
setiap wanita ingin bahagia
semua wanita ingin mencinta
semua wanita ingin d puja
dan setiap wanita...tak ingin di dua
Hari yang dinanti oleh Ley telah datang. Hari dimana dia akan memiliki Syalila seutuhnya,
riuh suara para penghuni Hutan Hijau. Para siluman telah datang menghadiri ritual Suci itu. tak lupa syalila juga telah menghadirkan dua pasangan sejoli yang telah menua, dia adalah Kakek dan Nenek yang telah menerimanya di negeri awan. pasangan tua yang telah dijanjikan Syalila akan di jemput. dan dihari bahagia itu, syalila menjemput mereka berdua.
"Kau sangat cantik, cucuku." seru Nenek.
"Terima kasih, Nek." jawab Syalila sambil memeluk Nenek itu.
Upacara Suci pernikahan telah terlaksana, seluruh kaum siluman sangat bahagia, kecuali kaum siluman ular. Pemimpin kaum ular, tuan Kamo sangat murka, karena putrinya Yuyu tak bisa menjadi istri Ley. dan putri pemimpin siluman ular itu begitu tergila- gila pada ley. hingga dia sangat marah ketika ley menikahi syalila.
"Aku tidak akan membiarkan wanita itu mendapatkan Tuan Ley, karena aku lah yang akan mendapatkan pria itu," ucap Yuyu saat melihat pernikahan Ley dan Syalila telah terjadi.
Wanita ular itu begitu murka saat cintanya ditolak oleh Ley, dan Ley lebih mempertahankan cintanya kepada wanita yang dirasa tidak pantas untuk dirinya. kaum ular sangat marah saat putri dari Raja mereka ditolak oleh raja dari Kerajaan Hutan hijau.
*** Kerajaan Langit ***
Berita pernikahan Syalila dan Ley sudah terdengar di semua kerajaan, banyak pria telah menyerah untuk mendapatkan Syalila.
bahkan, kaisar Xion pun sama.
"Tak akan kubiarkan dia berbahagia bersamamu, Sya." seru Zarkha yang mengamuk tak terkendali.
"Akan ku bangkitkan klan iblis untuk merebutmu darinya!!" seru Zarkha yang mulai berfikiran untuk merebut Syalila.
"Suamiku, sebaiknya kau biarkan Nona sya berbahagia." ucap Clara. Perkataan Clara bertambah membuat Zarkha mengamuk.
"Diam kau, Cla. tak akan kubiarkan cintaku di ambil dariku." bentak Zarkha sembari melepaskan ilmunya yang membuat Clara tersungkur karena hempasan Zarkha.
BRAKKK...
"Suamiku." ucap Clara yang merasa kesakitan. terlihat wanita itu memegang dadanya, darah mulai keluar dari mulut Clara karena Zarkha menggunakan kekuatannya untuk menghempaskan Clara.
"Sekali lagi kau memanggilku dengan sebutan suami, maka nyawamu akan ku habisi." seru Zarkha yang telah menunjukkan sifat aslinya.
"Tapi." ucap Clara.
__ADS_1
"Kau bukan istriku dan yang akan menjadi istriku adalah Syalila gadisku, bukan yang lain!!" seru Zarkha sambil menarik dagu Clara dan meninggalkan Clara yang kesakitan. akhirnya pria itu meninggalkan Clara yang sedang kesakitan sedangkan di tempat lain seorang pria nampak melihat semua yang terjadi.
"Kau tak apa-apa, Nona Clara?" tanya Kaisar Xion yang keluar dari persembunyiannya setelah Zarkha pergi dari tempat itu.
"Kenapa begini, tuan. dulu tuan Zarkha selalu bersikap baik kepada ku." ucap Clara sambil menangis.
"Kau harus bersabar, Nona Clara. semuanya sudah berubah semuanya benar-benar tidak seperti yang kamu pikirkan." ucap Kaisar Xion sambil membantu Clara berdiri dan mengobatinya. terlihat Clara menangis dengan semua kesedihannya cintanya yang begitu dia puja sekarang sudah berpaling darinya.
** Beberapa hari kemudian **
** HUTAN HIJAU **
"Istriku, kau sedang apa?" tanya Ley pada Syalila.
