TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Api cemburu


__ADS_3

Saat tiba di ruang perjamuan, terlihat Riu telah di dekati oleh putri dari kerajaan petir. terlihat pria itu menatap orang-orang yang ada di kerajaan langit.


"Tuan Riu, sudah lama kita tidak bertemu." kata putri Yulya.


"Iya putri." jawab Riu dengan sikap yang biasa.


sedangkan seorang gadis yang berdiri di samping kelambu itu meremas jarinya. Azela benar-benar sangat marah ketika dia melihat Riu sedang bersama seorang wanita, hatinya begitu kesal marah bahkan ingin sekali Azela melakukan sesuatu kepada Riu.


"Tuan Riu, apakah anda bersedia mampir ke kediaman keluarga ku?" tanya putri Yulya dengan nada menggodanya sambil menyentuh tangan Riu.


"Apa, berani sekali tuh perempuan nyentuh Riu ku." Azela marah saat melihat Riu bersama dengan seorang wanita. ingin sekali wanita itu melakukan sesuatu kepada Rio dan wanita itu.


"Khemm, maaf putri, hamba harus kembali. pasti tuan rajaku mencariku." jawab Riu sopan.


Tiba-tiba Riu sudah merasakan Aura yang sangat tidak menyenangkan ketika dirinya bersama dengan seorang wanita alhasil dia lebih memilih untuk pergi dari tempat itu.


"Tuannn." suara putri Yulya yang semakin menggoda dan menarik Riu dengan manjanya. wanita itu benar-benar tidak tahu malu dia terus saja menempel begitu erat kepada Rio seolah pria itu adalah sesuatu yang harus dia miliki.


Azela yang melihat hal itu seketika kecemburuannya membesar serasa di atas kepalanya sudah keluar api yang akan siap membakarnya. "Riu!" seru Azela yang sudah tidak dapat menahan amarahnya.


"Azela?!" Riu yang keget dengan kedatangan Azela apalagi dengan wajah yang sudah diteku-tekuk seperti kertas lipat. dengan cepat Riu langsung melepaskan tangan putri Yulya dari tangannya. pria itu yakin kalau akan terjadi sebuah perdebatan hebat kalau tidak pasti akan terjadi pertumpahan darah.


"Nona Azela." putri Yulya yang bertambah mengeratkan pegangannya pada Riu. wanita itu tidak membiarkan Riu hidup tenang sama sekali. dia malah bergelayut manja menyentuh tangan riuh bahkan tersenyum begitu genit kepada Riu.


"Az-" Riu belum selesai berkata Azela langsung meninggalkannya.


"Heh.., dasar pria tak perasa, di pegang wanita lain diam saja, awas kau..bakal aku balas." gerutu Syalila dalam hati ketika melihat Riu begitu tidak peka dengan perasaan yang dimiliki oleh Azela.


BUG...


Azela yang menabrak tubuh seseorang.


"Aduhhhh." Syalila yang di tubruk oleh putrinya.


"Kalau jalan liat depan!!" seru Azela yang sudah emosi.


"Memang siapa yang tak melihat ke depan, jalan ngelunyur aja, kayak kuda gak ada remnya. sudah nabrak orang bukannya minta maaf malam nyocos, mulutmu itu bisa tidak ditempatkan pada tempatnya!" ucap Syalila yang melototi putrinya.


"Eh..ibunda." jawab Azela sambil cengar-cengir.


"Mau kemana, jalan kok gak ngeliat depan?" tanya Syalila pada putrinya.


"Ih. Ibunda nambah jengkel aja!!" seru Azela dengan muka yang kusut. sudah melihat pemandangan Riu bersama wanita lain sekarang ibunya malah membuat dia semakin kesal.


"Habis liat Riu sama cewek ya?" goda Syalila pada putrinya. Syalila bisa memastikan kalau putrinya akan mendapatkan pria yang dia cintai. pasti Wanita itu sudah memiliki sebuah rencana untuk membuat Riu merasakan perasaan yang dirasakan oleh Azela sekarang ini.

__ADS_1


"Kok ibunda bener banget sih?" ucap Azela dengan jengkel.


