
Syalila langsung menjawab.
"Ya kau, siapa lagi." jawab Syalila.
"Aku, aku?" tanya siluman serigala sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, kau manusia serigala kan? tuh telingamu mempunyai kuping seperti serigala. namun kau masih berjalan-jalan, itu namanya kau manusia berekor tahu." jawab Syalila yang membuat siluman serigala nampak melongo, karena perkataan wanita yang baru dilihatnya. wanita cantik yang keluar dari punggung Ley nampak sifatnya sangat konyol, dan perkataannya keluar tanpa disaring.Nampak Syalila menghela nafasnya dengan sangat kesal.
"Hallah.. halah, Kenapa di sini harus bertemu dengan para Manusia berekor lagi." gerutu Syalila yang membuat Ley mengelus punggung sang isteri.
"Siapa di Ley?" tanya siluman serigala kepada Ley. hal itu membuat Ley langsung menarik tubuh Syalila mendekatinya.
"Hei, pria tua berekor, berapa usiamu?" tanya Syalila yang ngegas. hal itu membuat sang suami langsung menggelengkan kepalanya.
"Kita baru bertemu, Kenapa kau langsung menanyakan umurku." jawab siluman serigala yang terlihat kesal, dengan perkataan gadis cantik yang ada di depannya. seorang wanita yang perkataannya tidak disaring tidak ada embel-embelnya dan langsung mengatakan sesuatu yang sangat menjengkelkan.
"Manusia sepertimu biasanya umurnya sudah berabad-abad, kalau jadi setan kalian itu setan yang sudah jamuran. berkarat, udik dan menyebalkan." sindir Syalila yang membuat siluman serigala langsung melongo, dengan sederet ucapan yang lolos dari mulut Syalila.
"Ini perempuan, cantik-cantik kenapa mulutnya sepedas kebun cabai." gerutu siluman serigala yang menatap sosok wanita cantik yang dipeluk erat oleh Ley.
"Suamiku, Apakah kau tidak punya tempat tinggal? Kenapa kau berada di hutan seperti ini, di sini hawanya horor banget. apalagi melihat pria berekor yang ada di depan kita ini." sindir Syalila yang membuat Ley langsung mengajak sang istri untuk ke pondoknya.
Sedangkan Siluman serigala yang ditinggal pergi begitu saja, nampak pria itu langsung mengikuti kepergian mereka berdua. dari balik punggung kedua manusia itu, siluman serigala menatap sosok wanita yang baru ditemuinya.
Terlihat sebuah pondok yang sangat indah, yang dibangun oleh Ley. di sebuah hutan yang agak jauh dari kerajaan langit.
Syalila menatap pondok kecil itu sambil tersenyum. Syalila yang berbalik dan menatap wajah sang suami.
"Ada apa? Apakah kau tidak suka dengan pondok yang kubuat ini?" tanya Ley kepada sang istri, sedangkan Syalila nampak menggelengkan kepalanya.
"Ini seperti rumah kita." jawab Syalila. hal itu membuat Ley tersenyum.
"Aku ingin selalu mengingat tempat kita, rumah kita, keluarga kita. sebelum kita bisa kembali ke tempat kita." jawab Ley sambil memegang kedua tangan Sang isteri, hal itu membuat Syalila langsung tersenyum.
Sedangkan di tempat lain, nampak siluman serigala berdecak kesal karena tidak dihiraukan keberadaannya oleh dua manusia itu, dia terus mengomel panjang lebar bahkan siluman itu merasa di anak tirikan oleh Ley setelah kehadiran wanita menyebalkan itu.
"Hei pria muda berumur tua! ngapain Kau Masih berdiri dan menunggui kami berdua, Memangnya kau tidak punya pekerjaan apa. selain mengekor padaku dan suamiku." cibir Syalila yang membuat siluman serigala langsung menatap wajah Ley.
__ADS_1
"Isteri." siluman serigala yang terkaget melihat gadis cantik yang mulut nya lost control, ternyata adalah isteri dari Ley.
Siluman serigala yang langsung mendatangi Ley.
"Jadi, dia adalah istrimu?" tanya siluman serigala yang terlihat terkejut, nampak pria itu langsung menatap keberadaan Syalila.
