
Sedangkan Ley dan Zhen tersenyum melihat tingkah Syalila. wanita itu berlarian ke sana kemari bahkan berputar-putar entah ke mana tujuannya, namun Syalila benar-benar terkejut luar biasa, pria tampan yang dia lihat kereta tadi ternyata adalah sosok makhluk berekor.
"Zhen, Kembalilah kekediamanku. aku akan mencari gadisku dulu." perintah Ley. kepada seorang siluman bawahannya.
Perkataan yang keluar dari mulut Ley, membuat seorang pria yang ternyata bangsa siluman itu begitu terkejut. Karena dia tidak pernah mendengar junjungannya itu menyebut seorang wanita sama sekali. tapi yang terlihat kali ini begitu berbeda, junjungannya itu memberikan perhatian kepada seorang wanita, junjungannya itu menyebut wanita tadi sebagai wanitaku. Hal itu membuat siluman tersebut menunjukkan senyum yang begitu lebar.
"Baik tuan." jawab Zhen sambil tersenyum.
"Huff..," Syalila kakinya sudah lemas serasa tak bisa di buat berjalan karena sesuatu yang dia lihat, sebuah penampakan yang begitu luar biasa, dramatis dan juga penampakan yang baru dia lihat pertama kali ini.
"Ini dunia apaan sih, kepalaku puyeng seperti kelapa yang mau dipecah kok ada sih dunia seperti ini dunia seperti simsalabim apalagi orangnya tampan-tampan lagi, tapi yang tadi tampan kok rasanya aneh banget ya." gerutu Syalila yang sudah tersungkur di tanah.
"Sudah capek." sindir Ley pada Syalila. terlihat pria itu sudah berada di belakang tubuh salilah yang sudah tidak kuat berlari.
"Huh..."
Syalila memalingkan wajahnya karena merasa kesal dengan Ley.
WUSSS
BUK..
Sebuah sendal yang tepat nangkring di wajah Ley.
"Dasar para lelaki tua, sudah berumur dan gak ada faedahnya." hardik Syalila yang sudah terduduk di tanah.
"Kau!" seru Ley.
"Kurang ajar, kurang kerjaan, kurang tampan... Haddeee capek aku." ucap Syalila yang kembali membaringkan tubuhnya di tanah.
Tiba-tiba...
HUP..
"Mau apa kau!!" seru Syalila yang sudah di gendong ley dan di bawa kembali ke pondok itu.
"Diamlah." ucap Ley yang sudah mengendong Syalila dan kembali ke pondok.
Saat sampai di pondok, Ley sudah di tunggu oleh beberapa orang dengan wajah yang tampan.
"Raja!" seru pria tampan yang ternyata siluman Serigala.
"Raja!" seru seorang lelaki tampan lain.
"Siapa dia?" tanya Syalila yang menatap pria tampan berparas ayu.
"Sebangsa dengan dia." Ley yang menunjuk Zhen dengan dagunya.
Lalu datang seorang wanita dengan ekor ular.
CTASS..suara ekor ular
__ADS_1
"Tuanku!" seru manja wanita ular.
"Ley, kau punya ramuan pingsan gak?" tanya Syalila yang bermuka syok.
"Kenapa?" tanya Ley sambil menatap wajah pucat Syalila.
"Rasanya aku mau pingsan secara paksa aja." ucap Syalila yang nyeleneh.
"Ada apa, Sya?" tanya Ley yang bingung.
"Haddeee, teman mu beda alam sama aku. aku jadi Heng total( tak nyambung)." ucap Syalila.
"Makanlah dulu." ucap Ley lembut.
"Gak, mana aku mau makan masakan mereka, bisa- bisa aku dikutuk seperti mereka. jadi ular, serigala, rubah" jawabnya sambil menunjuk mereka dan membayangkan ilusinya.
"Baiklah, akan ku masakkan." ucap Ley sembari mengelus rambut Syalila, namun saat akan diturunkan di ranjang tiba-tiba Syalila mencekal tangan Ley. "Ada apa?" tanya Ley.
"Ikut, jangan tinggalin aku disini. Bisa-bisa aku dilahap utuh sama mereka." ucap Syalila sambil bergidik ngeri-ngeri sedap.
*****
Rindu adalah rasa
kata adalah sebuah perasaan
dalam setiap hati
** KERAJAAN BUMI **
Di tempat lain di kerajaan bumi seseorang melaporkan sebuah informasi yang sangat mengejutkan.
