
BRURRR..
CTARRRR..
WUSSSS..
"Dasar kurang ajar." ucap Syalila yang terus menggerutu tidak karuan. terus marah-marah tidak karuan bahkan wanita itu tidak tahu apa yang harus dia lakukan, di sebuah tempat yang begitu aneh di sebuah tempat yang begitu berbeda.
Suara yang di hasilkan dari aura gelap Ley yang tak terkontrol. Saat itu pula para Siluman di Hutan Hijau menampakkan dirinya, dari teman hingga musuh. Semua nampak kalang kabut dengan tenaga yang super besar itu.
Sedangkan Syalila sudah terlihat memegang sebuah pohon, karena tak ingin dirinya ikut terbawa angin besar bercampur petir itu.
"Pegang yang erat, Nona!" seru Riu.
"Ada apa Riu? kenapa tiba- tiba begini?!" seru Syalila yang masih memegang pohon.
"Saya tidak tau nona, kalau begini terus akan ada banyak korban!" seru Riu yang menahan diri dengan ilmu silumannya.
"Wadduh Riu, aku masih mau hidup." seru Syalila.
"Pegangan yang erat, Nona." seru Riu yang mencoba menarik Syalila. terlihat pria itu mencoba untuk menolong syarilah namun Entahlah Apa yang terjadi ketika aura dari kekuatan Ley semakin membesar.
Dari arah yang berbeda, ada beberapa ekor harimau dan beruang mendekati Ley.
"Siapa mereka, Riu?" tanya Syalila.
"Para siluman atas gunung, Nona." jawab Riu.
"Mau apa mereka, Riu. kenapa mereka mendekati Ley?" tanya Syalila sambil berpegangan pada Riu.
"Mereka mau menyerang Tuan, Nona. Karena di saat seperti ini, tuan akan kehilangan banyak tenaga." jawab Riu.
Setelah mendengar jawaban dari Riu tiba-tiba Syalila berusaha berdiri di tengah-tengah angin kencang dan sanbaran petir. entah apa yang ada di pikiran salilah namun wanita itu tidak akan membiarkan keadaan yang tidak terkontrol ini semakin membesar Kemungkinan dia tidak hidup tidak kembali bahkan mati di tempat asing tersebut.
"Nona kita harus pergi dari sini, karena hutan ini akan rusak." seru Zhen yang berusaha untuk membawa Syalila pergi dari situ. dia tidak akan mungkin meninggalkan wanita yang sudah dianggap milik junjungannya tersebut.
"Lalu bagaimana dengan Ley?" tanya Syalila.
"Kita tak akan bisa mendekati tuan, karena mantra tuan sudah mencapai tahap tinggi." jawab Zhen mencoba meraih tubuh Syalila.
"Akan ku coba cara itu!" seru Syalila.
"Cara apa, Nona?" tanya Zhen dan Riu.
"Kita lihat saja." jawab Syalila sembari mengucap mantra.
"Segel darah..., segel jiwa.., segel raga!!" seru Syalila yang berusaha menyegel tubuh Ley. dalam sekejap waktu sebelum Ley bisa melepas mantra segel itu Syalila langsung berlari ke arah ley dan..
"Cup.." Syalila mencium bibir Ley
"Kembalilah padaku." ucap Syalila disela ciumannya kepada Ley. dan benar saja dalam hitungan detik tenaga yang sudah merusak Hutan Hijau itu nampak melemah dan yang punya segelpun mulai tersadar kembali.
__ADS_1
"Hemmm." senyum Syalila ketika dapat melihat sorot mata sedu di kedua bola mata Ley.
"Kau sudah kembali." ucap lembut Syalila sambil mengusap pipi Ley. wanita itu benar-benar wanita luar biasa dengan cara itu pun dia bisa mengontrol seseorang. (Awas nanti dibilang wanita murahan)
"Emm." jawab Ley sambil tersenyum saat Syalila hendak berbalik tiba-tiba...,
"Cup." Ley langsung mencium bibir Syalila.
"Ley, kau!" seru Syalila sambil menunjuk wajah Ley.
"Aku saja baru menciummu, tapi kau sudah menciumku dua kali. Jadi ini belum impas" jawab Ley santai sembari meninggalkan Syalila. Ujung-ujungnya malah sekarang Syalila yang kehilangan kata-kata.
