
"Kediamanku cuma punya satu kamar, Jadi tidak mungkin kan kamu akan tinggal di kediamanku, apalagi kediamanku itu adalah kediaman pemimpin kerajaan." ucap Kaisar Xion yang berusaha untuk mengalihkan pembicaraan, pria itu berkata seperti itu padahal di dalam hatinya jantungnya berdebar begitu kencang dengan tatapan mata yang ditunjukkan oleh Syalila.
"Lalu?" tanya Syalila.
"Di kediamanku ada ratusan kamar." jawab ratu Axiva.
Akhirnya karena perdebatan yang panjang, Syalila di minta ratu Axiva untuk tinggal di dekat kediaman kaisar Xion. mungkin saat ini, hati Kaisar Xion seperti tersiram oleh air hangat dan bertabur bunga yang wangi.
"Yang mulia, ada kabar dari perbatasan negeri kita dan negeri bintang." lapor pangeran Xavier.
"Ada apa?" tanya kaisar Xion yang agak sebal karena perbincangannya terganggu oleh kedatangan keponakannya.
"Saya..," perkataan pangeran Zavier yang terputus saat melihat Syalila berada di samping kaisar Xion.
"Siapa dia, Yang Mulia?" tanya pangeran Zavier sambil menunjuk Syalila.
"Emmm." Syalila yang tersenyum dan sontak itu membuat Kaisar Xion mendumel.
"Ada apa Zavier, kamu mau melapor apa?" tanya Kaisar Xion yang sudah kesal karena kedatangan pangeran Zavier.
"Maaf, Yang Mulia, perbatasan kerajaan langit dan Kerajaan Bintang dalam masalah." lapor pangeran Zavier.
"Kenapa?" tanya kaisar Xion yang mulai curiga.
"Ada pemberontakan di salah satu tempat." jawab pangeran Zavier.
"Apa!!" seru Kaisar Xion. seketika pria itu langsung berdiri hingga membuat Syalila terkejut luar biasa.
"Kyaaa!!" teriak Syalila. "Ya ampun Yang Mulia, kau membuatku kaget saja!" seru Syalila ketika dia di kejutkan oleh teriakan sang kaisar.
"Maaf Sya, aku tak sengaja." jawab kaisar Xion.
Seketika hal itu membuat pangeran Zavier menatap Syalila. "Bagaimana, apakah bisa aku bantu?" tanya pangeran Zavier.
"Perintahkan Jendral Zeus untuk ikut aku ke perbatasan." perintah Kaisar Xion.
"Baik." jawab pangeran Zavier berlalu pergi sambil memberikan lirikan nakal pada Syalila.
Akhirnya kaisar Xion, jendral Zeus dan pangeran Zavier hendak pergi ke perbatasan.
"Tunggu!" seru Syalila yang sudah menghadang di depan mereka.
"Ada apa nona, Sya?" tanya jenderal Zeus.
"Aku ikut!" seru Syalila sambil memohon pada jenderal Zeus dan itu membuat jenderal Zeus wajahnya merona.
"Biarkan dia ikut, Zeus!" seru Kaisar Xion.
"Baik Yang Mulia." jawab Jenderal Zeus.
Namun saat Syalila akan naik ke kuda, jenderal Zeus tiba-tiba kaisar Xion menghentikan Syalila yang akan naik kuda jenderal Zeus.
"Kau mau apa, Sya?" tanya Kaisar Xion yang melihat Syalila hendak naik ke kuda jendral Zeus.
"Mau naik kuda sama jenderal Zeus." jawab Syalila yang membuat kaisar Xion langsung turun dari kuda.
GREPP...
"Kyaaa!!" Syalila yang di gendong Kaisar Xion dan di bawa ke kudanya.
__ADS_1
"Kamu naik denganku." jawab kaisar Xion sembari memacu kudanya.
"Kalah deh aku." guman pangeran Zavier
setelah melihat tingkah laku kaisar Xion. Terlihat pangeran muda itu juga memiliki perasaan kepada Syalila, namun sayangnya mereka tidak akan bisa melakukan apapun karena Kaisar Xion menunjukkan perlakuan yang sangat istimewa kepada Syalila.
Saat di perjalanan menuju kerajaan bintang. sikap kaisar Xion memang sangat romantis pada Syalila. Dia memperlakukan Syalila seperti seorang suami yang pengertian.
saat sampai di perbatasan Kerajaan Langit dan Bintang. langkah kuda langsung terhenti.
"Kita berhenti!!" seru sang kaisar yang memerintahkan anak buahnya Untuk menghentikan langkah kuda mereka. setelah beberapa saat kemudian sang Kaisar meminta anak buahnya untuk memeriksa tempat tersebut.
