TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Menolong seorang pangeran


__ADS_3

Saat Syalila berjalan tidak tahu arah dan sampai di hutan yang tidak dia kenal, di sana Syalila bertemu dengan seorang pria muda yang terkena panah di dadanya.


"Nona segera lah kau pergi dari sini, para musuhku terus menyerangku. segera selamatkan dirimu!" seru pria mudah itu.


"Memang apa yang telah kau lakukan?" tanya Syalila kepada pria itu.


"Mereka adalah musuh-musuh ku, yang ingin membunuhku." jawab sang pria.


Tak lama kemudian setelah satu anak panah yang melesat di depan muka Syalila, kemudian terdengar suara teriakan beberapa orang yang telah keluar dari persembunyian nya dan mulai menyerang pria muda itu.


"Putra mahkota, kau harus mati!!" seru beberapa orang itu.


Sedangkan Syalila nampak menyipitkan mata melihat para orang-orang yang berpakaian hitam itu.


"Kalian tidak punya bahan pakaian ya, masa semuanya pakai baju hitam sih, mau ke kondangan atau kalian mau berkabung?" tanya Syalila yang menunjuk para pria berbaju hitam itu.


"Minggirlah Nona, karena kami harus melakukan tugas kami. pergilah kalau kau tidak ingin kami bunuh!!" seru para pria itu.


"Idih punya mulut kok pede banget ya, udah pede mulutnya nya busuk lagi. nggak pernah sikat gigi ya?" ejek Syalila yang membuat para pria itu nampak sangat marah.


"Kalau kau tidak ingin pergi dari sana kau akan terbunuh juga!" seru salah satu pria itu.


"Memang kenapa aku harus pergi?!" seru Syalila.


"Apakah kau tidak ingin menyelamatkan dirimu, nona cantik!!" seru salah satu pria berbaju hitam itu.


"Kalian mau berantem ya!" seru Syalila.


hal itu membuat para pria berbaju hitam itu nampak saling menatap.


"Kalau wanita itu tidak mau menyingkir lumpuhkan dia terlebih dahulu, nanti kita bawa dia kepada pangeran. setelah itu kalian bunuh putra mahkota!!" seru pria berbaju hitam itu kepada temannya.


"Kalian kira aku ini barang pajangan atau barang hadiah apa, main kasih kasihkan ke orang lain. kalian ini tidak pernah menghargai wanita dasar sudah muka jelek ditutupin lagi!!" seru Syalila yang kemudian mengeluarkan beberapa tenaganya untuk menyerang para pria itu, Sedangkan sang pria yang melihat itu langsung menyerang Syalila tanpa aba-aba.


"Lumpuhkan dia, kita bawa ke markas." seru para pria itu.


"Maju berarti mati!" ancam Syalila


tanpa mereka hiraukan ancaman Syalila, mereka langsung menyerang wanita itu.


"Kau akan kami serahkan kepada Pangeran!" seru salah satu pria berbaju hitam.

__ADS_1


"Sini maju!" seru Syalila yang langsung mengeluarkan pedang dari kekuatannya. sedangkan sang putra mahkota yang berada di belakang tubuh Syalila tampak menatap Syalila dengan sangat intens.


"Siapa wanita ini?" guman putra mahkota dalam hatinya.


"Kami sudah memberikanmu waktu untuk kau pergi, tapi ternyata kau mala ingin menyelamatkan putra mahkota. maka dari itu kau harus kami lumpuhkan terlebih dahulu." kemudian para pria itu mencoba untuk menyerang. namun serangan mereka bisa di hindari oleh Syalila dengan mudahnya.


WUSSSSS...


WUSSSSS...


"Kalian kira bisa menyerangku?" ejek Syalila yang berada di atas pohon itu.


"Kalian Serang putra mahkota, kami akan melumpuhkan gadis itu!!!" seru Syalila pada seorang pria berpakaian hitam itu.


Syalila yang mendengarkan hal itu, dia langsung mengambil putra mahkota dengan selendang yang dililitkan di perutnya.


WUSSSSS...