"Apa kau yakin, dengan semua laporan mu?" tanya Kaisar Xander pada si mata-mata.
"Benar Yang Mulia, sekarang gadis itu sudah pergi dan semua anggota Kerajaan sedang mencarinya." jawab mata-mata.
"Lalu?" tanya Kaisar Xander lagi.
"Dewa Racun yang membawa gadis itu." Jawab si mata-mata.
"Apa!!" seru Kaisar Bumi."Kenapa dia juga terbebas dari segel itu." guman Kaisar Bumi dalam hati.
"Yang Mulia!" seru sang mata-mata. yang membuat Kaisar Xander tersadar dari lamunannya.
"Lanjutkan tugasmu." perintah Kaisar Xander pada mata-matanya.
Kaisar Xander merasa bimbang, disisi lain dia ingin memperoleh gadis itu Namun disisi lain dia tak akan bisa melawan Dewa Racun Ley. pria itu terlihat menatap nyalang ke sebuah tempat pemikirannya memikirkan masa lalu yang begitu kelam.
Kita kembali pada Syalila..
Tak terasa sudah hampir 1 bulan Syalila menghilang dari Kerajaan Langit dan beberapa Kerajaan juga mencari gadis yang selalu jadi incaran. Namun apalah daya kekuatan Dewa Racun Ley sangat besar.
__ADS_1
"Nona Sya." pangil si Siluman Rubah.
"Ada apa?" tanya Syalila sambil menghampiri siluman Rubah yang bernama Riu.
"Sini, duduk di dekatku." ajak Riu.
"Ih males. tuh liat ekormu komat Kamit." jawab Syalila sambil melihat penampakan ekor Riu.
"Tidak apa nona cantik, sini." goda Riu lagi sambil menepuk-nepuk kursinya.
"Ogah, ganteng-ganteng punya ekor, ekor berbulu lagi. oh..no.no.no." jawab Syalila sambil menggoyang telunjuknya.
"Kalau ekorku bisa hilang, apa kau mau jadi istriku." goda Riu sambil bermata genit.
"Gak, enak aja masih banyak manusia di sono. yang bakal mau ku ajak nikah." jawab Syalila sambil manyun.
"Kalau sama tuan Ley, apa Nona mau?" tanya Riu sambil menyelidiki.
"Ley, eeee. Gak juga ah, Ley tu kasar banget sama aku, main bentak- bentak saja." jawab Syalila yang tanpa disadarinya, kalau Ley dari tadi menguping pembicaraannya dengan Riu.
"Lagian, siapa yang mau nikahin dia?" jawab Ley yang tiba-tiba datang dari belakang Syalila. Sambil menunjuk muka gadis itu.
"Aiii, apa kau bilang, Ley? biarpun aku bukan gadis tercantik, tapi banyak laki laki yang jatuh hati padaku." tunjuk Syalila yang tak mau kalah.
"Benarkah?" goda Ley.
"Benar, awas ya kalau kau jatuh hati padaku. bakal ku tinggal kau kabur bersama pria lain. ha-ha-ha." tawa Syalila.
Entah kenapa, perkataan itu membuat Ley sedikit panas, sepanas hatinya ketika ada Zhen yang datang menghampiri Syalila. pria itu mulai merasakan sesuatu yang begitu berbeda, wanita itu begitu konyol namun membuat benar-benar merasakan perasaan yang begitu luar biasa.
"Nona Sya." panggil Zhen lembut pada Syalila.
"Eh, siluman ganteng, ada apa?" tanya Syalila sambil tersenyum. wanita itu benar-benar membuat siapa saja jatuh cinta bahkan membuat pria yang ada di sampingnya selalu bergetar hatinya.
"Mau ke Tuanku, Nona." jawab Zhen sembari memegang rambut Syalila.
Entah apa yang terjadi pada Ley, tiba-tiba auranya mengelap dan emosinya nampak tak terkontrol, saat ada pria lain yang mencoba menyentuh Syalila ataupun memperhatikannya. Ley sendiri tak dapat menghalau bara api yang tumbuh saat ada Syalila di sampingnya. Rasa cemburu yang tak terkata dan rasa emosi yang tak terkendali. Apakah ini bisa dibilang sebagai jatuh cinta mencintai atau sesuatu yah Mungkin saja bisa dianggap begitu.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
__ADS_1
- Terlempar ke dimensi kerajaan