"Iya, dia adalah istriku. wanita yang paling aku cintai." jawab Ley.
Sedangkan Syalila yang masih bisa mendengar percakapan dua pria yang berumur tua itu, langsung mendatangi mereka.
"Kalian ini tidak punya pekerjaan apa? selain berbisik seperti seorang wanita." cibir Syalila yang membuat siluman serigala sedikit geram.
"Mengapa istrimu mulutnya seperti tidak mempunyai garis pembatas sama sekali." bisik siluman serigala kepada Ley, hal itu membuat Syalila yang masih bisa mendengar perkataan dari siluman serigala nampak sedikit kesal.
"Segel jiwa." ucap Syalila yang membuat siluman serigala langsung tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
"Apa yang kamu lakukan kepadaku?" tanya siluman serigala saat merasakan tubuhnya tidak bisa digerakkan karena mantra yang diucapkan oleh wanita yang berbicara tanpa disaring itu.
"Pelumpuh raga." Syalila yang mengucapkan sebuah mantra pelumpuh dan penghenti raga dari siluman serigala. hal itu membuat Siluman serigala seketika tak mampu untuk bergerak.
Sedangkan siluman rubah, siluman merak, rubah merah. nampak langsung menyerang wanita yang menyerang salah satu teman mereka, sedangkan Syalila yang dapat mencium keberadaan ketiga siluman itu. dia langsung menghentakkan kakinya ke tanah.
Sedangkan ketiga siluman yang melihat hal itu seketika mereka langsung mundur. ketika siluman itu benar-benar sangat terkejut saat melihat ada seseorang yang mampu menggunakan kekuatan pengendali tingkat tinggi.
"Siapa wanita ini? kenapa dia mampu menguasai ilmu keramat ini." guman para siluman.
Syalila yang mampu membaca perkataan para siluman, seketika wanita itu langsung tersenyum menatap mereka semua.
"Hei para pria umur tua, Apakah kalian tidak malu menyerang seorang wanita dari belakang. kalian ini benar-benar manusia berekor ya. ingin sekali aku membuat ekor kalian aku pindah ke wajah kalian!" seru Syalila yang membuat ketiga siluman itu nampak saling memandang. mereka nampak mencerna kata-kata yang dikeluarkan oleh wanita cantik yang ada di depannya.
"Hentikan!" seru Ley yang menghentikan serangan dari sang istri dan ketiga para siluman.
para siluman langsung berhenti dan menatap Ley.
"Apakah kau mengenal wanita ini, Ley?" tanya para siluman kepada Ley. hal itu membuat Ley langsung mengangguk.
"Dia adalah isteriku." jawab Ley yang kemudian mendatangi Sang isteri.
__ADS_1
"Wanita cantik ini tidak mempunyai jaring pembatas sama sekali, saat berbicara." guman siluman merak yang masih didengar oleh siluman rubah putih.
"Apalagi, dia mempunyai tenaga yang besar. seperti parah pegulat saja." guman Siluman Rubah putih.
Ketiga siluman itu saling memandang satu sama lain, nampak jelas di wajah mereka. kalau mereka bertiga terkagum dengan wanita cantik di depan mereka, seorang wanita yang mempunyai tenaga yang luar biasa.
"Tenaganya seperti seekor Naga betina." guman siluman Rubah Merah yang kemudian menetralkan tenaganya dan menghampiri Ley.
"Isteriku, menetralkan tenagamu. mereka adalah teman-temanku, jadi mereka juga adalah teman-temanmu." ucap Ley kepada sang isteri.
Syalila menatap wajah sang suami.
"Tentu." jawab Syalila dengan enteng, yang kemudian menetralkan tenaganya dan menarik sang suami untuk masuk ke pondok mereka.
Syalila kemudian berbalik dan menatap keempat manusia Siluman.
"Hus.. hus.., jangan mendekat!" seru Syalila sambil mengibaskan tangannya, seperti mengusir sesuatu.
Hal itu membuat empat siluman langsung mundur. Angin berhembus.. seperti perjalanan cinta dan kehidupan Syalila dan Han Zhe Ley.
** bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
__ADS_1
-One night stand with mister William