Seketika putra mahkota yang telah ditarik Syalila dengan selendangnya, hingga putra mahkota terbang naik ke pohon.


"Kamu disini sebentar ya anak ganteng, jangan kemana-mana. Mama cantik mau senam dahulu." pamit Syalila yang kemudian turun dari pohon itu dan mulai menyerang beberapa pria berpakaian hitam itu.


TRANG...


TRANG...


TRANG...


"Maju satu langkah bogem satu kali, maju dua langkah bogem lima kali!!" seru Syalila yang meremas jari tangannya.


Melihat hal itu membuat salah satu pimpinan manusia pria berbaju hitam itu tersenyum dibalik penutup wajahnya.


"Hemm, di kerajaan ini tidak ada seorang wanita yang bisa melakukan ilmu seperti ini, bahkan gadis ini bisa melakukan kekuatan yang hebat." guman pria yang bercadar itu.


"Tinggalkan pria itu Nona dan ikutlah bersamaku!" seru beberapa pria yang berpakaian hitam.


"Enak aja ikut denganmu, aku ini sudah mempunyai suami, mending aku ikut suamiku daripada ikut denganmu yang mukanya saja tidak jelas!!" seru Syalila sambil menunjuk wajah para pria berbaju hitam itu.


Salah satu pria berbaju hitam itu telah mengendap-ngendap di belakang tubuh Syalila, pikirannya hendak menyerang Syalila dari belakang. tapi ternyata malah Syalila langsung memberikan bogem mentah yang sangat keras.


BUGG...

__ADS_1


"Makan tu bogem." cibir Syalila kepada pria yang telah tersungkur itu. Sedangkan sang putra mahkota yang berada di atas pohon itu nampak menatap Syalila dengan sangat intens.Sedangkan saat Syalila sedang berada di kerajaan lain dan Ley yang masih berada di hutan hijau namun di dimensi yang sangat lama. para siluman yang ada di kerajaan hutan hijau nampak kebingungan mencari keberadaan kedua junjungan mereka.


"Ada apa dengan kalian!!" seru Riu kepada para siluman.


"Tuan Riu, Yang mulia Kaisar Han Ley telah masuk ke dalam portal di hutan terlarang!" seru seorang siluman kepada Riu.


Sedangkan Rion dan Leon yang mendengar hal itu langsung beranjak dari tempatnya dan mendekati Riu.


"Apa maksudmu?" tanya Leon kepada siluman yang berada di hutan keramat itu.


"Ratu Syalila dan Kaisar Han Ley tersedot


masuk ke pusaran dimensi yang berada di hutan keramat!!" seru siluman pengawal yang menjaga hutan keramat itu.


"Bagaimana bisa terjadi?!" Leon yang sudah panik karena kedua orang tuanya sudah hilang dari tempat mereka.


"Paman Riu, bagaimana ini?" tanya Leon dan Rion yang sudah kalang kabut mendengar kabar kedua orang tuanya tersedot masuk ke dalam portal dimensi yang ada di hutan terlarang kerajaan hutan hijau.


"Tenanglah, kita akan mencari jalan untuk menjemput ibunda dan Ayahanda." jawab Riu.


"Jangan sampai Xila tahu hal ini." ucap Rion yang membuat Riu dan Leon mengangguk. karena hal itu bisa membuat Xila histeris karena kehilangan kedua orang tuanya.


"Kita akan ke portal para siluman, aku akan mencari tahu bagaimana masuk ke dalam hutan terlarang, karena aku belum pernah melakukan penyegelan di sana." ajak Riu kepada Rion dan Leon.


"Lalu bagaimana kita akan berpamitan kepada Azela?" tanya Leon kepada Rion.


"Kita akan bilang pada Azela bahwa portal dimensi di hutan terlarang sedang mengalami kerusakan, tapi kita tidak perlu mengatakan kalau ibunda dan Ayahanda tersedot ke sana. karena hal itu akan membuatnya menjadi seorang wanita yang tidak bisa terkendali." ucap Riu.


"Baiklah kalau begitu." jawab Leon dan Rion yang kemudian pergi bersama dua saudara Isterinya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


__ADS_2