
"Entahlah, aku akan membuka gerbang klan peri untuk bermeditasi." guman Ley.
"Tuan harus berhati-hati." ucap Riu sembari menatap tuannya. terlihat pria itu begitu panik terjadi sesuatu.
"Besok, aku dan Klan merak akan ketitik fatal dan mulai bermeditasi." ucap Ley yang akan memperjuangkan kehidupannya.
"Kami akan menutup gerbang siluman selama tuan bermeditasi." ucap Riu dan Zhen.
"Iya, aku percayakan rumah kita bersama." Ley yang menatap Padang hijau dari tumbuhan yang di tanam isterinya.
Eissss...kita kembali ke alam para dewa.
"Tuanku yang tampan nan rupawan, sebenarnya ini dimana?" tanya Syalila yang memelas.
"Kau dari mana gadis kecil?" tanya pria setengah tua yang berwibawah dan duduk di singgasana yang tinggi itu.
"Saya tersesat tuan, tadinya..." akhirnya Syalila menceritakan tentang peperangan nya dengan bangsa iblis dan kerajaan bintang.
"Kau tau, sekarang kau berada di mana?" tanya kaisar langit kepada seorang wanita yang baru datang ke dunianya.
"Entahlah." jawab Syalila sambil menggelengkan kepalanya.
"Sekarang kau berada di dunia para dewa." jawab pria tua yang ternyata kaisar langit. pemimpin para dewa.
"Apa!! dewa, istana dewa!" seru Syalila yang kaget hingga membuat mukanya menjadi pucat.
"Ya." jawab kaisar langit sambil tersenyum. sedangkan para dewa menatap wajah ayu Syalila. wajah seorang wanita yang sekarang sudah menjadi setengah peri seorang wanita yang mempunyai kekuatan luar biasa namun kata-katanya begitu aneh luar biasa.
"Tuan, boleh saya pingsan sebentar?" tanya Syalila yang terlihat syok luar biasa.
"Memangnya kenapa?" tanya Kaisar langit yang terlihat terkejut sekaligus ingin tertawa saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Syalila.
"Bagaimana saya tidak terkejut, dunia dewa? saya berada di dunia dewa? Lalu bagaimana saya tiba-tiba di sini?" tanya Syalila.
Kaisar langit kembali tersenyum sembari menatap Syalila. "Aku kurang tahu bagaimana kamu sampai ke sini, tapi yang jelas kamu adalah wanita yang mempunyai keturunan darah peri. kemungkinan besar kamu terhempas kemari oleh kekuatan yang sangat luar biasa." jawab Kaisar langit.
Banyak dewa yang tersenyum dengan tingkah laku Syalila. wanita ayu yang berbicara tanpa aturan pada pemimpin para dewa.
"Pelayan, antar nona ini di kediaman sakura." perintah kaisar langit sembari memutar tangan tanda untuk menyuruh pergi.
Sepoi angin membawa suasana bahagia, deru nafas cinta antara dua insan manusia.
kala hati telah merindu
terasa raga tak bisa di bohongi
Di sebuah tempat yang ada di istana para dewa terlihat seorang wanita sedang melamunkan sesuatu mengenai suaminya yang begitu dia cintai. "Suamiku, apakah kau merindukanku." guman Syalila yang berada di dunia para dewa sembari menatap lautan biru dan membayangkan wajah suaminya.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain, seorang dewa yang gagah perkasa sedang berbincang dengan ayahnya.
"Ayahanda, apakah ayah tetap bersikukuh untuk mengembalikan gadis itu." tanya raja Han.
"Kenapa putraku?" tanya kaisar Haywan.
"Tidak ada." jawab raja Han sembari menatap pepohonan di sekitar kediaman kaisar Haywan.
"Putraku, apakah kau jatuh hati pada nona Sya?" tanya kaisar Haywan Sambil menatap wajah putranya.
"Ayah, aku tak tau. seringkali aku pergi berperang dan memenangkan peperangan. namun hatiku tak pernah bergejolak seperti ini. tiba-tiba ada seorang wanita yang muncul hingga membuatku tidak bisa mengatakan apapun." ucap raja Han memutar cangkir kristal.
