TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Kita kalahkan iblis itu


__ADS_3

"Kita satukan semua kekuatan kita dan kita kembalikan iblis laknat ini ke dunianya!!" seru Syalila dan ley secara bersamaan.


Hal itu membuat semua kaum siluman dan kaum perih menambah kekuatannya untuk membantu Ley dan syalila.


Bumi seakan bergoncang dengan semua kekuatan yang beradu, angin bertiup tak menentu retakkan tanah mulai ikut terbawa angin. goncangan demi goncangan terjadi di kerajaan hutan hijau lava api mulai keluar dari mulut bumi.


"Aku tak akan pernah kalah!!" seru Zarkha yang mulai mengeluarkan kekuatannya semakin besar.


"Kau hanya sendiri, kami selalu bersama kami akan selalu menang darimu iblis laknat!" seru Syalila yang menghentakkan kakinya di tanah dan membuat segel yang menutupi tubuh Zarkha.


"Aaaaaa! aku pasti akan kembali!!" seru Zarkha yang mulai tertutup oleh segel yang dibuat oleh Syalila dan Ley beserta para kaum di hutan hijau.


"Kita menang!!!" para penghuni hutan hijau.


"Akhirnya kita berhasil suamiku." ucap Syalila dengan tubuh yang mulai melemah.


"Iya istriku, kita menang." jawab Ley.


pria itu langsung mengendong tubuh lemah istrinya.


Semua bersorak gembira di hutan hijau, walaupun kondisi hutan hijau yang mengalami kerusakan yang sangat parah.


Setelah iblis Zarkha disegel, keadaan hutan hijau berangsur pulih dan dewa Rong telah memberitahukan kepada Syalila kalau ratu Yan Yusha telah tertangkap dan dihukum sesuai dengan hukuman para dewa.


Hari demi hari telah berlalu dengan normal dan sesuai janji Riu akan menikahi Azela dengan adat kaum siluman rubah.


"Huh..., masa aku harus jadi tua sih, karena putriku sudah menikah dengan pria berekor itu. lalu gimana nasibku punya menantu pria berekor." perkataan syalilah yang membuat Ley mengelus dadanya.


"Salam hormat nona Sya." Riu yang datang bersama Azela.


PLAK..


Syalila yang memukul pundak Riu dengan keras.


"Auuu." Riu yang mengerang sakit dan mengelus pundaknya.


"Kenapa sayang, kenapa kamu malah memukul menantumu." tanyalah Ley pada Syalila.


"Iya ibunda." Azela yang merasa takut kalau ibunya tidak suka dengan Riu.


"Nih pria berekor, masa masih manggil aku nona Sya, woi... sekarang ini aku mertuamu, bukan temanmu!!" Syalila yang marah kepada Riu.


"Maaf nona eh.. salah, ibu." jawab Riu dengan wajah memelas.


"Wah akhirnya kita punya saudara yang lebih tua nih." canda Reon dan Leon yang membuat mereka semua tertawa.


Keyakinan akan kebahagiaan membuat Ley dan Syalila selalu menjunjung tinggi harapan mereka.

__ADS_1


Hidup akan sempurna jika kita berusaha untuk membuatnya sempurna, hidup terasa berat jika kita membuatnya menjadi berat.


Berjalan bersama waktu, adalah masa muda


bersanding dengan waktu, adalah masa muda


berkata..,namun penuh amarah


berjalan, namun tak perna berfikir ulang.


"Suamiku, apakah kau akan melakukan perjalanan keluar dari kerajaan hutan hijau?." tanya Syalila kepada suaminya.


"Memangnya ada apa istriku, tumben sekali kau bermanja saat bertanya seperti ini." tanya Ley yang memeluk isterinya.


"Apakah kau akan keluar sendiri?" tanya Syalila kepada suaminya.


"Memang kenapa?" tanya Ley.


"Tapi kan aku masih ingin bersamamu." guman Syalila kepada suaminya.


"Ada apa memangnya?" tanya Ley sambil memeluk sang istri.


"Apakah kau akan meninggalkan ku disini sendiri?" tanya syalila.


