TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Aku akan menikahinya


__ADS_3

KRESSS...


KREKKK..


WUSSS...


Suara teriakan yang keluar dari para dewa membuat langit serasa akan menjatuhkan air mata.


BREMMM...


ZRERRRRTR...


CTARRRR...


WUSSS...


Mendung langsung menyelimuti langit, gelegar petir seakan bersahutan. menandakan akan adanya seseorang yang agung akan turun dari langit.


"Dengar, Raja Han. Bahkan Yang Mulia Dewa langit tak merestui mu untuk membunuh kami!" seru Syalila yang melihat kondisi mengenaskan Raja Han.


"Aku akan membinasakan mereka dan aku akan membawamu ke langit!!" seru Raja Han di sela serangan roh abadi Dewi tumbuhan.


"Aura suci..segel jiwa!"


Ley yang geram dengan ucapan Raja Han. Dia langsung mengunci kekuatan Raja Han untuk yang kedua kalinya, Raja Han kehilangan kekuatan di Medan perang, walaupun tubuhnya telah di tutupi segel yang tak bisa di tembus. namun Ley tetap bisa menghilangkan kekuatan Raja Han.


"Aaaaaaa!!"


teriakan Raja Han yang telah disiksa oleh roh abadi Dewi tumbuhan.


Begitupun para dewa yang lain, banyak dari para dewa sekarat di tempat. karena bertarung dengan roh abadi.


"Aaaaa!!!"


teriak para roh abadi ketika mereka menyentuh darah para dewa rasa sakit hati kebencian dendam selama ribuan tahun itu terasa sudah terbebaskan.


CTARRRR...


DRERTTTTTT..


DUMMM...


Saat para roh suci ingin menghabisi para dewa, tiba-tiba petir hebat menggelar di langit. yang membuat retakan di bumi. sambaran petir yang menggelegar seolah menandakan kedatangan seorang yang begitu luar biasa.


Sesaat kemudian


Nampaklah sosok pria tua yang gagah.


"Yang Mulia Dewa Langit?!" seru Syalila saat melihat sosok agung dewa langit.


"Hentikan!!" seru Ley yang menghentikan para roh suci saat akan membinasakan para dewa.


"Beri hormat pada dewa langit!" seru Syalila pada semua kaum di bumi.


"Hormat kami dewa langit!" hormat syalila dan Ley.

__ADS_1


"Hormat kami dewa langit!" seru semua kaum di bumi.


"Bangunlah,"


dewa langit yang tersenyum pada Syalila,


"Ada apa gerangan dewa kemari?" tanya Syalila sambil menatap heran.


"Aku kemari, ingin membawa kaum dewa pulang." jawab dewa langit sambil tersenyum pada Syalila. pria itu berharap Syalila bisa memberikan para dewa yang bersalah itu kepadanya. dia akan memberikan hukuman kepada dewa yang sudah melakukan dosa yang begitu besar.


"Ooooo." jawab Syalila santai seperti tidak ada apa-apa.


Sedangkan para kaum peri dan roh abadi tidak terima karena para dewa itu di bawa pulang ke istana dewa.


"Tidakkk!!" seru para roh abadi.


"Mereka semua harus mati!." seru para roh suci yang masih mendendam kepada para dewa.


"Biarkan mereka mendapat hukuman langit." seru Syalila pada roh suci.


"Mereka belum merasakan apa yang kami rasakan!!" seru para roh suci.


"Mereka akan mendapatkan hukuman seperti yang kalian terima." tegas dewa langit yang membuat para roh suci terdiam.


"Kami tidak akan percaya!!" teriak para kaum peri dan kaum roh.


"Nyawa akan terbayar." jawab dewa langit yang memberikan janji kepada para kaum yang sudah disiksa oleh Putra dan prajuritnya.


"Percayalah pada dewa langit." pinta Syalila pada roh suci. wanita itu tidak ingin kehancuran yang ada di bumi semakin membesar karena itu syarila ingin kedamaian itu ada.


"Baiklah, kami akan menyerahkan para dewa kepadamu yang mulia berikan mereka hukuman setimpal karena dosa-dosa yang telah mereka lakukan kepada kami!!" teriak kaum roh dan kaum peri."


