TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Putra mahkota


__ADS_3

Akhirnya Leon dan Rion sepakat untuk menemui Azela dan mengatakan mereka akan pergi untuk beberapa waktu ke suatu tempat, Sedangkan Azela harus menjaga kesetabilan di hutan hijau. memang sebelumnya Syalila dan Ley telah mengatakan pada Azela kalau portal di hutan terlarang mengalami kekacauan, namun Azela tidak pernah tahu kalau kedua orang tuanya tersedot masuk portal di sana.


"Kami harus pergi sekarang istriku." ucap Riu kepada Azela.


"Kalian harus hati-hati dan ingat bilang kepada ibunda dan Ayahanda. kalau mereka harus selalu menjaga diri mereka. karena ayahanda pernah bilang kalau portal dimensi di hutan terlarang akan memakan waktu yang lama saat memperbaiki nya." ucap Azela yang diangguki oleh suaminya.


"Kamu harus menjaga kestabilan di hutan hijau ini, karena kami akan pergi untuk beberapa lama. kami akan bilang kepada Paman Zhen Paman Phay, Paman Angg dan paman Bayzee." Rion dan Leon yang meminta saudarinya itu berhati-hati.


Akhirnya ketiga pria itu pergi menuju portal para siluman, untuk mencari tahu bagaimana cara cara memasuki hutan terlarang kerajaan hutan hijau.


"Apakah kita bisa memasuki tempat itu?" tanya Leon kepada Riu.


"Kita tidak tahu, maka dari itu kita harus ke portal para siluman. kalaupun kita ke dunia para peri kita tidak akan bisa masuk, karena hanya Ayahanda dan Ibunda yang bisa masuk kesana. kekuatan kita tidak akan bisa dan tidak akan mampu untuk membuka gerbang dunia para peri." jawab Riu yang diangguki oleh Leon dan Rion


"Ini salah kami berdua sih, kenapa kami tidak bisa belajar dengan giat saat bunda selalu mengomeli kita untuk berlatih dan berlatih." gerutu Leon yang membuat Rion mengangguk.


"Maka dari itu, kalau ibunda memberikan perintah kepada kalian mengenai pembelajaran disiplin, harusnya kalian mau. salah kalian sekarang kalian kan keturunan mereka, bagaimana mungkin kalian tidak bisa memasuki gerbang para peri." sindir Riu yang membuat Leon dan Rion terdiam.


KERAJAAN KUNO


Setelah Syalila dapat melumpuhkan para pria yang menyerang putra mahkota itu. para pria itu akhirnya mati mengenaskan di tangan Syalila.


"Apakah kamu berada di hutan ini sendirian putra mahkota?" tanya Syalila pada pria muda yang ada di depannya.


"Aku tidak sendirian Nona, beberapa pasukanku berada di hutan ini juga." Jawab pria muda itu.


"Lalu dimana keberadaan mereka?" tanya Syalila pada pria muda itu.


Tak berapa lama kemudian, akhirnya suara derap kaki kuda dan suara teriakan dari beberapa pasukan sudah memenuhi hutan itu.


"Putra mahkota!!" seru para pengawal yang mendekati tubuh putra mahkota. saat para pengawal mendekati putra mahkota, para pengawal itu terdiam saat melihat sosok gadis muda yang bersama dengan pria itu.


"Putra mahkota!!" seru Para pengawal.


"Jangan teriak-teriak terus, kami tidak tuli tau!!" seru Syalila pada para pengawal.


"Maafkan kami, tapi siapa kau Nona muda?" tanya salah seorang pengawal yang yang mendatangi tubuh putra mahkota.


"Nona!!" seru putra mahkota pada Syalila yang hendak pergi.


"Ada apa memangnya?" tanya Syalila kepada pria muda itu.


"Kamu akan kemana?" tanya pria muda itu kepada Syalila.

__ADS_1


"Itu urusanku." jawab Syalila.


"Ikutlah denganku ke kerajaanku." pinta putra mahkota dengan suara lemahnya.


