TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Pengkhianatan


__ADS_3

"Itulah yang membuat kami bingung yang mulia, sedangkan di bumi para roh mulai membunuh manusia." jawab Ley dengan bijaksana.


mereka menceritakan mengenai para roh yang tiba-tiba menyerang para manusia, mereka dikendalikan seperti senjata pembunuh. tidak pernah sekalipun para roh melakukan hal itu sebelumnya, namun sekarang mereka tidak bisa dikendalikan mereka terus saja menghancurkan dan membunuh siapapun yang berada di dekat mereka.


"Lalu, kira-kira siapa yang melakukan hal itu? apakah kau tidak tahu gadis kecil." tanya permaisuri Shasha kepada Syalila.


"Kalau aku tahu aku tidak akan ke sini nyonya permaisuri." jawab Syalila dengan tersenyum.


"Kau tidak pernah berubah gadis kecil, bahkan setelah anak-anakmu sudah dewasa." ucap permaisuri Rhesma dari belakang permaisuri Shasa.


"Hah.., jangan sampai mulai dengan kekonyolan mu waktu kau muda nyonya ." gerutu Riu dalam hati.


Akhirnya kaisar dewa Han way mengajak Syalila beserta rombongannya menuju kediaman dewa api rong.


"Jangan sampai ayahmu marah karena kita tidak pernah pulang, istriku." ucap kaisar Xander kepada istrinya. kelihatannya pria itu punya takut juga kepada mertuanya. lihat saja dia sudah bersiap-siap jika dewa api marah kepadanya karena jarang sekali mereka berdua berkunjung ke tempat para dewa.


"Pasti ibu akan menyinyir kepada kita, karena kita tidak pernah menemui mereka berdua." jawab Lili lesu.


"Ini gara-gara si biang kerok, mengapa mengajak kita di situasi seperti ini." gerutu kaisar Xander yang tiba-tiba harus ke kerajaan para dewa pastinya situasi ini akan sulit untuk pria itu karena dia masih belum siap untuk menemui Ayah mertuanya.


sesampainya mereka di kediaman dewa api rong, mereka mendapatkan sambutan yang agak menyindir anak dan menantunya.


"Dewa!" seru Syalila.


Sesaat kemudian dewa api Rong keluar bersama dengan sang istri, tatapan mata mereka menatap anak dan menantunya yang sudah berada di sana.


BRAKKK...


"Ais.. kenapa ada bau anakku dan menantuku." dewa api Rong yang melirik anak dan menantunya.


Sesaat kemudian Kaisar dewa berbicara kepada dewa rong yang membuat situasi mulai beralih.


"Dewa Rong kita berada dalam masalah besar. karena mantra dewa telah digunakan." seru kaisar Han way kepada dewa rong.


"Mantra apa yang mulia kaisar, setahu saya mantra kita tetap berada di tempat yang aman." dewa rong Yang merasa bingung.


"Mantra kutukan terlarang, kutukan para dewa." jawab kaisar dewa.

__ADS_1


Akhirnya kaisar dewa beserta dewa api rong menuju tempat gulungan mantra kutukan. seketika mata dewa api rong dan kaisar dewa terkaget karena gulungan mantra itu telah hilang.


"Benarkah, bagaimana bisa." kaget kaisar dewa.


"Gulungan itu telah hilang yang mulia kaisar, apa benar yang dikatakan gadis kecil kalau salah satu dari kita telah mencuri gulungan itu dan menggunakannya di bumi." bingung dewa api Rong.


"Sebaiknya kita katakan pada gadis kecil, kalau kemungkinan besar salah satu dewa telah mencuri gulungan itu." kaisar dewa yang sudah mulai panik karena gulungan mantra itu bisa berakibat fatal di dunia dewa.


****


berkata lah sesukamu


berbuatlah sesukamu


karena suatu saat aku akan membalasmu


cinta bukanlah sebuah pion


karena cinta adalah sebuah kehidupan


****


"Ternyata apa yang kau katakan benar gadis kecil, gulungan itu telah hilang kemungkinan salah satu dewa telah mencurinya dan menggunakannya di dunia bumi." kaisar dewa langit telah panik dan menuju cermin abadinya.