"Mau membuat makanan untukmu." jawab Syalila sambil mengolah masakan nya.
"Kan tinggal bilang, nanti bisa di bantu mereka." tunjuk Ley pada para siluman wanita bangsa Rubah.
"Oh no-no-no. kau sekarang suamiku, jadi aku yang akan memasakkan untukmu. Aku tidak akan membiarkan para siluman itu mencoba untuk menyentuh makananku nanti aku takutnya bulu-bulunya malah masuk ke sini Kamu kira aku ini apaan disuruh makan bulu para siluman itu." gerutu Syalila santai.
"Nanti kau capek." guman Ley sembari menciumi bibir istrinya dengan lembut.
"Ley, banyak orang, tuh liat dasar pria tua tak tau malu." ucap Syalila sambil mendorong tubuh Ley. sedangkan para wanita rubah itu tampak malu kemudian pergi.
"Memang pria tua ini." ucap Syalila sambil mencubit perut ley.
"Auhh.., sakit isteriku." manja Ley yang di buat-buat.
Dari kejauhan, datang beberapa gadis yang berpenampilan bak Dewi yang habis tercebur dari comberan.
"Tuann!!" seru Yuyu yang manja, mencoba menggoda Ley.
"Ee." Ley yang menoleh lalu tak menghiraukan kedatangan Yuyu dan gadis ular lain.
"Tuann!!" suara Yuyu yang di buat semakin menggoda.
Alhasil itu membuat Syalila agak tersinggung, dan kejahilan serta kekocakannya ikut keluar. Memangnya kamu akan melawan seorang wanita yang batas pemikirannya begitu luar biasa.
"Wididi.., nih awewe gombal Pada ngapain kemari, suamiku?" tanya Syalila sambil memincing sebelah bibirnya.
"Gak tau." jawab Ley tanpa melihat mereka.
"Tuannn." rayu Yuyu yang mencoba menghampiri Ley. wanita genit itu benar-benar tidak tahu malu sama sekali, di depan wajah Syalila mereka menggoda suaminya. Bukan syalila namanya kalau dia gak usil dan membuat orang kebakaran hutan.
__ADS_1
"KYAAAAAA." suara Yuyu yang berteriak tak karuan.
"UPS, gak tau. lha..., ini ekor di biarin nutup jalan aja, kalau gak di pakek mau ku masak." canda Syalila yang sudah menarik ekor Yuyu. sontak hal itu membuat Yuyu terjungkal dan menunjukkan sebuah adegan dramatis yang membuat orang lain tertawa.
"Wuidihhhh, kok kejungkal pakek gaya gitu!!" ucap Syalila.
Beberapa wanita yang akan membantu yuyu pun di kerjai Syalila. wanita itu tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk mengganggu suaminya, Kalau mereka berani melakukannya maka mereka adalah orang-orang bodoh yang mau bunuh diri.
"BRUKK" suara orang terjungkal akibat kaki Syalila yang di hadangkan di depan mereka.
"Uihhhh, sakit banget." Syalila yang meniru muka sakit dari yuyu dan wanita lain.
"Kau!!" bentak Yuyu sambil menunjuk muka Syalila, namun Ley Diam tak membantu sama sekali Karena sepatah kata saja itu adalah lirikan kematian dari istrinya.
"Suamiku, kira-kira kalau ular di siram air garam sama di kasih mantra api, jadinya gi mana." tanya Syalila sambil tersenyum menatap wajah Ley.
"Mungkin, kulitnya bisa kau jadikan untuk sepatu atau sendalmu." jawab Ley ngawur.
kata-kata yang diucapkan oleh Ley Sontak hal itu sudah membuat gadis ular itu nampak lari tunggang langgang.
"Aish, ngapain kalian mau pergi. Kan belum bersapa dengan suamiku." seru Syalila Sambil tertawa terbahak-bahak melihat grup penari ular itu, kesol-kesol cantik.
"Kau ini." ucap Ley yang juga tertawa terbahak-bahak melihat kejahilan istrinya.
"Biarin, enak aja para awewe gombal itu mau merayumu." gerutu Syalila sambil memakan apelnya.
Ley tersenyum menatap sang istri, pria itu sangat bahagia saat melihat kecemburuan yang sangat besar di mata Syalila untuknya
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1