
Akhirnya pernikahan Kaisar Xander dan Rong Lili telah selesai, semua kaum telah kembali ke tempat masing-masing. kaum yang hidup di hutan hijau telah kembali, kehidupan di hutan hijau sangat bahagia, semua mahluk menjalankan tugas nya masing-masing.
"Tuan, tak terasa sudah dua tahun nona Sya telah menjadi bagian dari Hutan Hijau." ucap Riu yang di angguki oleh Ley.
"Iya, aku tak ingin kehilangan isteriku lagi. seberat apapun cobaan aku akan tetap mempertahankan isteriku sampai mati." jawab Ley yang menatap pandangan ke depan.
"Aaaaaa!!" teriak salah satu gadis siluman rubah yang membuat Ley dan Riu berlari ketempat suara.
"Ada apa!!" seru Ley yang kaget.
"Tuan, Nona pingsan. " jawab salah satu gadis Rubah.
"Apa! memangnya apa yang terjadi?" tanya Ley yang bergegas menghampiri sang istri yang sudah tidak sadarkan diri.
"Kami tidak tahu, Tuan." jawab para wanita rubah.
"Kenapa seperti ini." ucap Ley yang langsung mengendong isterinya.
"Kenapa tuan?" panik Riu yang melihat Syalila pingsan.
"Aku akan memeriksanya dahulu." jawab Ley yang panik tak karuan.
Beberapa saat kemudian Ley telah selesai memeriksa isterinya, Ley nampak tersenyum setelah memeriksa isterinya.
"Ada apa tuan?" tanya Riu yang cemas.
"Dengar Riu..." ley yang memotong perkataan nya dan membuat Riu makin cemas.
"Ada tuan?" tanya Riu dan gadis Rubah.
"Dengar Riu. aku-aku akan menjadi seorang ayah!" seru Ley yang membuat tampang dua manusia Rubah itu bingung.
"Jadi ayah?" tanya binggung Riu.
"Ya Riu, isteriku sedang mengandung dan aku akan menjadi ayah!" seru Ley yang membuat Riu dan gadis rubah berteriak.
"Aaaaa!! benarkah tuan?" tanya Riu yang sangat semangat. lalu datanglah seorang wanita yang tadi pingsan sekarang tiba-tiba bangun.
"Berisik amat sih, ni manusia berekor juga!" seru Syalila yang membuat Mereka bertiga menoleh padanya.
"Isteriku." Ley yang langsung menyambut sang isteri.
"Ada apa, kok kalian keliatan senang banget." tanya Syalila sambil duduk di pangkuan suaminya.
"Selamat Nona, anda sekarang sedang mengandung!!" seru gadis rubah yang tadi bersamanya.
"Oooo mengandung.." Syalila yang belum konek otaknya.
"Iya, nona sekarang sedang hamil!" seru Riu semangat.
"Apa!!" seru Syalila yang berteriak dengan keras.
__ADS_1
Tak terasa buliran bening telah berjatuhan dari pipi syalila. hal itu membuat Ley gelagapan.
"Ada apa, isteriku. apa kau tak suka?" tanya Ley yang takut isterinya tidak mau mengandung anaknya.
"Bukan." jawab Syalila.
"Lalu?" tanya Ley bingung.
"Huaaaaa!!!" Syalila yang tiba-tiba menangis.
"Kenapa? apa ada yang sakit?" tanya Ley lagi sedangkan dua siluman Rubah itu kocar kacir mencari air untuk Syalila.
" Tidak, tapi karena aku senang!!" jawab Syalila sambil memeluk tubuh suaminya.
berita mengenai kehamilan Syalila disambut bahagia oleh semua penghuni hutan hijau dan para kaisar tiga kerajaan.
Hari terus berlalu di hutan hijau. terasa aman dan tentram. begitupun kehamilan Syalila.
"Hey kadal ompong, kamu lagi apa di pekarangan ku?" tanya Syalila yang sudah membawa pemukul di tangannya.
"Nona, namaku adalah Phay, bukan kadal ompong. lagian aku bukan kadal nona, aku bulus putih." ucap Phay yang membela diri. selalu saja Syalila memanggil Phay dengan kadal ompong.
"Terserah, sama-sama hewan melata!" jawab Syalila sambil memakan camilannya.
