TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Rencana kabur


__ADS_3

Ruang hati...


tempat terdalam sebuah rasa


yang bisa terisi dengan rasa


sejuta perasaan yang kan terkata


"Maafkan saya permaisuri." hormat dewa api sambil membungkuk di depan permaisuri Shasha.


"Tidak apa-apa, dewa api." jawab permaisuri Shasha.


"Enak saja, gimana sih permaisuri ini. kalau saja tuh piring berapi kena wajah kita bertiga bisa-bisa seperti adonan kue, memang mukaku tak cantik. bermodal pas-pasan, tapi.." ucap Syalila yang membayangkan wajahnya kena perisai api dewa api.


"Phuft.." dewa api yang mencoba menahan tawanya.


Selalu saja Syalila membuat sebuah perkataan yang lucu hingga membuat banyak orang selalu terhibur.


"Tapi kenapa gadis kecil?" tanya permaisuri Rhesma.


"Permaisuri, walaupun wajahku tidak cantik, tapi kan kalau kena api malah memperparah wajahku ini, gimana kalau bertemu dengan suamiku nanti, bisa-bisa suami ku tak mengenaliku dong. bakal gak di akui aku sama suamiku." gerutu Syalila.


"Phuft...," permaisuri Shasha dan permaisuri Rhesma menahan tawa karena tak mau membuat Syalila tersinggung dengan perlakuan merek.


* HUTAN HIJAU *


"Apakah nona Sya baik-baik saja?" tanya Rey pada Zhen. mereka berdua nampak merindukan sosok wanita yang selalu saja membuat mereka tertawa lepas dengan kata-kata yang keluar dari mulut wanita itu secara spontan.


"Entahlah, Aku tidak tahu." jawab Riu yang baru datang dan berkumpul dengan semua teman-temannya setelah memeriksa gerbang kaum siluman.


"Hehhhh.." helaan nafas bingung Riu.


"Apa kita coba cara itu saja?" tanya Phay.


"Cara apa?" tanya Bayzee.


"Ilmu pemisah jiwa." jawab Phay yang agak ragu ketika mendengar perkataan yang diucapkan oleh Phay.


"Tapi.." ucap Rey yang menggantung dan tidak melanjutkan perkataannya tersebut.


"Bagaimana kalau jiwa kita terjebak dan tak bisa kembali." tanya Bayzee.


"Maka kita akan menjadi mayat sebelum merasakan pernikahan." Rio yang mulai kebingungan dan ketakutan saat dia membayangkan menggunakan ilmu pemisah jiwa.


"Semoga tuan raja bisa menyelesaikan ritual itu." kata Riu yang penuh harap.

__ADS_1


"Semoga!!" jawab serempak Rey, Zhen, Phay dan Bayzee.


Kaum siluman sedang menantikan junjungan nya kembali dari bermeditasi, tak ada kata yang ada kesunyian, mereka menantikan tuannya menyelesaikan meditasi bangsa peri agar bisa menemukan nona pembuat onar mereka.


Sesaat kemudian salah satu siluman terlihat mendekati para pemimpin siluman yang sedang berkumpul.


"Pemimpin, ada utusan dari kerajaan langit." lapor bawahan Zhen.


"Ada apa mereka kemari?" tanya Riu yang bingung dan menatap Rey, Zhe, Phay dan Bayzee.


"Entahlah, sebaiknya kita temui mereka." jawab Zhen.


Akhirnya mereka pergi menemui utusan kerajaan langit.


"Homat saya, tuan." seru jendral Zeus.


"Ada apa?" tanya Riu yang sudah menyambut salah satu utusan kerajaan langit.


"Hamba diutus oleh ratu axiva untuk menanyakan keadaan nona Sya." perkataan jenderal Zeus membuat ke lima siluman itu nampak muram.


kelima siluman itu nampak terdiam sesaat kemudian mereka terlihat menatap Jenderal Zeus yang datang karena permintaan pimpinanmya.


"Hehhhh." helaan nafas Riu yang dalam.


"Katakan pada ratumu, kalau isteri tuan kami belum di temukan." sambung Riu yang Sopan. Mereka terlihat kebingungan harus mengatakan apa karena mereka sendiri belum menemukan keberadaan salilah yang sudah tersedot masuk ke lingkaran dimensi kegelapan.