"Mana mungkin aku akan meninggalkanmu." jawab Ley.


"Kelihatannya nya di sana ada kejadian yang aneh, mungkin sebuah portal menuju suatu tempat telah terbuka istriku. hal itu membuat pintu portal itu tidak bisa membuat Kerajaan Hutan Hijau normal seperti sedia kala. apalagi kaum siluman yang ada di kerajaan hutan hijau ini akan mendapatkan masalah yang besar." jawab Ley sambil membelai rambut sang istri.


"Apakah separah itu, suamiku?" tanya Syalila kepada suaminya.


"Entahlah, namun nanti kau ikutlah denganku untuk melihatnya." jawab ley.


hal itu membuat Syalila langsung mengangguk dan memeluk erat tubuh sang suami.


"Aku mencintaimu suamiku." bisik Syalila sambil memeluk erat tubuh suaminya.


"Aku juga mencintaimu istriku." jawab Ley yang telah memeluk erat istrinya.


Suara hujan yang turun di Kerajaan Hutan hijau membuat alunan indah yang bernuansa cinta. dua manusia yang sedang memadu kasih yang berirama kan ******* indah, rintikan air hujan dan hembusan angin menjadi suara ******* yang menjadi satu.


serta gairah yang selalu membuat dua insan yang saling memadu kasih.


Cinta yang tulus itulah yang ada di antara mereka, hati yang rindu itulah yang ada diantara mereka.


dua cinta yang telah bersatu, dua raga telah bersatu menjadikan cinta yang berirama lembut di dalam gairah cinta dua manusia.


Saat pagi telah menjelang, suara bising yang berada di luar kediaman Syalila dan Ley. membuat dua makhluk itu keluar.

__ADS_1


"Ada apa kalian berisik berisik!!" seru syalila kepada kedua putranya dan dua manusia berekor Rey dan phay.


"Ini ratu.. masak Leon dan Rion selalu membuat masalah di kediaman kaum rubah." gerutu Rey kepada Syalila.


"Memangnya apa yang mereka lakukan?" tanya syalila.


"Masa tuh dua bocah ini, membuat jebakan untuk kaum rubah betina." ucap Rey kepada Syalila.


"Dan mereka berdua juga melakukan kejahilan di kaum bulus putih yang mulia. bahkan danau yang ada di sana mereka cemari, hingga membuat kami para pria menjadi gatal-gatal." gerutu Phay.


hal itu membuat Syalila langsung berdiri dan mendekati kedua putranya.


"Apa yang kalian lakukan pada para manusia berekor itu dan kadal buntung itu!" seru Syalila kepada kedua putranya.


"Kami tidak melakukan apa-apa ibunda." jawab Rion sambil menyembunyikan tangannya ke belakang.


"Lalu?" tanya Syalila.


"Kami cuma ingin melihat bangsa bulus putih kalau gatal-gatal seperti apa sih bunda." jawab Leon sambil menyembunyikan sesuatu dibalik pakaiannya.


BRAKKK..


Syalila menggebrak mejanya lalu melotot.


"Jangan sampai ibu marah dan membuat kalian menjadi ornamen di dinding ibunda ya! kalian ini para anak cicak selalu membuatku gatal hati saja, apa sebaiknya kalian itu aku berikan kepada kaum pria bunting saja ya. biar kalian tahu bagaimana kalau kalian menjadi mainan siluman kodok bunting yang sedang ingin memadu kasih." seru Syalila yang membuat Ley menenangkan sang istri.


"Sudahlah istriku, mereka kan hanya anak-anak." ucap Ley.


"Kami kan masih mengalami masa muda, ibunda. jadi wajar dong kalau kami selalu membuat kejahilan." jawab Leon.


"Kejahilan? kepala kalian somplak apa, kalian itu udah dewasa bukan anak kecil. jadi jangan sampai membuat kelakuan yang aneh-aneh. kalian ini mirip siapa sih." seru Syalila, hal itu membuat Rey dan phay mengelus dadanya karena Leon memang agak mirip dengan kelakuan Syalila.


"Tenanglah, Sayang." Ley yang berusaha menenangkan sang isteri.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2