"Ya ampun nih ibu bunting." gerutu Phay yang tak bisa menang dari Syalila dalam hal berbicara.
"Makan apa?" tanya Syalila pada Phay.
"Apa!!. kadal makan kadal, ih kau Phay. phay dasar manusia berekor cicak, masak bangsamu sendiri kau makan!!" seru Syalila yang membuat Rey yang baru datang tertawa terpingkal-pingkal.
"Hey manusia berekor, ngapain datang-datang malah tertawa!" seru Syalila yang melempar sayuran di muka Rey.
"Aduhhh apes lagi." guman Rey dalam hati.
"Ha-ha-ha." Phay yang tertawa karena Rey juga terkena imbasnya.
"Kenapa kau tertawa kadal ompong!!" seru Syalila yang berdiri sambil berkacak pinggang.
"Ada apa ini?" tanya Ley yang keluar dari dalam kediamannya.
"Tuh para manusia berekor. senangnya ganggu aku terus!" ucap Syalila sambil menunjuk wajah kedua orang itu.
"Sudahlah." Ley yang mengelus rambut isterinya.
''Sayang, aku mau makan sesuatu." manja Syalila pada Ley.
"Mau apa?" tanya Ley dengan lembut.
"Iya nona, katakanlah pada kami..kami akan mencarikan untukmu." jawab Rey.
"Eeee..aku mau makan buah." jawab Syalila.
__ADS_1
"Buah apa nyonya?" tanya Rey dan Phay.
"Aku.., mau makan buah yang tak bisa dilihat dan tak bisa dimakan. dan aku tak tau bentuknya." ucap Syalila yang membuat ketiga pria itu pusing tujuh keliling.
Sejauh apapun perjalanan mereka. namun yang paling membuat mereka pusing dan bingung itu adalah isteri Sang Kaisar Kerajaan Hutan Hijau yaitu Ratu Syalila.
"Mana ada buah seperti itu?" tanya Rey yang kepalanya mulai sakit.
Demi apapun itu penghuni Kerajaan Hutan Hijau ingin Syalila segera melahirkan anaknya dan menghilangkan sifat konyolnya. entah bagaimana bentuk kelakuan anak Syalila nantinya.
Hari telah berlalu cepat, sekarang kehamilan Syalila sudah masuk empat bulan. hal itu membuat Kerajaan Hutan Hijau sering merasa pusing dengan kelakuan ratunya. selalu saja ada permintaan yang aneh-aneh.
Mulai dari ingin makan ikan di bakar tapi tanpa api. lalu ingin makan ikan tapi tidak boleh mencari di sungai atau pasar.
dan masih banyak lagi keinginan Syalila yang membuat mereka bingung.
Cinta memang luar biasa karena membuat seorang pria bertekuk lutut.
hari berlalu dengan cepat hingga membuat perut mungil Syalila mulai bertambah besar.
seolah tubuhnya tertutup oleh perutnya.
Hari kelahiran adalah momen yang sangat di nantikan oleh semua kau di hutan hijau.
"Tuan, duduklah jangan mondar mandir, itu membuatku ingin muntah." ucap Riu yang melihat tuannya mondar-mandir.
"Diam Zhen!!" seru Ley yang sudah bingung dan berwajah muram karena isterinya tak kunjung keluar. lha...malah Zhen yang kena.
"Tapi tuan." para penghuni hutan hijau yang bingung. sesaat kemudian terdengar suara bayi. Syalila melahirkan anak pertamanya.
"OEKKK." suara tangisan anak kecil yang keluar dari ruang bersalin hal itu membuat semua mata tertuju pada ruangan persalinan.
"Anakku sudah lahir, Riu, Rey, phay , Zhen." seru ley yang terus tersenyum..sesaat kemudian ada suara tanggisan bayi yang keluar lagi.
"Selamat Tuan!" seru parah orang-orang yang ada di sana. nampak wajah mereka begitu ceria saat mendengar suara tangisan dari bayi yang dilahirkan oleh seorang wanita yang selalu berbuat konyol dikalangan Kerajaan Hutan Hijau.
Mereka begitu senang dan gembira saat mendengarkan suara teriakan bayi yang baru dilahirkan oleh ratu kerajaan hutan hijau.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
__ADS_1
- Terlempar ke dimensi kerajaan