupun kita kalah, dan kita tertangkap.maka..kita akan menjadi budak." jawab Ratu Axiva.
"Wherewhere, budak..kayak di tv donk.disiksa melulu." Syalila yang membayangkan sinetron ibu tiri. sambil bergidik.
"Iya, budak Nona." jawab salah satu perempuan, yang adalah anak saudara Kaisar.
"Mending mati bertarung kalau gitu lebih gagah dan berwibawah, jadi pahlawan mati seketika dari pada jadi budak dan di siksa." gerutu syalila yang tiba -tiba melangkah meninggalkan ruang persembunyian itu.
Terlihat para wanita yang ada di tempat persembunyian itu menatap Syalila dengan keheranan. Karena seorang wanita dengan beraninya ingin melawan kematian yang ada di hadapan mereka.
"Dia ini Gadis pintar atau bodoh ya," ucap salah satu sepupu Kaisar Xion.
"Bahkan dia ingin melawan mereka," ucap para pelayan.
"Jangan bergumam di belakang ku!" seru Syalila.
"Apa yang akan kamu lakukan, Syalila?" tanya ratu Axiva.
"Tidak apa-apa Ratu, Aku tidak mau mati di sini lebih baik aku melawan daripada mati konyol di tangan para musuh-musuh." jawab Syalila.
*** jempolnya dong 😁😁😁***
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1