"Kita harus segera menemukan orang itu, Yang mulia. karena semakin lama dia menggunakan kutukan itu bisa-bisa semua kerajaan musnah kembali." ucap Syalila yang merasa bingung dan cemas.


"Apakah tidak ada mantra lain yang bisa menandingi mantra itu, Yang mulia kaisar?" Ley yang bertanya kepada kaisar dewa langit.


"Hanya dengan kemampuan kita dan perjuangan kita yang bisa mematahkan kutukan dewa itu." jawab kaisar dewa langit yang sudah merasa dipermainkan oleh bawahannya.


"Kita harus segera mengerahkan pasukan kita, Yang mulia. untuk menangkap orang yang mengambil gulungan kutukan itu!!" seru dewa api Rong. seketika orang-orang yang ada di Kerajaan dewa benar-benar begitu kebingungan, sebuah gulungan mantra yang sudah disegel namun ada seseorang yang sudah mengambilnya. Tidak mungkin orang lain bisa mengambil gulungan mantra itu kecuali dia adalah dewa yang mempunyai pengaruh yang sangat luar biasa.


"Kau benar dewa api Rong, segera kau kerahkan pasukan langit untuk menangkap pencuri gulungan itu." perintah kaisar dewa langit kepada dewa api Rong. Kaisar dewa juga sangat kebingungan dia tidak akan membiarkan siapapun menyalahgunakan gulungan mantra tersebut. jika sampai gulungan mantra itu jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab maka hancurlah semuanya.


"Kami harus segera kembali ke bumi, Yang mulia. agar kami bisa mengerahkan pasukan di bumi untuk mencegah penghianat itu memakai kutukan dewa lebih jauh." pamit Ley yang sudah memohon undur diri. tak berselang lama akhirnya rombongan makhluk bumi itu akan segera kembali ke alam para makhluk.


"Ayah kami pamit dulu." pamit Lili sambil memeluk ayahnya.

__ADS_1


"Kami harus pergi ayah." kaisar Xander yang memeluk mertuanya.


"Berhati-hatilah karena aku yakin dia telah merencanakan semua ini dengan matang." dewa api Rong yang memperingatkan semua yang datang.


Akhirnya Syalila dan yang lain kembali ke bumi dan mulai mengerahkan pasukannya untuk mencari orang yang yang mengambil gulungan kutukan para dewa.


"Riu segera kumpulkan semua kaum siluman dan peri, beritahu kepada mereka mengenai masalah ini." perintah Ley pada Riu.


"Baik tuan raja, saya akan memberitahukan kepada seluruh para siluman dan para peri agar mempersiapkan jika sesuatu terjadi di hutan hijau." jawab Riu.


Suara tertawa waktu itu menjadi suara tertawa yang tertahan, karena kini berganti dengan kebimbangan dan rasa khawatir. begitupun dengan kerajaan petir dan kerajaan bumi serta kerajaan langit, mereka telah mempersiapkan akan sesuatu yang terjadi di kerajaan mereka.


"Ada apa isteriku?" tanya Ley kepada isterinya yang sedang memikirkan sesuatu.


"Entahlah, tapi aku berfikir ini ada hubungannya dengan salah satu dewa dan kembalinya Zarkha." Syalila seolah dapat melihat keberadaan salah satu dewa dan aura Zarkha.


"Kenapa kau berpikir seperti itu istriku, apakah kau dapat melihat sesuatu hingga kau dapat berkesimpulan seperti itu." Ley yang dapat melihat kegundahan di wajah istrinya.


"Saat di hutan roh, aku dapat merasakan aura milik Zarkha. kekuatan yang seolah melilit tubuhku. ada sesuatu yang begitu aku kenal kekuatan yang memiliki aura sama seperti milik Zarkha." jawab Syalila yang merasa gundah.


"Kalau benar apa yang kamu katakan isteriku, berarti kita dalam bahaya yang lebih besar dari bahaya waktu kita berperang dengan para dewa." Ley yang menatap langit biru di hutan hijau.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan

__ADS_1


__ADS_2