"Mau ngebalas Riu gak?" goda Syalila dengan mengangkat sebelah alisnya. tuh kan bener Wanita itu sudah mempunyai rencana licik untuk membalas dendam kepada Riu.


"Memang bunda ada rencana?" tanya Azela pada ibunya.


"Ada dong, hahaha." jawab Syalila dengan tertawa penuh misteri.


"Ibunda memang bisa di andalkan!" Azela yang ikut tertawa.


Syalila memang sangat dekat dengan anak-anaknya, apalagi yang berhubungan dengan kejahilan.


"Ada apa sayang?" tanya Ley yang baru datang.


"Memangnya ada apa, suamiku." tanya syalila balik.


"Tuh putriku." tunjuk Ley pada putrinya.


"Aku kesepian gak ada teman, jadi dia di sini." jawab Syalila pada suaminya.


"Ibunda, ayahanda. aku balik dulu ke kamar." pamit Azela yang kemudian berlalu dari kamar orang tuanya.


Dari kejauhan nampak Riu bersama putri Yulya, terasa panas hati Azela. namun dia sudah bertekad akan membalas Riu bagaimanapun caranya. berani sekali pria itu bercanda gurau dengan wanita lain, pastinya putri dari Syalila itu akan membalas dendam atas semua yang sudah dilakukan oleh Riu.


"Nona Azela." sapa putri Yulya yang mengandeng tangan Riu.


"Kenapa dia begitu?" guman Riu dalam hati saat melihat ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh Azela. karena biasanya kalau ada seorang wanita yang nempel pada Riu Azela akan ngamuk.


Keesokan harinya


Azela nampak cantik yang dengan pakaian yang terlihat lebih berwarna. gadis muda itu sedang menatap pemandangan yang ada di luar kamarnya, tak berselang lama akhirnya dia memutuskan untuk menemui kedua orang tuanya.


"Ayahanda, ibunda." sapa Azela pada orang tuanya. sengaja Azela tak menyapa Riu karena hatinya masih mendidih.


"Pagi Azela." sapa Riu pada Azela.


Azela hanya menganggukkan kepalanya dan hanya menjawab seperlunya. "Hem." hanya suara itu yang di tunjukkan pada Riu tanpa senyum atau bermanja.


"Kok jawabnya gitu putriku." tegur Ley pada putrinya.


"Selamat pagi ratu Sya, raja Ley." sapa seorang pria tampan dan muda adik dari jendral Zeus.


"Selamat pagi tampan." jawab Syalila yang membuat Ley melotot padanya dengan jawaban yang ditunjukkan oleh istrinya itu tentu saja seperti itulah kelakuan syarila walaupun sudah beranak 3.


"Selamat pagi jenderal Bae zionzi." jawab Ley yang menjabat tangan jenderal Bae.

__ADS_1


"Selamat pagi nona Azela." sapa jenderal Bae pada Azela.


Seketika Syalila melancarkan aksinya dengan mencubit Azela sebagai kode rencana mereka. wanita itu nampak mulai melakukan sesuatu agar pembalasan dendam putrinya itu segera tercapai.


"Selamat pagi." jawab Azela sambil tersenyum. hal itu membuat Riu tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Azela di depan matanya.


"Kenapa harus memasang senyum segala?" guman Riu dalam hati.


"Hahahaha." Syalila yang tertawa dalam hati setelah melihat expresi wajah Riu yang cemburu pada pria yang barusan datang.


*****


cemburu adalah kekuatan


cemburu adalah kelemahan


satu koin yang berlambang dua


seperti cinta adalah sebuah kekuatan juga bisa menjadi kelemahan.


****


"Jenderal Bae mau ke mana?" tanya Syalila yang menatap wajah jenderal Bae.


"Hamba hendak ke camp pelatihan." jawab ramah jenderal Bae.


"Oya, di mana abangmu yang jutek itu." tanya Syalila sambil tersenyum.


"Khemm." dehem Ley yang membuat Syalila menoleh menatap suaminya.


"Aku kan cuma tanya sayang, kan nih anak ramah banget ya beda sama abangnya." jawab Syalila sambil memincingkan bibirnya. tetap saja Ley tidak akan bisa menang.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


- Terlempar ke dimensi kerajaan


.


__ADS_2