"Mending aku ikut dia aja dah, daripada muter-muter aku malah nanti tersesat." guman Syalila dalam hati yang berpikir untuk mencari keberadaan sang suami.


"Oke, aku akan ikut." jawab Syalila yang membuat sang putra mahkota tersenyum setelah mendengarkan jawaban dari wanita itu.


Akhirnya Syalila ikut pergi ke tempat pria muda yang telah dia selamatkan. nampak di sana beberapa pengawal selalu menatap wajah Syalila dengan penuh puja dan setelah itu Syalila mengikuti si pria muda yang telah dia selamatkan, saat berada di kereta kuda Putra mahkota yang memegang panah yang telah menusuk dadanya.


"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Syalila kepada pria muda itu.


"Aku baik-baik saja, Nona." jawab pria muda.


"Kalau kau baik-baik saja, tidak mungkin wajahmu pucat pasi begitu." sindir Syalila sembari menunjuk wajah wanita muda itu.


"Aku merasa tubuhku mati rasa setengah." jawab pria muda itu.


Setelah mendengar perkataan Pria muda itu, Syalila mendekati tubuh pria muda itu dan menyuruh para pengawal itu untuk menghentikan laju kudanya.


"Segera hentikan kuda ini, karena aku harus mencabut panah yang menancap di tubuhnya." seru Syalila kepada para pengawal sang putra mahkota.


"Apa yang akan kau lakukan, nona?" tanya sang pengawal kepada Syalila.


"Lalu apa yang akan kita lakukan Nona?" tanya sang pengawal.


"Segera kalian carikan air hangat, oya carikan kain untukku agar aku bisa langsung menekan darah yang keluar dari tubuhnya saat panah itu aku cabut dari tubuh junjungan kalian!" seru Syalila.


Tak berapa lama kemudian akhirnya para pengawal itu mencari kayu bakar dan air juga tempat untuk memanaskan air tersebut.


"Aku akan melepaskan pakaian mu!!" seru Syalila pada sang putra mahkota.


"Apakah kau pernah mengobati seseorang, Nona?" tanya sang pengawal kepada Syalila.


"Tentu." jawab Syalila.


Akhirnya Syalila membuka pakaian sang putra mahkota dan merawat tubuh putra mahkota.


"Kamu harus menahan tubuhmu saat panah ini ku cabut!!" seru Syalila yang tanpa aba-aba langsung mencabut anak panah itu.


"Aaaa!!!" seru Putra mahkota saat anak panah itu di cabut.


"Segera berikan air dan kainnya!!" seru Syalila kepada para pengawal.

__ADS_1


Setelah selesai mencabut anak panah itu Syalila langsung mengatur aliran darah Putra mahkota.


"Kamu harus menahan tubuhmu!!" seru Syalila.


"Hem." Putra mahkota yang hanya bisa mengangguk.


Setelah itu Syalila membalut luka Putra mahkota dan melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kerajaan.Terlihat sang putra mahkota yang telah diselamatkan Syalila begitu bersyukur atas kesempatan kedua yang telah Syalila berikan kepadanya.


hal itu membuat sang putra mahkota ingin mengangkat Syalila menjadi orang paling penting di kerajaannya.


"Siapa namamu Nona?" tanya sang putra mahkota kepada Syalila.


"Namaku Syalila." jawab Syalila.


"Lalu siapa namamu pria tampan." tanya Syalila kepada pria muda yang ada di depannya.


"Namaku Putra mahkota Ying Jun." jawab Putra mahkota.


"Namamu seperti dirimu yang tampan." jawab Syalila yang membuat pria muda itu langsung salah tingkah.


"Tapi nama Nona juga cantik." jawab sang putra mahkota kepada Syalila.


"Apakah kau tahu arti dari nama Syalila?" tanya Syalila kepada pria muda itu.


"Apa artinya?" tanya sang putra mahkota kepada Syalila.


"Aku juga tidak tahu." jawab Syalila yang membuat sang putra mahkota tersenyum menatap kepolosan seorang gadis muda yang ada di depannya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam

__ADS_1


__ADS_2