"Kau harus selalu denganku, jangan sampai melepaskan tanganku." ucap kaisar Xion dengan lembut.
"Pasti, karena aku juga tak mau tersesat di tempat asing." jawab Syalila yang memegang erat pergelangan tangan Kaisar Xion.
dari kejauhan seorang komandan datang menghampiri kaisar Xion.
"Yang Mulia." seorang Komandan memberikan hormat kepada kaisar Xion.
"Apa yang terjadi, komandan?" tanya kaisar Xion.
"Ini di luar perkiraan kita yang mulia." lapor sang komandan.
Sesaat kemudian tiba- tiba banyak anak panah yang berhamburan dari atas langit.
WUSSS..
WUSSS...
TAP..
ZLEPP...
"Berlindung..!!" seru komandan.
Dengan sigap kaisar Xion langsung melindungi Syalila sembari membuat segel pelindung yang tak akan bisa tertembus.
"Waduhh, kok gini- gini amat sih. kesono kemari banyak perang. nih nyawa kelihatannya murah banget." ucap Syalila sambil memeluk erat tubuh kaisar Xion.
"Tenanglah. aku akan selalu melindungimu!" seru Kaisar Xion yang masih memeluk tubuh Syalila, karena takut kena serangan musuh.
berjalan
"Tenanglah yang mulia, aku tidak apa-apa." ucap Syalila.
"Aku akan melindungimu." jawab Kaisar Xion.
****
Tak ada kata untuk pantang menyerah atau mati
hidupku sangat berharga
hingga berlian pun akan kalah dariku.
aku adalah wanita yang tangguh
berjalan melawan kerasnya dunia
__ADS_1
hingga aku bisa berkata
akulah wanita yang paling indah
dalam masa ataupun kata
****
"Yang Mulia, kita lawan mereka." ucap Syalila yang membuat Kaisar Xion menatap Syalila.
"Maksudmu?" tanya kaisar Xion.
"Aku tak mau mati sia-sia disini hanya karena mereka." jawab Syalila yang sudah mulai geram.
"Kau tak boleh terluka." kaisar Xion yang mendekati Syalila.
"Ingatlah Kaisar, kita sudah pernah menghadapi perang. jadi jangan pernah sekali-kali untuk menyerah pada kondisi seperti ini, kita perjuangkan diri kita. kita perjuangkan masa depan kita, jangan menyerah dengan semua keadaan seperti ini. karena jika kita menyerah orang lain akan menyerah dan kita akan kalah." ucap Syalila,
perkataan yang diucapkan oleh Syalila membuat kaisar Xion teringat bahwa dirinya pernah di selamatkan oleh Syalila.
"Kita hadapi mereka bersama!!" seru Syalila yang membuat Kaisar Xion mengangguk.
"Yang Mulia, perbatasan sudah di masuki oleh mereka." lapor Komandan Fheng.
Di tempat lain terlihat begitu banyak prajurit yang sudah berada di perbatasan Kerajaan langit. tiba-tiba dari punggung komandan Fheng sebuah anak panah yang hendak menancap. dengan sigap Syalila langsung mengacungkan telunjuk jarinya.
"Angin!" seru Syalila sambil menunju anak panah itu. seketika anak panah itu langsung berputar karena mantra yang diucapkan oleh Syalila. sebuah mantra yang bisa dikatakan begitu asing namun mantra itu tiba-tiba muncul dari mulut Syalila.
TRAKK..
anak panah itu patah menjadi dua. kejadian itu membuat kaki komandan Fheng langsung lemas dan terduduk di tanah.
"Sya.." ucap Kaisar Xion.
"Eee!!" Syalila sambil mengangkat pundaknya. tanda tak tau.
Kaisar Xion, Pangeran Zavier, jendral Zeus menatap heran Syalila. mereka semua benar tidak tahu kalau wanita itu mempunyai kekuatan yang begitu hebat bahkan mempunyai kekuatan yang sungguh aneh luar biasa.
"Terima kasih nona!!" seru Komandan Fheng. lelaki yang sudah berumur itu nampak menatap seorang gadis teledor.
"Mundur." pinta Syalila.
"Kau mau apa, nona Sya?" tanya pangeran Zavier.
"Mau mengurangi angka kematian, kalau angka kematian semakin banyak bisa-bisa Aku tidak akan bisa menemukan jalan keluar dari tempat ini." canda Syalila namun sangat serius.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
__ADS_1
- Terlempar ke dimensi kerajaan