
"Kami ingin makan!" seru beberapa anak tersebut.
"Pingin makan kok mencuri!" Syalila memarahi anak-anak kecil itu sembari melotot dan mengunyah makanannya,
Sedangkan para bocah yang gagal mencuri kantong Syalila. Seorang pria menatap Syalila dari kejauhan, dia nampak tersenyum melihat kelakuan seorang wanita muda yang sangat cantik.
"Kami mau makan, kami tak punya uang dan tidak ada orang yang mau memberi kami!" seru beberapa anak itu.
"Kalian mau makan?" tanya Syalila.
"Iya." jawab empat anak kecil itu.
"Sini, aku belikan jangan mencuri!!" ucap Syalila yang kemudian menarik empat anak kecil itu.
"Berikan semua roti kalian pada keempat bocah ini!!" pinta Syalila sambil memakan roti.
"Tapi siapa yang akan membayarnya?" Tanya penjual roti.
"Aku yang akan membayarnya." jawab Syalila.
tak berapa lama kemudian, empat bocah itu tersenyum dan berterima kasih pada Syalila.
"Ini." Syalila yang memberikan koin emas yang sangat berharga bagi penjual roti itu.
"Nona ini uangnya sangat banyak, kami bagi berempat pun uang ini akan tetap. kami tidak mempunyai kembalian." ucap penjual roti.
"Sudah, kalian ambil saja. kalau kalian melihat anak-anak tadi kasihkan saja pada mereka." ucap Syalila yang kemudian pergi meninggalkan penjual roti itu.
Tak berapa lama kemudian, saat Syalila berjalan dia terhenti saat melihat penjual perhiasan yang berada di tepi jalan. Syalila memegang perhiasan itu, tak berapa lama kemudian datang seorang pria tampan yang mendekati Syalila.
"Apakah kau mau mengambil perhiasan itu?." tanya pria tampan itu kepada Syalila.
"Iya." jawab syalila tanpa menoleh pada yang punya suara.
"Memangnya kenapa?" tanya Syalila.
"Akan kuberikan semua perhiasan itu padamu. asalkan kau mau ikut denganku." goda pria tampan itu kepada Syalila.
"Apa maksudmu?" tanya syalila yang berbalik badan sambil menatap wajah seorang pria yang berbicara padanya.
__ADS_1
"Aku mau memberikan semua perhiasan itu padamu, asalkan kau mau ikut denganku." ucap pria tampan sembari mendekati Syalila.
Syalila yang mulai gemas dengan suara pria itu.. akhirnya dia membalikkan badannya dan menatap pria itu.
"Bagaimana?" tanya pria itu.
"Kau masih mau hidup tidak?" tanya Syalila sambil tersenyum.
"Tentu aku mau hidup, bahkan aku akan menjadikan kamu istriku." jawab pria itu.
"Jika kau masih berani mengatakan kata-kata yang menjengkelkan, bakal aku buat kau menjadi di pajangan di rumah makan itu." Syalila yang membawa makanannya sambil berjalan.
"Aku adalah putra dari menteri di daerah ini, jika kau mau bersamaku maka aku jamin kehidupanmu akan menjadi sangat mewah!" seru pria tampan itu.
"Berapa usiamu?" tanya syalila kepada pria tampan itu.
"Aku adalah lelaki yang gagah perkasa umurku adalah delapan belas tahun," tak lama kemudian akhirnya Syalila langsung tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha!! bahkan umurmu saja masih delapan belas tahun, kau ini masih berani berani yang menggoda seorang wanita!!" seru Syalila yang berkacak pinggang di depan pria itu.
"Mengapa kau berkata seperti itu, bahkan aku yakin usiamu masih enam belas atau tujuh belas tahun." pria itu menebak usia Syalila sambil tersenyum menatap wajah cantik wanita itu.
