TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Kemenangan


__ADS_3

"DAMMMM..." suara tanah yang runtuh.


"ZRERRRRTR..." suara angin dan air.


CRASSS....


DRERRRR...


DUARRRRR.


suara petir.


"Sya...," panggil Ley pada Syalila.


Nampak gadis itu telah lelah menahan beban yang selama ini dia pendam. kekuatan yang dikeluarkan benar-benar begitu luar biasa Entah dari mana syarila tiba-tiba bisa melakukan seluruh ilmu itu. apakah mungkin wanita itu memang sudah tahu ataukah salilah mempunyai ras keturunan bangsa kuno atau bagaimana.


"Hemmm." Syalila yang menoleh dan tersenyum. Namun sesaat kemudian tubuh itu sudah tak mampu untuk berdiri.


Ley berlari dengan sangat cepat, saat dia melihat tubuh Syalila sudah gontai dan ingin tumbang.


"TAP." dengan secepat kilat Ley langsung menangkap Syalila Sedangkan gadis itu sudah tak sadarkan diri.


"Tuan!" Riu yang datang menghampiri Ley.


"Istirahatlah, sayangku." guman Ley sambil mengendong Syalila menuju pondoknya.


"Apa, Nona baik-baik saja tuan?" tanya Riu pada Ley.


"Ya, dia cuman terlalu memakai tenaganya, Riu." jawab Ley yang merasa agak khawatir.


"Tuan, apakah Nona boleh memakan akar dewa?" tanya Riu yang tertuduk.


"Jangan Riu, tapi ambilkan buah akar dewa saja, jangan akarnya. karena dia hanya capek." jawab Ley yang menatap lekat wajah Syalila. terlihat let benar-benar tidak akan pernah mengira kalau wanita itu bisa melakukan penetralan kekuatan sebesar itu.


"Sya, kau memang memiliki aura pemikat yang luar biasa, hingga empat penguasa dan aura Iblis ku pun bertekuk lutut padamu. walaupun banyak wanita yang lebih cantik darimu, tetap mereka akan kalah jika berhadapan denganmu. Kau memang gadis yang memiliki seribu aura." ucap Ley sambil tersenyum.


Sudah dua hari Syalila terlelap di tidur cantiknya dan penghuni Hutan Hijau sudah mulai menata Kerajaan itu. para siluman memperbaiki kondisi dari hutan hijau yang benar-benar porak-poranda Bahkan hancur hampir 50% para siluman menggunakan tenaganya untuk memperbaiki kerusakan tersebut mereka tidak akan membiarkan tempat tinggal mereka hancur.


Tak ada kata, hanya suara helaan nafas Ley yang menanti calon istrinya untuk bangun. terlihat pria itu terus menunggu wanita pujaannya bangun dari tidur panjangnya. Ley terus menunggu Syalila bangun, dia tidak akan membiarkan rasa cintanya itu hilang bahkan Ley tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk mendekati Syalila.


** beberapa hari kemudian **


"Sedang apa, tuan." tanya Syalila pada Ley.


"Aku sedang manata ruangan ini." Jawab Ley yang belum sadar kalau yang bertanya adalah gadis yang di nantinya.


"Buat apa, tuan?" tanya Syalila lagi sambil menahan tawa. terlihat wanita itu ingin sekali tertawa namun dia tahan karena dia tidak ingin kejutannya berakhir begitu cepat.


"Untuk acara pernikahanku dengan calon istriku." jawab Ley yang belum sadar. pria itu masih tetap saja menata ruangan tempatnya pikirannya dia akan memberikan kejutan kepada syahila namun sebentar lagi dia yang akan terkejut.

__ADS_1


"Memang dia mau, sama lelaki tua berparas muda sepertimu?" tanya Syalila.


"Ten..," seketika Ley tersadar dengan kata terakhir itu. ucapan yang selalu terlontar dari bibir Syalila, kata-kata yang selalu dikatakan dengan begitu gampangnya namun jika orang yang tidak mengetahui bagaimana sifat salilah mungkin orang itu akan marah.


"Sya," ucap Ley yang belum memutar badan menghadap Syalila.


"Ya." jawab Syalila.


Tanpa berkata lagi Ley langsung memutar badan dan memeluk gadis pujaan hatinya itu.


"Sya." ucap Ley.


"Hemm." jawab Syalila yang masih di peluk oleh Ley.


"Besok kita menikah!" seru Ley dengan bahagia sambil memeluk tubuh Syalila dan berputar.


****


Beberapa hari setelah Ley menikahi Syalila, ada sesuatu yang membuat seorang wanita yang baru dinikahi beberapa hari itu sedikit menunjukkan emosinya.


"Tuan. fikirkan lah permintaanku!" seru pria tua pada Ley.


"Dengarkan aku Raja Ular, kau adalah keluargaku." jawab ley yang belum selesai berbicara.


"Tuan jadi...," kata pemimpin siluman ular yang belum selesai, namun terpotong saat kedatangan Syalila.


"Ini tuan Kamo." jawab Ley yang menunjuk ke arah tuan Kamoshy.


"Ada apa?" tanya Syalila sambil menatap wajah tuan Kamo.


"Maaf, Nona Sya. tadi saya meminta kesediaan tuan Raja untuk menikahi Yuyu putri saya." jawab tuan Kamo tersenyum menatap Syalila.


"Hem..," Syalila yang menatap tajam wajah Ley sambil mengangguk.


Sedangkan Ley yang di tatap hanya mengangkat bahunya, tanda tidak tau. pria itu tidak akan mencoba mencari acara pagi dengan semua kengerian yang akan ditunjukkan oleh Syalila.


"Bagaimana, Tuan Raja?" tanya tuan Kamo.


"Kau tau siapa yang berada di samping ku ini, tuan Kamo?" tanya Ley yang takut melihat tatapan marah Syalila.


"Bukankah dia adalah murid yang membantu, Tuan." jawab Tuan Kamo.


"BRAK!!" Ley yang mengebrak mejanya.


"AAAA!!!" Syalila yang kaget karena Ley yang mengebrak mejanya.


"Sayang, kau mau membuatku mati ya, hingga kau mau mencari istri baru hah!" bentak Syalila sambil melotot.


"Bukan gitu, Isteriku." ucap Ley yang mencoba merayu Syalila.

__ADS_1


"Nona, saya minta kesediaan anda untuk menerima putriku menjadi istri tuan Raja." mohon tuan Kamo.


Namun hal itu malah membuat Syalila naik pitam dan dan mungkin akan langsung melempar tuan Kamo dari kediaman nya.


"Kalau kau atau putrimu berani menginjakan kakimu di kediamanku ini. maka kau akan kujadikan pajangan di tempat ini!!" bentak Syalila sembari menunjuk wajah tuan Kamoshy.


"Tapi Nona, putriku sangat pantas untuk..," belum selesai berbicara tubuh tuan Kamoshy sudah membeku.


"Segel Aura jiwa, beku." ilmu segel Syalila yang sudah menancap di tubuh tuan Kamo.


"BRUAK." suara hempasan tubuh tuan Kamo yang di banting oleh Syalila karena murka dengan kata-kata nya. darah mengalir dari mulut tuan Kamo, hingga membuat wajahnya pucat.


"Nona." guman tuan Kamo.


"Dengar tuan Kamo, istriku itu bersifat keras. Sekali kau menyinggungnya...maka kau akan berakhir seperti ini." seru Ley kemudian berlalu meninggalkan tuan Kamo.


Dari arah luar rumah Ley, muncullah Riu dan Zhen yang menghampiri.


"Tuan Kamo, apa kau tau siapa yang membuat para pasukan empat kerajaan kalang kabut?" tanya Riu pada pemimpin klan ular.


"Tentu, Tuan Raja." jawab tuan Kamo.


"Salah." jawab Riu sambil tersenyum.


"Lalu, siapa lagi yang bisa menandingi semua Kerajaan itu, kalau bukan Tuan Raja?" tanya Tuan Kamo.


"Apakah kau tak mendengar kabar terbaru, tuan. kalau yang menghentikan perang itu adalah Nona Syalila." jawab Riu


"Apa! tidak mungkin." jawab tuan Kamo.


***** Hari Pernikahan *****


Acara pernikahan itu pun dilakukan, sebuah pesta yang benar-benar begitu meriah. pesta pernikahan dua insan yang pertemuannya benar-benar dianggap tragis namun membawa berkah. Ley menikahi Syalila secara adat dari bangsa tersebut, pria itu memberikan mahar dan tanda cinta untuk wanita yang dia cintai. hari itu menjadi hari yang sangat luar biasa pernikahan dilangsungkan dengan begitu meriah, suara canda tawa dengan semua kebahagiaan yang dirasakan oleh seluruh bangsa siluman yang ada di hutan hijau.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan

__ADS_1


__ADS_2