"Dia telah bersuami, anakku." ucap kaisar Haywan.
"Tapi ayah, itu ketika dia di dunia. saat ini dia berada di alam dewa." jawab raja Han lalu berdiri menatap rerumputan.
"Aku tak tau anakku, kelihatannya gadis itu memiliki aura pemikat yang sangatlah besar." ucap kaisar Haywan.
"Apa maksud ayahanda?" tanya raja Han.
"Mungkin, bukan hanya kamu saja yang sudah terpikat oleh gadis itu." jawab kaisar Haywan.
"Aku tak perduli, ayah." jika gadis itu bersedia bersama dengan ku, maka aku tak perduli dengan yang lain." jawab acuh raja Han.
"Ayah sudah memberi tahukan dirimu, kamu dan wanita itu tidak Mungkin bersatu kalian tidak mungkin bersama di dunia ini ataupun di dunia lain." kaisar Haywan kemudian berlalu pergi.
"Rajaku." panggil seorang wanita cantik yang menghampiri raja Han.
"Ratuku." raja Han yang tersadar dari lamunannya saat isterinya memanggil.
"Raja, katanya kemarin kau menemukan seorang gadis." tanya ratu Yan yusha.
"Iya." jawab raja Han Ming.
"Benarkah, dimana dia sekarang?" tanya ratu Yan.
"Di kediaman sakura, dekat dengan kediaman para isteri ayahanda." jawab raja Han.
"Rajaku, ayahanda cuma punya dua istri. permaisuri Shasha dan ibunda Rhesma." canda ratu Yan yusha.
"Besok kau berkunjunglah kesana." ucap raja Han sambil tersenyum menatap isterinya.
Jujur dalam hati ratu Yan yusha sangat penasaran akan gadis yang di temukan oleh suaminya. keesokan senja, seorang gadis telah berlarian dilapangan pelatihan perang bagi para dewa.
"Nyonya permaisuri, kita sedang apa disini?" tanya Syalila yang menatap tempat pelatihan para dewa.
"Aku ingin melihat suami kami berlatih, gadis kecil." jawab permaisuri Shasa yang di ikuti senyuman oleh permaisuri Rhesma.
__ADS_1
"Aduh.. ya ampun. nih wanita kok bisa damai gini, kalau aku gak bakal kuat kalau di madu." guman Syalila sambil menatap muka para isteri kaisar Haywan.
"Ada apa gadis kecil?" tanya permaisuri Shasha yang di tatap Syalila.
"Gak ada permaisuri." jawab Syalila yang malu.
"Apakah kau rindu suamimu?" tanya permaisuri Rhesma. sedangkan Syalila hanya mengangguk cantik.
"Apakah kau tak bisa melupakan suamimu?" tanya permaisuri Shasha.
"Tidak permaisuri, seorang istri tak boleh berpaling dari suaminya, begitupun seorang suami tak boleh berpaling dari isterinya." jawab Syalila yang menatap arena pertempuran.
"Seandainya ada seorang dewa yang mencintaimu, bagaimana menurutmu?" tanya permaisuri Rhesma.
"Tidak, aku mencintai suamiku dan suatu saat kami akan kembali bersatu." jawab Syalila dengan yakin.
"Benarkah?" tanya permaisuri Shasha lagi.
"Khem." jawab Syalila.
Sesaat kemudian tanpa sengaja dalam latihan itu salah satu dewa nampak salah arah saat meluncurkan senjatanya. syalila yang melihat itu dengan sigap dia langsung menangkis perisai api, milik dewa api.
TRANGG...
perisai dewa api yang terjatuh karena tendangan Syalila.
"Hey, dewa berapi, kalau kau melempar piring besarmu, lihatlah arah yang benar. kalau tidak muka kami bertiga bisa benyok-benyok!" seru Syalila sambil marah dan menunjuk wajah dewa api.
"Maafkan saya permaisuri." hormat dewa api sambil melirik kearah Syalila. mulut memberi hormat mata melirik ke arah yang lain.
"Apa, udah salah melotot lagi." gerutu syalila dengan bibirnya yang masih mendumel. dia benar-benar tidak terima dengan semua yang terjadi barusan sebuah kejadian yang hampir membuat wajah Syalila gosong.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1