"Zhen." panggil Ley pada Zhen.
"Ya, tuan." jawab Zhen yang penampilannya sudah tak karuan. (Ha-ha-ha berantakan parah)
"Zhen, Riu. jangan pernah menyentuh apa yang sudah menjadi milikku, aku tak mau kehilangan kendali atas tubuhku." ucap Ley yang Zhen dan Riu nampak kaget. kedua siluman itu benar-benar kehilangan kata dengan semua yang diucapkan oleh junjungan mereka.
"Apakah Tuan mencintai, Nona Sya?" Riu yang mencoba bertanya.
"Aku tak tau Riu, tapi saat dia pertama kali menghancurkan segelku seperti yang tadi dia lakukan. Aku sudah menganggap dia adalah milikku, hanya milikku dan tak ada yang boleh memilikinya." jawab Ley sambil menatap Riu dan Zhen.
"Jadi, anda sudah jatuh hati pada Nona Sya, oleh karena itu anda membawanya kemari?" kali ini Zhen yang bertanya.
"Iya, karena dia adalah milikku, gadisku dan akan menjadi istriku." ucap Ley sambil tersenyum.
Setelah Ley kehilangan kendali dengan kekuatannya, hal itu membuat Zarkha dan kaisar Xander bisa merasakan keberadaan dewa racun.
"Siapkan pasukanmu, kita serang Hutan Hijau." perintah Zarkha. pria itu tersenyum bahagia karena dia mendapatkan keberadaan Syalila.
Begitupun Kerajaan Bumi, Kaisar Xander telah mempersiapkan pasukannya untuk menyerang Hutan Hijau. bahkan pria itu tak mau kalah. Kerajaan Petir pun melakukan hal yang sama.
** Hutan Hijau **
"Tuan, saya mendapat suatu kabar." ucap Riu pada Ley.
"Ada apa Riu?" tanya Ley yang bersantai di temani Syalila.
"Ya, ada apa tampan?" tanya Syalila. sontak hal itu membuat Ley melotot kepada Syalila karena perkataannya.
"Sya, hilangkan kata-katamu tadi." ucap Ley sambil menghela nafas.
" Yang Mana?" tanya Syalila sambil memakan buah di tangannya dan memasukkannya ke mulut Ley.
"Panggil saja dia Riu, tak usah pakek kata tampan." ucap Ley.
"Kenapa memangnya? kan yang panggil itu mulutku sendiri." jawab Syalila yang merasa tanpa dosa.
"Kalau kau panggil gitu lagi, aku jamin kalau bibirmu akan habis aku makan." bisik Ley di telingga Syalila yang masih terdengar oleh Riu.
"Apa, ih.., kamu ini dasar gak ada akhlak." seru Syalila langsung meninggalkan Ley dan Riu.
__ADS_1
"Ada ap Riu?" tanya Ley lagi.
"Tuan, beberapa Kerajaan akan menyerang Kerajaan kita." lapor Riu.
*****
kata dalam bahasa...
yang dapat menyempurnakan rasa
berkata dengan cinta
berbahasa dengan belaian keindahan
membelai dengan suara
menatap dengan cinta
*****
* beberapa hari kemudian **
Akhirnya, tibalah saat penyerangan 4 Kerajaan ke Hutan Hijau. semua kerajaan berambisi untuk mengalahkan Dewa Racun dan menguasai Hutan Hijau. Hutan Hijau memang terkenal dengan ras siluman yang hebat
dan ramuan-ramuan racun yang hebat. Bisa di bilang senjata ampuh di tambah dengan mendapatkan Syalila. gadis yang luar biasa saat di jadikan istri.
"Tuan, mereka telah memasuki Hutan." lapor Zhen dan pasukannya.
"Kumpulkan semua dan hadang mereka." perintah Ley pada para siluman.
Nampak dari dalam pondok, Syalila keluar dengan tersenyum. wanita itu masih belum paham kalau dirinya sekarang dalam masalah karena beberapa kerajaan akan menyerang Hutan hijau.
"Ada apa?" tanya Syalila pada Ley.
"Mereka menyerang kita." jawab Ley dengan lembut sembari membelai rambut Syalila. Ley takut kalau Syalila berbalik membela mereka dan meninggalkan nya.
"Lalu?" tanya Syalila.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
__ADS_1
- Terlempar ke dimensi kerajaan