"Yang mulia, Biarkan para roh suci terbebas dan tolong kaisar dewa bersedia memberi mereka tempat di bumi!" seru Syalila pada dewa langit. sebuah permintaan yang akan membuat Syalila menjadi ratu dari segala Ratu.


"Baiklah kalau begitu sesuai janjiku padamu gadis kecil para kaum itu akan aku bebaskan, mereka bisa tinggal di dua alam yang mereka inginkan. mereka tidak akan bisa disentuh oleh para dewa, aku memberikan wewenang ini padamu kamu akan menjadi pemimpin mereka selamanya." ucap dewa Langit yang kemudian menghilang bersama para dewa yang membuat ulah.


Akhirnya para roh suci bisa terbebas dan tinggal di bekas hutan kerajaan bintang.


sedangkan dewa api bay Rong menghampiri putrinya Rong Lili.


"Putriku." ucap dewa api rong membelai putrinya.


"Ayahanda." ucap Lili sambil memeluk tubuh ayahnya.


"Apakah kau tak akan pulang?" tanya dewa api Rong Lili putrinya.


"Tidak ayahanda, aku akan bersama kakak Zhu!" jawab Lili dengan lantang, sedangkan dewa api Rong menghampiri kaisar Zhu dan meluknya.


"Tolong jaga adikmu." pinta dewa api pada Kaisar Zhu.


"Baik ayah." jawab kaisar Zhu yang memeluk erat tubuh dewa api Rong.


"Ayah!" seru Lili yang membuat ayahnya memutar badan.


"Ada apa?" tanya dewa api Rong.

__ADS_1


"Nanti, kalau semua sudah normal datanglah ke Kerajaan Bumi!" seru Lili.


"Buat apa ayah harus Kerajaan Bumi?" tanya dewa api Rong, dewa api yang bingung. sedangkan kaisar Zhu sudah tau arah pembicaraan adiknya.


"Karena, aku akan menikah dengan Kaisar Kerajaan Bumi, Kaisar Xander!" seru Lili yang membuat Kaisar Xander menoleh padanya. tentu saja Kaisar sambil sangat terkejut karena dia tidak memikirkan hal itu sama sekali. malah Lili mengatakan kalau dia akan menikahinya di depan dewa api, artinya jika dia menolak nyawanya akan berada di ambang kematian.


"Benarka?!" jawab kaget dewa api Rong.


Syalila yang mendengar hal itu hanya tersenyum puas.


saat fajar telah menyingsing


menampakkan warna yang indah


dari kejauhan mata


nampak guratan warna sempurna


Peperangan yang terjadi antara kaum bawah dan kaum bumi telah selesai. nampak guratan senyum yang menawan pada wajah manusia.


Sepasang sejoli telah melakukan ritual pernikahan, dia adalah kaisar Xander dan Rong Lili. pernikahan megah yang terjadi di kerajaan bumi, yang di hadiri oleh semua kaum, manusia,siluman,peri,roh bahkan dewa api Rong dan kaisar dewa langit beserta para isterinya.


Nampak kebahagiaan di wajah Mereka, walaupun terdapat kesedihan karena para dewa yang berperang melawan kaum bumi telah di hukum oleh dewa langit. tak ada penyesalan, namun yang terjadi malah banyak kebahagiaan.


"Selamat ya titisan pria tua!!" seru Syalila yang memberi ucapan selamat.


"Hey, bisa tidak kalau bicara yang menyenangkan hati dikit." ucap kaisar Xander yang menyincing bibirnya.


"Emang kurang enak apanya dari perkataan ku?" tanya Syalila yang bingung.


"Seratus tahun pun kalau kau melawan Nona Sya, kau tak bakalan menang." sahut Zhen yang membawa hadiah buat Kaisar Xander.


"Dia saja umurnya sudah seratus tahun, untung Lili dari kaum dewa. kalau tidak, bakalan mati ngenes dia ngeliat suaminya kawin terus setelah isteri-isteri nya mati." salinlah yang benar-benar membuat perkataan yang begitu luar biasa.


"Hahaha..,"


Perkataan Syalila membuat semua yang ada di pernikahan itu tertawa terbahak-bahak.


"Isteriku, jangan bicara seperti itu." bisik Ley yang tersenyum kepada isterinya.


"Gadis kecil. bagaimana kabarmu?" tanya permaisuri Shasha.


"Baik Permaisuri." jawab Syalila tersenyum.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2