Jenderal Zeus begitu terkejut saat mendengar penuturan dari para pemimpin siluman.


"Baiklah, tuan." pamit jenderal Zeus yang kemudian pergi meninggalkan tempat para siluman.


"Heh..., kenapa harus begini." Zhen menatap hamparan hijau di hutan hijau. terkadang pria itu memikirkan di mana keberadaan istri dari junjungannya itu. ketika Syalila pergi dari kerajaan hutan hijau terasa ada kehampaan yang begitu luar biasa, para siluman selalu saja menanti kedatangan dari wanita yang selalu usil tersebut.


"Sebaiknya kita kembali." ucap Phay yang juga merasa kehilangan.


Hari berganti hari, tak terasa syalila telah menghilang selama 70 hari. antara yakin dan tidak, kaum siluman tetap berusaha mencari keberadaan Syalila. kaum siluman selalu


menunggu tuannya yang belum kunjung keluar dari meditasinya.


ALAM DEWA


Sedangkan dialam dewa, kaisar Haywan selalu menghindari Syalila jika bertemu, bukan karena takut. tapi kaisar Haywan tak akan mampu untuk menepati janjinya pada gadis itu. kaisar haywan pernah berjanji untuk mengembalikan Syalila kedunianya. namun tak ditepati juga karena raja Han tak memperbolehkan ayahnya untuk mengembalikan gadis itu ke alamnya.


"Nona, Sya!" seru ratu Yan yusha yang terlihat menghampiri Syalila.


"Iya, ratu." jawab Syalila pada ratu Yan yush.

__ADS_1


"Sini, aku mau mengobrol." ucap Ratu Yan yusha sambil menepuk kursi giok yang diduduki.( yaelahh.. isteri raja mah bebas pakek kursi giok )


"Ada apa ratu?" tanya Syalila yang sudah duduk di samping Ratu Yan yusha.


"Nona Sya, bagaimana? apa kau suka berada di sini?" tanya Ratu Yan yusha.


"Suka, kalian semua sangat baik padaku." jawab Syalila dengan tersenyum.


"Jadi, apakah nona Sya mau tinggal disini selamanya?" tanya ratu Yan yusha sambil menepuk tangan Syalila.


"Tidak Ratu, aku tak mau berada disini.. karena ini bukan rumahku." jawab syalila tertunduk.


"Tapi, seandainya kau menjadi isteri dari salah satu dewa, maka kau akan menjadi penghuni dunia dewa ini?" tanya Ratu Yan yusha sambil tersenyum menatap wajah Syalila. wajah seorang wanita yang membuat suaminya tergila-gila.


"Maksud Ratu?" Syalila yang sedikit kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh Ratu Yan yusha.


"Jika nona sya menikah dengan salah satu dewa, maka..kau akan menjadi penghuni alam dewa." jawab Ratu Yan yusha sambil tersenyum menatap wajah Syalila.


"Tidak Ratu, saya sudah menikah dan saya sudah bersuami. bagi saya suamiku adalah segalanya dan saya menikah cuma sekali." jawab Syalila dengan yakin.


"Seandainya ada dewa yang ingin menikahi mu, namun dia sudah memiliki isteri bagaimana menurutmu?" tanya Ratu Yan yusha sembari membelai rambut Syalila.


seketika syarila menoleh dan menatap Ratu Yan yusha. "Tidak ratu, aku tidak mau. bagiku pernikahan cuma sekali, hidup mati bersama.. bersanding dalam suka dan duka dan aku juga tak ingin berbagi dan membagi cintaku. karena cinta cuma satu." jawab Syalila dengan lantang.


"Lalu, jika suamimu mencintai wanita lain dan ingin bersamanya, namun tak ingin berpisah dengan mu, bagaimana?" tanya Ratu Yan yusha berharap syalila akan goyah.


"Kalau itu terjadi, maka aku meninggalkan


nya dan aku akan membunuh seluruh cintaku hingga aku tak bisa merasakan cintai lagi." jawab syalila lantang hingga sorot matanya terlihat menakutkan.


Ratu Yan yusha yang mendengarkan jawaban Syalila, dia sangat yakin kalau gadis itu tak akan bisa menerima cinta dari suaminya.


"Hemmm, kau begitu mencintai suamimu nona sya." tanya Ratu Yan yusha.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2