TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Senyum malu Putra mahkota


__ADS_3

Tatapan mata seorang wanita nampak menatap gemerlapnya tontonan yang ada di pasar. barang-barang yang begitu indah dengan ornamen yang begitu cantik pula, terkadang Syalila membandingkan dirinya dengan kehidupan modernnya itu namun wanita itu tidak ingin kembali ke dunianya dan membuat semua cerita cintanya itu akan berakhir bersama dengan sang suami dan anak-anaknya.


Pada satu kata yang penuh makna


Sebuah kata indah


Dalam alunan yang menggoda


Rasa rindu yang tertahan antara Ley dan Syalila.


Mereka saling memendam rasa ketika mereka berjauhan.


Ada rasa yang bergelora. ketika rindu itu tak tersampaikan.


"Apa yang sedang kau lakukan isteriku." ucap Ley yang memandang langit malam.


Dari kejauhan tampak siluman rubah datang menghampiri Ley.


"Khem."


Suara deheman dari Siluman rubah.


Ley nampak menoleh pada pemilik suara


"Ada apa?" tanya Ley pada Siluman rubah.


"Harusnya aku yang bertanya padamu." ucap siluman rubah pada Ley.


Ley nampak menoleh dan tersenyum.


"Aku sedang memikirkan wanita yang kucintai." jawab Ley sambil tersenyum.


"Apakah kau begitu mencintainya?" tanya siluman rubah kepada orang Ley, hal itu membuat Ley nampak sedikit mengerutkan keningnya.


"tentu aku sangat mencintai istri, karena dia adalah wanita yang pertama membuat aku membuka hatiku. dan menerima sebuah rasa yang begitu besar dan indah." jawab Ley yang kemudian kembali menatap langit malam.


"Aku jadi penasaran, Bagaimana rupa dari istrimu itu. hingga kau tidak bisa memalingkan perasaanmu ke wanita lain." canda siluman rubah kepada Ley.


"Kalau kau bertemu dia, aku tidak akan membiarkanmu jatuh hati kepada istriku. karena dia adalah wanita yang sangat berbahaya." jawab Ley yang kemudian berdiri dan meninggalkan siluman rubah.


Di lain tempat


Kerajaan Langit


"Apa yang kau lakukan nona Sya." tanya putri cantik pada Syalila.

__ADS_1


Syalila menoleh dan menatap si pemilik suara.


"Kau?, apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Syalila kepada Putri Cantik.


"Apa yang sedang kau fikirkan nona sya?" tanya Putri Cantik lagi.


"Aku sedang memikirkan pria yang aku cintai." jawab Syalila.


"Aku jadi mau tau seperti ap pria yang kau cintai." ucap Putri Cantik kepada Syalila.


"Kalau kau bertemu dia, jangan sampai kau jatuh hati padanya." ucap Syalila yang kemudian menyuruh Putri Cantik duduk bersamanya.


"Apa yang membuatmu begitu mencintai dia nona sya?" tanya putri cantik kepada Syalila.


"Pria itu begitu jutek kepada wanita lain, tapi kepadaku dia begitu romantis." jawab salila sambil mukanya bersemu merah.


"Ih..nona Sya, wajah mu malu-malu seperti seorang gadis yang sedang jatuh cinta." sindir Putri Cantik.


"Aishhhh, kau ini Gadis kecil yang suka menganggu." jawab Syalila.


Suara canda tawa kedua wanita itu, ternyata mengundang seorang pria muda untuk datang menghampiri Syalila.


Nampak Putra Mahkota Ying Jun memandang wajahmu Syalila dari kejauhan.


"Mengapa aku begitu mencintaimu." guman Putra Mahkota Ying Jun.


"Kelihatannya saudaramu itu sedang menguping pembicaraan kita." bisik Syalila kepada putri cantik, hal itu membuat putri cantik menoleh dan mencari keberadaan sang kakak.


"Dia berada di mana, Nona?" tanya putri cantik yang tidak menemukan keberadaan pria yang dicari.


"Dia sedang bersembunyi di balik tembok itu." tunjuk Syalila yang membuat putri cantik langsung berdiri dan menghampiri tempat keberadaan sang kakak.


Saat putri cantik sudah menemukan keberadaan sang kakak, Pangeran Ying Jun. betapa terkaget sang Putra Mahkota, karena keberadaan putri cantik yang tiba-tiba berada di belakangnya.


"Apa yang kakak lakukan di sini?" tanya Putri Cantik kepada sang kakak.


Nampak pangeran Ying Jun kebingungan saat ingin menjawabnya.


"Aku?" tunjuk Pangeran Ying Jun pada dirinya sendiri.


"Iya, apa yang kakak lakukan di tempat Nona Sya?" tanya putri cantik.


"Aku, aku..aku tadi mencarimu. ternyata kata para pelayan ke berada di sini." jawab Pangeran Ying Jun.


"Ooooo." jawab Putri cantik yang kemudian mengajak Pangeran Ying Jun ke tempat keberadaan Syalila.

__ADS_1


"Hai pria tampan." sapa Syalila yang membuat sang putra mahkota wajahnya langsung bersemu merah.


Nampak pria muda itu tidak bisa menjawab sapaan dari Syalila, terlihat wajah yang bersemu merah itu ia tutupi dengan memalingkan wajahnya.


"Mengapa ke memalingkan wajahmu saat kusapa?" tanya Syalila yang kemudian mendatangi Pangeran Ying Jun.


"Khemm..khem." Putra Mahkota Ying Jun mencoba menetralkan debaran jantungnya.


"Apakah kau tersedak sesuatu?" tanya Syalila.


"Iya, kelihatannya tenggorokan ku kering." jawab Putra Mahkota.


Syalila menatap Putra Mahkota sambil tersenyum.


"Kenapa wajahmu memerah kak."


Perkataan dari Putri Cantik membuat Putra mahkota semakin tertunduk malu, hal itu membuat Syalila yang mempunyai kejahilan tingkat dewa malah semakin ingin menjahili Sang putra mahkota.


"Gadis kecil! jangan seperti itu pada kakakmu." ucap Syalila


"Lihatlah Nona Sya, wajah kakakku seperti kepiting rebus yang sudah dimasak." canda putri cantik, hal itu membuat Syalila ingin tersenyum namun ditahan. karena tidak ingin membuat pemuda tampan itu menjadi semakin malu.


"kemarilah pria tampan, Apakah kau ada keperluan denganku." seru Syalila sambil melambaikan tangannya.


Akhirnya, putra mahkota Ying Jun bergabung dengan Syalila dan putri cantik. nampak kedua wanita itu senang sekali saat menjahili Sang putra mahkota.


"Wanita ini selalu saja membuatku berdebar tak menentu. Aku tidak tahu bagaimana aku harus melakukan sesuatu di depannya." putra mahkota yang terlihat Salah tingkah ketika dia bersama dengan Syalila.


** bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-One night stand with mister William

__ADS_1


-Isteri pengganti tuan William


__ADS_2