"Enak aja usiaku enam belas tahun, Kau kira aku ini adalah bocah apa, usiaku sudah tua bahkan aku sudah mengeluarkan tiga anak yang tidak bisa diajak kompromi. kau itu matamu melihat ke mana." cibir Syalila sambil menunjuk wajah pria tampan itu.
"Kau tidak mungkin berusia diatas ku, bahkan lihatlah wajahmu masih sangat segar dan wajahmu masih sangat cantik bagaikan gadis belia yang baru turun dari gendongan sang ibumu." sarkas pria tampan itu yang membuat banyak orang-orang yang mengelilingi mereka berdua.
"Kalau kau berbicara itu yang benar, aku ini sudah mempunyai tiga anak, kau bilang aku ini masih anak muda. masih gadis yang turun dari gendongan ibunya, kau ini menjengkelkan sekali. anak muda zaman sekarang ya bibirnya nggak bisa bicara yang benar, kalau bicara yang benar ya. kamu enggak sopan sama sekali pada orang tua." ucap Syalila yang panjang lebar sambil menunjuk wajah pria tampan itu, bahkan hal itu membuat banyak pria yang ada disana menertawakan Syalila.
"Hahaha.., kau tidak mungkin kan berusia tiga puluh tahun, lihatlah wajahmu masih sangat cantik sekali. aku yakin usiamu masih enam belas-tujuh belas tahun!!" seru pria yang lain yang membuat Syalila bertambah emosi.
"Tujuh belas tahun tuyul mu apa, aku ini bahkan sudah melahirkan tiga anak yang kelakuannya sangat menjengkelkan. malah kalian mengira aku ini tujuh belas tahun. apa ada usia yang bertambah mundur apa!!" ucap Syalila dalam hati.
Tak lama kemudian akhirnya para pria itu menatap Syalila dengan inten.
"Nona cantik apakah kau bukan penduduk sini?" tanya para pria itu kepada Syalila.
"Bukan urusan kalian, para manusia-manusia yang menjengkelkan!!" seru Syalila.
"Menikahlah dengan salah satu diantara kami, nona!!" seru para pria.
__ADS_1
Mendengar kata-kata yang diucapkan oleh para pria membuat Syalila langsung meninggalkan para pria yang saling bertengkar memperebutkannya.
"Ini di mana sih?" guman Syalila yang terus menyusuri kerajaan itu, saat mereka sedang berjalan tanpa mengenal jalan itu, Syalila telah sampai di suatu hutan yang tidak jauh dari pedesaan yang ada di kerajaan itu. terlihat disana ada beberapa kumpulan pasukan yang sedang menyerang seseorang.
"Idih.., ini lagi ada tontonan apa lagi. ini kok teriak-teriak." ucap Syalila yang melihat para pria yang ada di sana.
Sesaat kemudian tak sengaja Syalila berjalan dan menemukan seorang pria yang yang terduduk dengan kondisi dada yang terpanah.
"Tolong aku!!" seru pria itu sambil memegang dadanya yang terkena panah.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Syalila yang otaknya belum connect.
"Tolong aku, para pasukan musuh menyerang ku!!" seru pria itu.
Tak lama kemudian akhirnya Syalila melihat di sekelilingnya. "Siapa yang menyerang mu?" tanya syalila kepada pria tampan di depannya.
"Para musuhku mengejarku dan ingin membunuh Ku." jawab pria itu dengan tenaga yang tidak ada.
WUSSS...
ZLEPP...
satu anak panah melesat di depan muka Syalila. hal itu membuat salila langsung naik pitam,
"Woi!! kalau mau manah tuh lihat situasi dong, jangan nyasar di depan muka orang. kalian itu kalau main-main jangan di depan muka aku dong!!" seru Syalila yang berteriak kepada manusia yang tidak terlihat.
"Nona Kau harus menyelamatkan dirimu!!" pria yang terluka itu meminta salila untuk menyelamatkan dirinya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
__ADS_1
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam